Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Kembangkan Nilai Jual Udang Rebon, Pembangunan Rumah Terasi Buyung-Buyung Dilanjutkan Bertahap

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    13 Agustus 2026 pukul 12:36 WITA

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus mendorong pengembangan Rumah Terasi di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar. Pembangunannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

    Rumah Terasi tersebut disiapkan tidak hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi pusat pengelolaan, pengemasan hingga pemasaran produk berbahan baku udang rebon. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil perikanan masyarakat setempat.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan, pembangunan Rumah Terasi sejak awal memang dirancang dalam beberapa bangunan dengan fungsi berbeda. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap.

    "Karena keterbatasan anggaran, tahun kemarin kita alokasikan satu bangunan dan sudah selesai. Untuk pembangunan berikutnya tentu kita menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah," kata Eva.

    Ia menyampaikan bahwa tujuan utama pembangunan Rumah Terasi adalah mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual udang rebon sebagai bahan mentah. Melalui proses pengolahan, produk tersebut diharapkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha.

    Dirinya pun menyebut bahwa, untuk mendukung proses tersebut, terdapat tiga fasilitas yang dinilai paling mendesak, yakni ruang pengelolaan, ruang pengemasan dan ruang pemasaran.

    "Kalau tiga fasilitas itu sudah ada, insyaallah Rumah Terasi sudah bisa berjalan dari pengolahan hingga produk siap dipasarkan. Yang lainnya lebih kepada fasilitas penunjang," terangnya.

    Ia menjelaskan bahwa ruang pengelolaan juga diperlukan untuk mengoptimalkan sejumlah peralatan bantuan dari Bank Indonesia (BI) yang telah tersedia. 

    Sementara itu, meski pembangunan belum seluruhnya dapat dilanjutkan, Diskoperindag tetap membuka peluang mencari sumber pendanaan lain, termasuk dukungan dari pemerintah pusat. Hal itu dilakukan agar Rumah Terasi nantinya dapat beroperasi secara maksimal.

    "Kalau ada peluang anggaran dari luar, baik dari APBN maupun sumber lainnya, tentu akan kita upayakan," tuturnya.

    Oleh karena itu, sembari menunggu kepastian anggaran, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kampung Buyung-Buyung agar bangunan yang telah tersedia dapat dimanfaatkan terlebih dahulu. Dengan demikian, fasilitas yang sudah dibangun tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

    "Kami coba akan terus komunikasikan dengan Kepala Kampung bahwa bangunan yang ada ini dimanfaatkan dulu lah sebagai apa dulu yang bisa dipergunakan di sana contohnya sebagai tempat produksi atau pengolahan," katanya.

    Selain itu, Eva menegaskan bahwa Rumah Terasi juga dirancang memiliki keterkaitan dengan potensi wisata di kawasan tersebut. Lokasinya diharapkan dapat menjadi tempat persinggahan wisatawan yang menuju Biduk-Biduk sekaligus menjadi ruang untuk memasarkan produk lokal.

    "Konsepnya bukan hanya tempat produksi. Kita berharap orang yang menuju Biduk-Biduk bisa singgah di Buyung-Buyung, membeli oleh-oleh dan menikmati produk lokal. Jadi bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung wisata," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Kembangkan Nilai Jual Udang Rebon, Pembangunan Rumah Terasi Buyung-Buyung Dilanjutkan Bertahap

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    13 Agustus 2026 pukul 12:36 WITA

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus mendorong pengembangan Rumah Terasi di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar. Pembangunannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

    Rumah Terasi tersebut disiapkan tidak hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi pusat pengelolaan, pengemasan hingga pemasaran produk berbahan baku udang rebon. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil perikanan masyarakat setempat.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan, pembangunan Rumah Terasi sejak awal memang dirancang dalam beberapa bangunan dengan fungsi berbeda. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap.

    "Karena keterbatasan anggaran, tahun kemarin kita alokasikan satu bangunan dan sudah selesai. Untuk pembangunan berikutnya tentu kita menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah," kata Eva.

    Ia menyampaikan bahwa tujuan utama pembangunan Rumah Terasi adalah mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual udang rebon sebagai bahan mentah. Melalui proses pengolahan, produk tersebut diharapkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha.

    Dirinya pun menyebut bahwa, untuk mendukung proses tersebut, terdapat tiga fasilitas yang dinilai paling mendesak, yakni ruang pengelolaan, ruang pengemasan dan ruang pemasaran.

    "Kalau tiga fasilitas itu sudah ada, insyaallah Rumah Terasi sudah bisa berjalan dari pengolahan hingga produk siap dipasarkan. Yang lainnya lebih kepada fasilitas penunjang," terangnya.

    Ia menjelaskan bahwa ruang pengelolaan juga diperlukan untuk mengoptimalkan sejumlah peralatan bantuan dari Bank Indonesia (BI) yang telah tersedia. 

    Sementara itu, meski pembangunan belum seluruhnya dapat dilanjutkan, Diskoperindag tetap membuka peluang mencari sumber pendanaan lain, termasuk dukungan dari pemerintah pusat. Hal itu dilakukan agar Rumah Terasi nantinya dapat beroperasi secara maksimal.

    "Kalau ada peluang anggaran dari luar, baik dari APBN maupun sumber lainnya, tentu akan kita upayakan," tuturnya.

    Oleh karena itu, sembari menunggu kepastian anggaran, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kampung Buyung-Buyung agar bangunan yang telah tersedia dapat dimanfaatkan terlebih dahulu. Dengan demikian, fasilitas yang sudah dibangun tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

    "Kami coba akan terus komunikasikan dengan Kepala Kampung bahwa bangunan yang ada ini dimanfaatkan dulu lah sebagai apa dulu yang bisa dipergunakan di sana contohnya sebagai tempat produksi atau pengolahan," katanya.

    Selain itu, Eva menegaskan bahwa Rumah Terasi juga dirancang memiliki keterkaitan dengan potensi wisata di kawasan tersebut. Lokasinya diharapkan dapat menjadi tempat persinggahan wisatawan yang menuju Biduk-Biduk sekaligus menjadi ruang untuk memasarkan produk lokal.

    "Konsepnya bukan hanya tempat produksi. Kita berharap orang yang menuju Biduk-Biduk bisa singgah di Buyung-Buyung, membeli oleh-oleh dan menikmati produk lokal. Jadi bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung wisata," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)