Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Bahan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Musim kemarau panjang mulai berdampak terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Berau. Jagung dan sayur-sayuran menjadi komoditas yang mengalami kenaikan akibat menurunnya produktivitas lahan pertanian karena kondisi tanah yang mengering.
Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan kondisi cuaca saat ini berpengaruh terhadap hasil panen petani. Berkurangnya produktivitas lahan turut memengaruhi ketersediaan pasokan komoditas pangan di pasaran.
"Dampak musim kemarau ini, sayur-sayuran dan jagung semuanya naik. Kondisi tanah memang terdampak karena kekeringan, sehingga berpengaruh terhadap hasil panen," ujar Tenteram.
Ia pun menyebutkan, harga jagung saat ini telah mencapai Rp10 ribu per kilogram (Kg), bahkan di sejumlah tempat menyentuh Rp15 ribu per Kg. Kenaikan tersebut menjadi perhatian karena turut menambah beban pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pangan Berau mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan pola konsumsi sementara waktu, terutama terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi. Masyarakat diharapkan dapat mengatur kebutuhan pangan sesuai kondisi harga di pasaran hingga pasokan kembali membaik.
"Kalau memang mahal, ya sudahlah, kita berhenti dulu sebentar makan jagung. Karena ini fenomena alam akibat kemarau. Coba kalau tidak kemarau, pasti normal," katanya.
Ia mengakui, untuk saat ini belum ada solusi instan yang dapat dilakukan untuk memulihkan produktivitas pertanian akibat kemarau. Hingga kini, pasokan hasil panen lokal juga belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Perbaikan kondisi lahan dan hasil panen diharapkan dapat terjadi ketika musim penghujan tiba.
"Untuk saat ini kita belum ada solusi instan selain berdoa agar musim hujan segera tiba dan kondisi kembali normal," ungkapnya.
Oleh karena itu, Tenteram berharap perubahan cuaca dapat segera terjadi sehingga lahan pertanian kembali produktif, hasil panen meningkat dan pasokan jagung maupun sayur-sayuran di Berau berangsur pulih.
"Dengan membaiknya produktivitas pertanian dan ketersediaan pasokan, harga komoditas pangan diharapkan kembali stabil, jadi kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Bahan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Musim kemarau panjang mulai berdampak terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Berau. Jagung dan sayur-sayuran menjadi komoditas yang mengalami kenaikan akibat menurunnya produktivitas lahan pertanian karena kondisi tanah yang mengering.
Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan kondisi cuaca saat ini berpengaruh terhadap hasil panen petani. Berkurangnya produktivitas lahan turut memengaruhi ketersediaan pasokan komoditas pangan di pasaran.
"Dampak musim kemarau ini, sayur-sayuran dan jagung semuanya naik. Kondisi tanah memang terdampak karena kekeringan, sehingga berpengaruh terhadap hasil panen," ujar Tenteram.
Ia pun menyebutkan, harga jagung saat ini telah mencapai Rp10 ribu per kilogram (Kg), bahkan di sejumlah tempat menyentuh Rp15 ribu per Kg. Kenaikan tersebut menjadi perhatian karena turut menambah beban pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pangan Berau mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan pola konsumsi sementara waktu, terutama terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi. Masyarakat diharapkan dapat mengatur kebutuhan pangan sesuai kondisi harga di pasaran hingga pasokan kembali membaik.
"Kalau memang mahal, ya sudahlah, kita berhenti dulu sebentar makan jagung. Karena ini fenomena alam akibat kemarau. Coba kalau tidak kemarau, pasti normal," katanya.
Ia mengakui, untuk saat ini belum ada solusi instan yang dapat dilakukan untuk memulihkan produktivitas pertanian akibat kemarau. Hingga kini, pasokan hasil panen lokal juga belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Perbaikan kondisi lahan dan hasil panen diharapkan dapat terjadi ketika musim penghujan tiba.
"Untuk saat ini kita belum ada solusi instan selain berdoa agar musim hujan segera tiba dan kondisi kembali normal," ungkapnya.
Oleh karena itu, Tenteram berharap perubahan cuaca dapat segera terjadi sehingga lahan pertanian kembali produktif, hasil panen meningkat dan pasokan jagung maupun sayur-sayuran di Berau berangsur pulih.
"Dengan membaiknya produktivitas pertanian dan ketersediaan pasokan, harga komoditas pangan diharapkan kembali stabil, jadi kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)