Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Diskominfo Kabupaten Berau
Dok. M2F 2025, di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi potensi meningkatnya kunjungan wisatawan selama musim libur sekolah tahun ini. Salah satu fokus perhatian berada di Pulau Maratua yang akan menjadi lokasi pelaksanaan Maratua Musik Festival (M2F) 2026 pada 30 Juni hingga 4 Juli mendatang.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan momen libur sekolah yang bertepatan dengan penyelenggaraan M2F diperkirakan akan mendorong tingginya mobilitas wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di Berau. Karena itu, pihaknya akan memanfaatkan pelaksanaan festival sebagai sarana untuk memantau kondisi destinasi wisata secara langsung.
"Iya nanti ada event di Maratua akhir Juni sampai awal Juli. Meskipun libur ini tidak seperti pada saat hari lebaran pastinya tapi momen ini akan kita manfaatkan sebaik mungkin," ujar Yudha.
Ia mengatakan, sejak awal jadwal penyelenggaraan M2F memang dirancang agar bertepatan dengan masa liburan sekolah. Strategi tersebut dilakukan untuk memaksimalkan daya tarik festival sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Berau.
Selain menghadirkan pertunjukan musik, M2F 2026 juga akan diramaikan dengan agenda budaya, perlombaan hingga bazar UMKM. Kehadiran kegiatan budaya tersebut diharapkan semakin memperkuat identitas lokal sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Maratua.
"Jadi nanti para pengunjung juga bisa menikmati pesona alam Maratua, kekayaan budaya lokal dan hiburan spektakuler dalam satu rangkaian acara," katanya.
Sementara itu, Yudha menegaskan bahwa pihaknya juga akan memastikan destinasi wisata yang menjadi tujuan utama wisatawan tersebut agar dapat mampu memberikan pelayanan yang baik selama periode kunjungan tinggi maupun pada hari biasa.
"Pemantauan itu terus kita lakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari pengelolaan kawasan wisata, kenyamanan pengunjung, hingga kesiapan pelaku usaha pariwisata dalam menyambut tamu yang datang," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Diskominfo Kabupaten Berau

Dok. M2F 2025, di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi potensi meningkatnya kunjungan wisatawan selama musim libur sekolah tahun ini. Salah satu fokus perhatian berada di Pulau Maratua yang akan menjadi lokasi pelaksanaan Maratua Musik Festival (M2F) 2026 pada 30 Juni hingga 4 Juli mendatang.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan momen libur sekolah yang bertepatan dengan penyelenggaraan M2F diperkirakan akan mendorong tingginya mobilitas wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di Berau. Karena itu, pihaknya akan memanfaatkan pelaksanaan festival sebagai sarana untuk memantau kondisi destinasi wisata secara langsung.
"Iya nanti ada event di Maratua akhir Juni sampai awal Juli. Meskipun libur ini tidak seperti pada saat hari lebaran pastinya tapi momen ini akan kita manfaatkan sebaik mungkin," ujar Yudha.
Ia mengatakan, sejak awal jadwal penyelenggaraan M2F memang dirancang agar bertepatan dengan masa liburan sekolah. Strategi tersebut dilakukan untuk memaksimalkan daya tarik festival sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Berau.
Selain menghadirkan pertunjukan musik, M2F 2026 juga akan diramaikan dengan agenda budaya, perlombaan hingga bazar UMKM. Kehadiran kegiatan budaya tersebut diharapkan semakin memperkuat identitas lokal sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Maratua.
"Jadi nanti para pengunjung juga bisa menikmati pesona alam Maratua, kekayaan budaya lokal dan hiburan spektakuler dalam satu rangkaian acara," katanya.
Sementara itu, Yudha menegaskan bahwa pihaknya juga akan memastikan destinasi wisata yang menjadi tujuan utama wisatawan tersebut agar dapat mampu memberikan pelayanan yang baik selama periode kunjungan tinggi maupun pada hari biasa.
"Pemantauan itu terus kita lakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari pengelolaan kawasan wisata, kenyamanan pengunjung, hingga kesiapan pelaku usaha pariwisata dalam menyambut tamu yang datang," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)