Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Rapat koordinasi Pusdiklat Paskibraka Tahun 2026, di Ruang Rapat Kakaban Setda Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Menjelang pelaksanaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Berau melibatkan sejumlah OPD untuk mematangkan berbagai persiapan.
Fokus utama yang dibahas adalah pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) bagi peserta selama menjalani masa karantina. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kakaban Setda Berau, Jumat (5/6/2026).
Rapat menghadirkan OPD terkait yang nantinya akan mendukung kebutuhan fasilitas, kesehatan, transportasi hingga kebersihan selama pelaksanaan pusdiklat.
Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Berau, Emy Lestari Mansyur mengatakan koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan peserta dapat terpenuhi sebelum memasuki masa karantina.
"Rapat ini adalah rapat koordinasi pihak-pihak terkait di dalam pelaksanaan Pusdiklat Paskibraka tahun 2026. Sehingga koordinasi dan persamaan persepsi bisa melancarkan kegiatan ini dan menyukseskan kegiatan sampai terlaksananya acara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus yang akan datang," ujar Emy.
Ia menjelaskan, para peserta akan menjalani karantina dan pelatihan selama 15 hari di Stadion Mini Teluk Bayur. Karena itu, berbagai fasilitas penunjang harus dipersiapkan sejak awal agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah tempat tidur peserta. Berdasarkan pengalaman saat seleksi, penggunaan pelbet dinilai kurang ideal untuk digunakan dalam jangka waktu lama.
"Anak-anak itu sudah mengeluh sakit pada saat mereka tidur karena pelbet itu melengkung. Kalau digunakan selama 15 hari tentu tidak kami rekomendasikan," katanya.
Selain itu, fasilitas mandi di lokasi karantina juga masih perlu dilengkapi. Dirinya mengatakan Stadion Mini Teluk Bayur hanya memiliki fasilitas MCK, sehingga membutuhkan tambahan sarana pendukung seperti tempat penampungan air dan perlengkapan mandi masih dibutuhkan.
Ia juga meminta dukungan penyediaan meja dan kursi untuk kegiatan pembelajaran selama karantina. Selain latihan fisik dan baris-berbaris, para peserta akan mendapatkan materi wawasan kebangsaan, kepemimpinan dan pembentukan karakter dari berbagai narasumber.
"Di dalam pusdiklat ada pembelajaran aktif pada malam hari. Kasihan sekali kalau adik-adik itu duduk harus di bawah saat menerima materi," ujar Emy.
Tak hanya itu, kebutuhan layanan kesehatan, internet, sound system, infokus, kebersihan lingkungan hingga transportasi peserta menuju lokasi latihan di GOR Pemuda Tanjung Redeb juga masuk dalam daftar persiapan yang dibahas bersama OPD terkait.
Sementara itu, Bupati Berau yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kesra, Warji meminta seluruh pihak memaksimalkan waktu yang ada untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan sebelum masa karantina dimulai.
"Kami berharap kegiatan ini nanti bisa berlangsung dengan lancar. Apa-apa yang perlu dipersiapkan dan dilakukan dalam rangka Pusdiklat Paskibraka ini juga bisa berjalan baik dan lancar," katanya.
Menurutnya, kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran pembinaan calon paskibraka yang nantinya akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Berau.
"Jangan sampai ada celah-celah yang kurang terkait administrasi, kesehatan maupun fasilitas pendukung. Semua harus dipastikan siap sebelum peserta memasuki masa karantina," pungkas Warji. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Rapat koordinasi Pusdiklat Paskibraka Tahun 2026, di Ruang Rapat Kakaban Setda Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Menjelang pelaksanaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Berau melibatkan sejumlah OPD untuk mematangkan berbagai persiapan.
Fokus utama yang dibahas adalah pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) bagi peserta selama menjalani masa karantina. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kakaban Setda Berau, Jumat (5/6/2026).
Rapat menghadirkan OPD terkait yang nantinya akan mendukung kebutuhan fasilitas, kesehatan, transportasi hingga kebersihan selama pelaksanaan pusdiklat.
Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Berau, Emy Lestari Mansyur mengatakan koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan peserta dapat terpenuhi sebelum memasuki masa karantina.
"Rapat ini adalah rapat koordinasi pihak-pihak terkait di dalam pelaksanaan Pusdiklat Paskibraka tahun 2026. Sehingga koordinasi dan persamaan persepsi bisa melancarkan kegiatan ini dan menyukseskan kegiatan sampai terlaksananya acara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus yang akan datang," ujar Emy.
Ia menjelaskan, para peserta akan menjalani karantina dan pelatihan selama 15 hari di Stadion Mini Teluk Bayur. Karena itu, berbagai fasilitas penunjang harus dipersiapkan sejak awal agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah tempat tidur peserta. Berdasarkan pengalaman saat seleksi, penggunaan pelbet dinilai kurang ideal untuk digunakan dalam jangka waktu lama.
"Anak-anak itu sudah mengeluh sakit pada saat mereka tidur karena pelbet itu melengkung. Kalau digunakan selama 15 hari tentu tidak kami rekomendasikan," katanya.
Selain itu, fasilitas mandi di lokasi karantina juga masih perlu dilengkapi. Dirinya mengatakan Stadion Mini Teluk Bayur hanya memiliki fasilitas MCK, sehingga membutuhkan tambahan sarana pendukung seperti tempat penampungan air dan perlengkapan mandi masih dibutuhkan.
Ia juga meminta dukungan penyediaan meja dan kursi untuk kegiatan pembelajaran selama karantina. Selain latihan fisik dan baris-berbaris, para peserta akan mendapatkan materi wawasan kebangsaan, kepemimpinan dan pembentukan karakter dari berbagai narasumber.
"Di dalam pusdiklat ada pembelajaran aktif pada malam hari. Kasihan sekali kalau adik-adik itu duduk harus di bawah saat menerima materi," ujar Emy.
Tak hanya itu, kebutuhan layanan kesehatan, internet, sound system, infokus, kebersihan lingkungan hingga transportasi peserta menuju lokasi latihan di GOR Pemuda Tanjung Redeb juga masuk dalam daftar persiapan yang dibahas bersama OPD terkait.
Sementara itu, Bupati Berau yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kesra, Warji meminta seluruh pihak memaksimalkan waktu yang ada untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan sebelum masa karantina dimulai.
"Kami berharap kegiatan ini nanti bisa berlangsung dengan lancar. Apa-apa yang perlu dipersiapkan dan dilakukan dalam rangka Pusdiklat Paskibraka ini juga bisa berjalan baik dan lancar," katanya.
Menurutnya, kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran pembinaan calon paskibraka yang nantinya akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Berau.
"Jangan sampai ada celah-celah yang kurang terkait administrasi, kesehatan maupun fasilitas pendukung. Semua harus dipastikan siap sebelum peserta memasuki masa karantina," pungkas Warji. (Adv)
(Sf/Lo)