Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Jaga Warisan Leluhur, Masyarakat Talisayan di Berau Pertahankan Tradisi Tulak Bala

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    12 Agustus 2026 pukul 16:43 WITA

    Tradisi Adat Bahari Tulak Bala Buang Naas, di Pendopo Kecamatan Talisayan. (Foto: Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Masyarakat Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan, terus mempertahankan tradisi Adat Bahari Tulak Bala Buang Naas sebagai bagian dari warisan leluhur. Tradisi tersebut kembali digelar di Pendopo Kecamatan Talisayan, Selasa (12/8/2026).

    Kegiatan ini dihadiri masyarakat serta unsur pemerintahan setempat. Mengusung tema "Merawat Silaturahmi, Melestarikan Adat Bahari untuk Talisayan Berkah dan Harmoni".

    Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, mengatakan tradisi Tulak Bala Buang Naas telah dilaksanakan sejak dahulu dan hingga kini masih dijaga masyarakat. Tradisi ini menjadi bentuk doa bersama sekaligus upaya menjaga warisan budaya yang telah dilakukan secara turun-temurun.

    "Tradisi ini sudah ada sejak dulu dan terus kami pertahankan. Selain sebagai bentuk doa bersama, ini menjadi ikhtiar masyarakat untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT," kata Ali.

    Tradisi ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kampung Talisayan sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia menjelaskan bahwa dalam prosesi Buang Naas, air linjuang yang sebelumnya telah disiapkan dan dibacakan doa disiramkan kepada perwakilan anak masyarakat kampung. Prosesi diawali oleh tetua adat dan kemudian dilanjutkan Wakil Bupati Berau bersama pejabat serta masyarakat yang hadir.

    Dirinya pun menekankan bahwa, keberadaan tradisi tersebut juga perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi tetap dipahami sebagai bagian dari identitas masyarakat Talisayan.

    "Harapannya anak-anak muda ikut mengenal dan terlibat dalam tradisi ini. Jangan sampai perkembangan zaman membuat mereka lupa dengan adat dan budaya sendiri. Kami ingin tradisi ini tetap hidup dan bisa dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami budaya yang diwariskan oleh para leluhur," ujarnya.

    Terakhir, Ali juga berharap pelestarian adat dapat terus berjalan di tengah perkembangan daerah. Menurutnya, kemajuan masyarakat perlu tetap diiringi dengan upaya menjaga nilai budaya dan identitas lokal.

    "Kita ingin masyarakat terus maju, tetapi tidak kehilangan jati dirinya. Karena itu, warisan adat seperti ini harus terus kita jaga bersama," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Jaga Warisan Leluhur, Masyarakat Talisayan di Berau Pertahankan Tradisi Tulak Bala

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    12 Agustus 2026 pukul 16:43 WITA

    Tradisi Adat Bahari Tulak Bala Buang Naas, di Pendopo Kecamatan Talisayan. (Foto: Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Masyarakat Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan, terus mempertahankan tradisi Adat Bahari Tulak Bala Buang Naas sebagai bagian dari warisan leluhur. Tradisi tersebut kembali digelar di Pendopo Kecamatan Talisayan, Selasa (12/8/2026).

    Kegiatan ini dihadiri masyarakat serta unsur pemerintahan setempat. Mengusung tema "Merawat Silaturahmi, Melestarikan Adat Bahari untuk Talisayan Berkah dan Harmoni".

    Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, mengatakan tradisi Tulak Bala Buang Naas telah dilaksanakan sejak dahulu dan hingga kini masih dijaga masyarakat. Tradisi ini menjadi bentuk doa bersama sekaligus upaya menjaga warisan budaya yang telah dilakukan secara turun-temurun.

    "Tradisi ini sudah ada sejak dulu dan terus kami pertahankan. Selain sebagai bentuk doa bersama, ini menjadi ikhtiar masyarakat untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT," kata Ali.

    Tradisi ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kampung Talisayan sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia menjelaskan bahwa dalam prosesi Buang Naas, air linjuang yang sebelumnya telah disiapkan dan dibacakan doa disiramkan kepada perwakilan anak masyarakat kampung. Prosesi diawali oleh tetua adat dan kemudian dilanjutkan Wakil Bupati Berau bersama pejabat serta masyarakat yang hadir.

    Dirinya pun menekankan bahwa, keberadaan tradisi tersebut juga perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi tetap dipahami sebagai bagian dari identitas masyarakat Talisayan.

    "Harapannya anak-anak muda ikut mengenal dan terlibat dalam tradisi ini. Jangan sampai perkembangan zaman membuat mereka lupa dengan adat dan budaya sendiri. Kami ingin tradisi ini tetap hidup dan bisa dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami budaya yang diwariskan oleh para leluhur," ujarnya.

    Terakhir, Ali juga berharap pelestarian adat dapat terus berjalan di tengah perkembangan daerah. Menurutnya, kemajuan masyarakat perlu tetap diiringi dengan upaya menjaga nilai budaya dan identitas lokal.

    "Kita ingin masyarakat terus maju, tetapi tidak kehilangan jati dirinya. Karena itu, warisan adat seperti ini harus terus kita jaga bersama," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)