Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Jaga Keberlanjutan Wisata, Berau Perkuat Perlindungan Ekosistem Maratua

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    07 Oktober 2026 pukul 17:33 WITA

    Pulau Maratua. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat perlindungan ekosistem laut di Pulau Maratua sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pariwisata bahari. Kelestarian perairan dinilai menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya tarik destinasi sekaligus mendukung sumber penghidupan masyarakat.

    Melalui Dinas Perikanan (Diskan) Berau, perlindungan dilakukan dengan memperluas edukasi kepada masyarakat, nelayan, pelaku usaha wisata hingga wisatawan. Langkah tersebut diarahkan untuk mencegah berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu biota dan habitat laut.

    Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengatakan pengawasan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat. Menurutnya, seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan perairan harus mengetahui batas-batas yang perlu dijaga.

    "Perlindungan kawasan laut tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan. Pemahaman masyarakat, nelayan, pelaku usaha wisata hingga wisatawan juga perlu diperkuat agar setiap aktivitas di laut tetap memperhatikan keberlangsungan biota dan habitatnya," kata Majid.

    Ia mengatakan bahwa Maratua memiliki ekosistem laut yang menjadi modal utama pengembangan wisata bahari Berau. Terumbu karang, ikan dan berbagai biota lainnya tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari daya tarik wisata yang perlu dipertahankan. 

    "Kerusakan ekosistem laut inikan membutuhkan waktu panjang untuk pulih. Jadi kami ingin setiap orang yang beraktivitas di Maratua memahami batas-batas yang harus dijaga," ujarnya.

    Dirinya pun menyebut salah satu aktivitas yang menjadi perhatian adalah penggunaan speargun atau panah ikan. Sehingga, edukasi mengenai aktivitas tersebut terus didorong agar masyarakat maupun wisatawan memahami potensi dampaknya terhadap keberadaan biota laut.

    Dalam memperkuat perlindungan, Diskan Berau juga melibatkan pengelola resort. Pihak resort dinilai memiliki posisi strategis untuk memberikan informasi mengenai aturan serta perilaku ramah lingkungan kepada wisatawan sejak mereka tiba di kawasan Maratua.

    "Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan bawah laut, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai aktivitas yang sebaiknya dihindari agar tidak memberikan tekanan terhadap ekosistem," tambahnya.

    Tak hanya itu, koordinasi dengan jajaran di tingkat kecamatan, perangkat daerah dan sektor pariwisata juga terus dilakukan. Upaya lintas sektor tersebut diharapkan membuat perlindungan lingkungan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.

    Majid pun menegaskan, kelestarian laut dan pariwisata memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Kondisi ekosistem yang terjaga akan mendukung keberlangsungan kunjungan wisata sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada laut.

    "Kami berharap dengan keterlibatan bersama ini dapat mencegah aktivitas yang berisiko merusak ekosistem sekaligus menjaga Maratua tetap menjadi salah satu destinasi unggulan wisata bahari Berau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Jaga Keberlanjutan Wisata, Berau Perkuat Perlindungan Ekosistem Maratua

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    07 Oktober 2026 pukul 17:33 WITA

    Pulau Maratua. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat perlindungan ekosistem laut di Pulau Maratua sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pariwisata bahari. Kelestarian perairan dinilai menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya tarik destinasi sekaligus mendukung sumber penghidupan masyarakat.

    Melalui Dinas Perikanan (Diskan) Berau, perlindungan dilakukan dengan memperluas edukasi kepada masyarakat, nelayan, pelaku usaha wisata hingga wisatawan. Langkah tersebut diarahkan untuk mencegah berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu biota dan habitat laut.

    Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengatakan pengawasan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat. Menurutnya, seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan perairan harus mengetahui batas-batas yang perlu dijaga.

    "Perlindungan kawasan laut tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan. Pemahaman masyarakat, nelayan, pelaku usaha wisata hingga wisatawan juga perlu diperkuat agar setiap aktivitas di laut tetap memperhatikan keberlangsungan biota dan habitatnya," kata Majid.

    Ia mengatakan bahwa Maratua memiliki ekosistem laut yang menjadi modal utama pengembangan wisata bahari Berau. Terumbu karang, ikan dan berbagai biota lainnya tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari daya tarik wisata yang perlu dipertahankan. 

    "Kerusakan ekosistem laut inikan membutuhkan waktu panjang untuk pulih. Jadi kami ingin setiap orang yang beraktivitas di Maratua memahami batas-batas yang harus dijaga," ujarnya.

    Dirinya pun menyebut salah satu aktivitas yang menjadi perhatian adalah penggunaan speargun atau panah ikan. Sehingga, edukasi mengenai aktivitas tersebut terus didorong agar masyarakat maupun wisatawan memahami potensi dampaknya terhadap keberadaan biota laut.

    Dalam memperkuat perlindungan, Diskan Berau juga melibatkan pengelola resort. Pihak resort dinilai memiliki posisi strategis untuk memberikan informasi mengenai aturan serta perilaku ramah lingkungan kepada wisatawan sejak mereka tiba di kawasan Maratua.

    "Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan bawah laut, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai aktivitas yang sebaiknya dihindari agar tidak memberikan tekanan terhadap ekosistem," tambahnya.

    Tak hanya itu, koordinasi dengan jajaran di tingkat kecamatan, perangkat daerah dan sektor pariwisata juga terus dilakukan. Upaya lintas sektor tersebut diharapkan membuat perlindungan lingkungan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.

    Majid pun menegaskan, kelestarian laut dan pariwisata memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Kondisi ekosistem yang terjaga akan mendukung keberlangsungan kunjungan wisata sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada laut.

    "Kami berharap dengan keterlibatan bersama ini dapat mencegah aktivitas yang berisiko merusak ekosistem sekaligus menjaga Maratua tetap menjadi salah satu destinasi unggulan wisata bahari Berau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)