Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Jadi Penopang Ekonomi dan Wisata Perkotaan, DLHK Berau Gelar Aksi Bersih Sungai Peringati HSN 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2026 pukul 15:59 WITA

    Aksi bersih sungai peringati HSN 2026, di Sungai Segah, Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sungai Segah tidak hanya memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat Berau, tetapi juga menjadi bagian dari daya tarik wisata perkotaan. Menjaga kebersihan sungai pun dinilai penting agar fungsi tersebut dapat terus dipertahankan.

    Hal itu menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau melalui Aksi Bersih Sungai Segah dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional (HSN) 2026, Kamis (8/10/2026).

    Mengusung tema "Merawat Sungai, Memulihkan Kehidupan", kegiatan yang dipusatkan di Tepian Ahmad Yani tersebut melibatkan ratusan peserta dari perangkat daerah, komunitas, perguruan tinggi hingga pelajar.

    Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan Sungai Segah bersama Sungai Kelay merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat sekaligus menopang berbagai aktivitas perekonomian daerah.

    "Seperti kita ketahui bersama, Sungai Segah dan Sungai Kelay ini merupakan urat nadi perekonomian Kabupaten Berau. Di dalamnya ada kegiatan transportasi, keramba, perikanan, pertanian juga tergantung pada sungai ini. Dan ini menjadi bagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat," ujar Zulkifli.

    Selain mendukung aktivitas ekonomi, kawasan tepian sungai juga berkembang menjadi ruang publik dan kawasan kuliner yang menawarkan suasana berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan. Tepian Ahmad Yani, Teratai, Gunung Tabur hingga Sambaliung menjadi kawasan yang dapat dinikmati sambil melihat langsung aliran sungai.

    "Kawasan tepian ini merupakan wisata kuliner kita di kota. Masyarakat bisa menikmati sungai sambil kulineran ataupun sekadar bersantai sambil menghadap sungai langsung," katanya.

    Menurutnya, kondisi tersebut membuat kebersihan sungai menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan berbagai pihak yang beraktivitas di sekitar sungai.

    "Karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga sungai agar tetap bersih dan sehat," terangnya.

    Ia menilai persoalan sampah yang masuk ke sungai juga berkaitan erat dengan pola pengelolaan sampah masyarakat. Karena itu, upaya menjaga sungai harus dimulai dari sumber dengan mengurangi, memilah dan mengelola sampah secara tepat.

    "Perilaku kita harus kita ubah. Kurangi sampah, pilah sampah, kelola dari sumbernya. Jangan buang sampah sembarangan karena setelah turun hujan, sampah akan hanyut ke sungai dan pastinya akan mengotori sungai," tuturnya.

    Zulkifli pun berharap aksi bersih Sungai Segah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial memperingati HSN. Semangat gotong royong tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebiasaan menjaga sungai secara berkelanjutan.

    "Jangan sampai hari ini kita membersihkan sungai, tetapi beberapa hari kemudian sungai kembali dipenuhi sampah. Yang kita harapkan adalah perubahan perilaku yang berlangsung secara terus-menerus," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Jadi Penopang Ekonomi dan Wisata Perkotaan, DLHK Berau Gelar Aksi Bersih Sungai Peringati HSN 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2026 pukul 15:59 WITA

    Aksi bersih sungai peringati HSN 2026, di Sungai Segah, Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Sungai Segah tidak hanya memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat Berau, tetapi juga menjadi bagian dari daya tarik wisata perkotaan. Menjaga kebersihan sungai pun dinilai penting agar fungsi tersebut dapat terus dipertahankan.

    Hal itu menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau melalui Aksi Bersih Sungai Segah dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional (HSN) 2026, Kamis (8/10/2026).

    Mengusung tema "Merawat Sungai, Memulihkan Kehidupan", kegiatan yang dipusatkan di Tepian Ahmad Yani tersebut melibatkan ratusan peserta dari perangkat daerah, komunitas, perguruan tinggi hingga pelajar.

    Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan Sungai Segah bersama Sungai Kelay merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat sekaligus menopang berbagai aktivitas perekonomian daerah.

    "Seperti kita ketahui bersama, Sungai Segah dan Sungai Kelay ini merupakan urat nadi perekonomian Kabupaten Berau. Di dalamnya ada kegiatan transportasi, keramba, perikanan, pertanian juga tergantung pada sungai ini. Dan ini menjadi bagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat," ujar Zulkifli.

    Selain mendukung aktivitas ekonomi, kawasan tepian sungai juga berkembang menjadi ruang publik dan kawasan kuliner yang menawarkan suasana berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan. Tepian Ahmad Yani, Teratai, Gunung Tabur hingga Sambaliung menjadi kawasan yang dapat dinikmati sambil melihat langsung aliran sungai.

    "Kawasan tepian ini merupakan wisata kuliner kita di kota. Masyarakat bisa menikmati sungai sambil kulineran ataupun sekadar bersantai sambil menghadap sungai langsung," katanya.

    Menurutnya, kondisi tersebut membuat kebersihan sungai menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan berbagai pihak yang beraktivitas di sekitar sungai.

    "Karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga sungai agar tetap bersih dan sehat," terangnya.

    Ia menilai persoalan sampah yang masuk ke sungai juga berkaitan erat dengan pola pengelolaan sampah masyarakat. Karena itu, upaya menjaga sungai harus dimulai dari sumber dengan mengurangi, memilah dan mengelola sampah secara tepat.

    "Perilaku kita harus kita ubah. Kurangi sampah, pilah sampah, kelola dari sumbernya. Jangan buang sampah sembarangan karena setelah turun hujan, sampah akan hanyut ke sungai dan pastinya akan mengotori sungai," tuturnya.

    Zulkifli pun berharap aksi bersih Sungai Segah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial memperingati HSN. Semangat gotong royong tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebiasaan menjaga sungai secara berkelanjutan.

    "Jangan sampai hari ini kita membersihkan sungai, tetapi beberapa hari kemudian sungai kembali dipenuhi sampah. Yang kita harapkan adalah perubahan perilaku yang berlangsung secara terus-menerus," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)