Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Jadi Peluang Ekonomi Kreatif Berau, Batik Derawan-Maratua Dikenalkan ke Panggung Nasional

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    04 Oktober 2026 pukul 12:04 WITA

    Motif Batik Derawan dan Maratua yang diperkenalkan di panggung nasional dalam ajang PPBN 2026. (Foto: Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Motif Batik Derawan dan Maratua diperkenalkan di panggung nasional dalam ajang Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026. Keikutsertaan ini menjadi momentum untuk memperluas pengenalan batik khas Berau, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif daerah.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan penggunaan tema Derawan dan Maratua dalam ajang nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan batik daerah kepada masyarakat lebih luas.

    "Untuk PPBN 2026 kita bersyukur karena mengangkat tema Batik Derawan dan Maratua sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan batik daerah," ujar Yudha.

    Menurutnya, pengenalan batik melalui panggung nasional memiliki nilai strategis karena dapat menghubungkan produk budaya dengan promosi pariwisata Berau. Nama Derawan dan Maratua yang sudah dikenal sebagai destinasi wisata juga dapat menjadi daya tarik dalam memasarkan produk batik.

    "Tentu saja ini menjadi peluang sekaligus tantangan besar bagi Kabupaten Berau dalam memanfaatkan ini sebagai promosi bagi pariwisata dan sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif, khususnya Batik Berau," terangnya.

    Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti peluang tersebut, Disbudpar berencana mendorong produksi dan pemasaran motif Batik Derawan dan Maratua secara lebih luas. Tidak hanya menyasar pasar nasional, pemasaran juga diarahkan untuk membuka peluang hingga ke luar negeri.

    "Motif Batik tema Derawan dan Maratua ini akan kita produksi dan pasarkan secara luas secara nasional. Tentu saja melalui promosi dan pariwisata. Bahkan bisa saja hingga ke mancanegara," katanya.

    Disbudpar juga akan menjajaki berbagai bentuk kerja sama dan kolaborasi untuk mendukung pengembangan serta pemasaran batik tersebut. Dengan demikian, batik tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga dapat memberi nilai tambah bagi pelaku ekonomi kreatif di Berau.

    Sementara itu, dalam ajang PPBN 2026, perwakilan Berau, Bulqis Sastra, berhasil masuk Top 6 dan meraih juara 5 atau Runner Up 4. Capaian tersebut turut menjadi ruang bagi Batik Derawan dan Maratua untuk tampil di panggung nasional.

    Ia mengatakan, pihaknya memberikan dukungan kepada Bulqis Sastra selama mengikuti rangkaian ajang tersebut. Dukungan dilakukan melalui promosi di media sosial dan media massa, menggalang dukungan masyarakat serta memberikan pembekalan sebelum keberangkatan ke Jakarta.

    "Disbudpar mengucapkan selamat dan sukses atas capaian dan prestasi ini. Top 6 Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara tahun 2026. Ini prestasi tingkat nasional, jadi cukup membanggakan kabupaten dan provinsi," tuturnya.

    Yudha pun mendorong generasi muda Berau untuk tampil dalam berbagai ajang seni, budaya dan ekonomi kreatif. Menurutnya, prestasi di tingkat nasional dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan lebih banyak potensi budaya dan produk kreatif Berau.

    "Capaian ini juga membuktikan bahwa anak muda Berau punya potensi dan peluang untuk berprestasi di tingkat nasional," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Jadi Peluang Ekonomi Kreatif Berau, Batik Derawan-Maratua Dikenalkan ke Panggung Nasional

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    04 Oktober 2026 pukul 12:04 WITA

    Motif Batik Derawan dan Maratua yang diperkenalkan di panggung nasional dalam ajang PPBN 2026. (Foto: Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Motif Batik Derawan dan Maratua diperkenalkan di panggung nasional dalam ajang Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026. Keikutsertaan ini menjadi momentum untuk memperluas pengenalan batik khas Berau, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif daerah.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan penggunaan tema Derawan dan Maratua dalam ajang nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan batik daerah kepada masyarakat lebih luas.

    "Untuk PPBN 2026 kita bersyukur karena mengangkat tema Batik Derawan dan Maratua sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan batik daerah," ujar Yudha.

    Menurutnya, pengenalan batik melalui panggung nasional memiliki nilai strategis karena dapat menghubungkan produk budaya dengan promosi pariwisata Berau. Nama Derawan dan Maratua yang sudah dikenal sebagai destinasi wisata juga dapat menjadi daya tarik dalam memasarkan produk batik.

    "Tentu saja ini menjadi peluang sekaligus tantangan besar bagi Kabupaten Berau dalam memanfaatkan ini sebagai promosi bagi pariwisata dan sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif, khususnya Batik Berau," terangnya.

    Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti peluang tersebut, Disbudpar berencana mendorong produksi dan pemasaran motif Batik Derawan dan Maratua secara lebih luas. Tidak hanya menyasar pasar nasional, pemasaran juga diarahkan untuk membuka peluang hingga ke luar negeri.

    "Motif Batik tema Derawan dan Maratua ini akan kita produksi dan pasarkan secara luas secara nasional. Tentu saja melalui promosi dan pariwisata. Bahkan bisa saja hingga ke mancanegara," katanya.

    Disbudpar juga akan menjajaki berbagai bentuk kerja sama dan kolaborasi untuk mendukung pengembangan serta pemasaran batik tersebut. Dengan demikian, batik tidak hanya menjadi produk budaya, tetapi juga dapat memberi nilai tambah bagi pelaku ekonomi kreatif di Berau.

    Sementara itu, dalam ajang PPBN 2026, perwakilan Berau, Bulqis Sastra, berhasil masuk Top 6 dan meraih juara 5 atau Runner Up 4. Capaian tersebut turut menjadi ruang bagi Batik Derawan dan Maratua untuk tampil di panggung nasional.

    Ia mengatakan, pihaknya memberikan dukungan kepada Bulqis Sastra selama mengikuti rangkaian ajang tersebut. Dukungan dilakukan melalui promosi di media sosial dan media massa, menggalang dukungan masyarakat serta memberikan pembekalan sebelum keberangkatan ke Jakarta.

    "Disbudpar mengucapkan selamat dan sukses atas capaian dan prestasi ini. Top 6 Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara tahun 2026. Ini prestasi tingkat nasional, jadi cukup membanggakan kabupaten dan provinsi," tuturnya.

    Yudha pun mendorong generasi muda Berau untuk tampil dalam berbagai ajang seni, budaya dan ekonomi kreatif. Menurutnya, prestasi di tingkat nasional dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan lebih banyak potensi budaya dan produk kreatif Berau.

    "Capaian ini juga membuktikan bahwa anak muda Berau punya potensi dan peluang untuk berprestasi di tingkat nasional," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)