Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan bahwa investasi yang masuk ke daerah tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata. Kehadiran investasi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam berbagai aktivitas usaha.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan tata cara pelaksanaan kemitraan di bidang penanaman modal antara usaha besar dan UMKM di daerah.
Menurutnya, regulasi tersebut mempertegas posisi UMKM sebagai bagian penting dalam rantai pasok perusahaan besar yang beroperasi di daerah. Dengan demikian, manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Keberadaan UMKM harus menjadi bagian penting dalam rantai pasok dan aktivitas usaha besar-besar yang beroperasi di daerah," ujar Nanang.
Ia menegaskan bahwa kebijakan kemitraan tersebut bukan untuk menghambat kegiatan usaha perusahaan besar. Namun, sebaliknya, aturan itu hadir sebagai bentuk tanggung jawab moral dan legal perusahaan terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasionalnya.
Sementara itu, dirinya menjelaskan, kemitraan yang dilaksanakan secara resmi juga memberikan keuntungan bagi perusahaan. Kerja sama yang dituangkan dalam dokumen tertulis dan disertai berita acara akan menjadi salah satu persyaratan dalam memperoleh insentif penanaman modal dari pemerintah daerah.
"Jadi sebenarnya nanti itu persyaratan untuk mendapatkan insentif dari daerah. Alhamdulillah Kabupaten Berau juga sudah ada Perda mengenai kemudahan investasi dan kemudahan penanaman modal di Kabupaten Berau, Nomor 8 Tahun 2024," katanya.
Oleh karena itu, ia menekankan agar seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, pelaku usaha besar maupun UMKM, dapat memiliki pemahaman yang sama terkait hak dan kewajiban dalam pelaksanaan kemitraan.
"Dengan pemahaman yang sama, pelaksanaan investasi kemitraan di lapangan dapat berjalan lebih efektif, transparan dan memberikan manfaat yang optimal bagi semua pihak," tuturnya.
Selain itu, dirinya menyebut Kabupaten Berau memiliki potensi investasi yang besar di berbagai sektor unggulan seperti pariwisata, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan.
"Potensi kita banyak ini harus pintar kita memanfaatkan peluang tersebut agar dapat menciptakan nilai tambah ekonomi melalui keterlibatan UMKM lokal dalam kegiatan usaha maupun investasi," tambahnya.
Terakhir, Nanang berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau tersebut dapat terus meningkatkan komitmen dalam memberdayakan UMKM melalui pengadaan barang dan jasa, pembinaan usaha, transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas, hingga perluasan akses pasar.
"Dengan kemitraan yang kuat, kami harapkan investasi di Berau mampu memberikan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pihak," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan bahwa investasi yang masuk ke daerah tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata. Kehadiran investasi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam berbagai aktivitas usaha.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, menyusul diterbitkannya Peraturan Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan tata cara pelaksanaan kemitraan di bidang penanaman modal antara usaha besar dan UMKM di daerah.
Menurutnya, regulasi tersebut mempertegas posisi UMKM sebagai bagian penting dalam rantai pasok perusahaan besar yang beroperasi di daerah. Dengan demikian, manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Keberadaan UMKM harus menjadi bagian penting dalam rantai pasok dan aktivitas usaha besar-besar yang beroperasi di daerah," ujar Nanang.
Ia menegaskan bahwa kebijakan kemitraan tersebut bukan untuk menghambat kegiatan usaha perusahaan besar. Namun, sebaliknya, aturan itu hadir sebagai bentuk tanggung jawab moral dan legal perusahaan terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasionalnya.
Sementara itu, dirinya menjelaskan, kemitraan yang dilaksanakan secara resmi juga memberikan keuntungan bagi perusahaan. Kerja sama yang dituangkan dalam dokumen tertulis dan disertai berita acara akan menjadi salah satu persyaratan dalam memperoleh insentif penanaman modal dari pemerintah daerah.
"Jadi sebenarnya nanti itu persyaratan untuk mendapatkan insentif dari daerah. Alhamdulillah Kabupaten Berau juga sudah ada Perda mengenai kemudahan investasi dan kemudahan penanaman modal di Kabupaten Berau, Nomor 8 Tahun 2024," katanya.
Oleh karena itu, ia menekankan agar seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, pelaku usaha besar maupun UMKM, dapat memiliki pemahaman yang sama terkait hak dan kewajiban dalam pelaksanaan kemitraan.
"Dengan pemahaman yang sama, pelaksanaan investasi kemitraan di lapangan dapat berjalan lebih efektif, transparan dan memberikan manfaat yang optimal bagi semua pihak," tuturnya.
Selain itu, dirinya menyebut Kabupaten Berau memiliki potensi investasi yang besar di berbagai sektor unggulan seperti pariwisata, perkebunan, perikanan, dan industri pengolahan.
"Potensi kita banyak ini harus pintar kita memanfaatkan peluang tersebut agar dapat menciptakan nilai tambah ekonomi melalui keterlibatan UMKM lokal dalam kegiatan usaha maupun investasi," tambahnya.
Terakhir, Nanang berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau tersebut dapat terus meningkatkan komitmen dalam memberdayakan UMKM melalui pengadaan barang dan jasa, pembinaan usaha, transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas, hingga perluasan akses pasar.
"Dengan kemitraan yang kuat, kami harapkan investasi di Berau mampu memberikan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pihak," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)