Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Ikan Bakar Sabut Kelapa, Cita Rasa Tradisional Berau Jadi Peluang Baru Pengembangan UMKM Kuliner

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 Juli 2026 pukul 11:13 WITA

    Ikan bakar khas masyarakat pesisir Berau. (Foto: YKAN)

    Tanjung Redeb - Ikan bakar khas masyarakat pesisir Berau yang diolah menggunakan sabut kelapa dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan UMKM kuliner. Selain menawarkan cita rasa yang khas, teknik memasak tradisional yang diwariskan secara turun-temurun juga menjadi nilai tambah yang dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

    Policy and External Affairs Senior Specialist YKAN, Gunawan Wibisono, menjelaskan penggunaan sabut kelapa memberikan aroma asap yang khas sekaligus menjaga tekstur daging ikan tetap lembut. Menurutnya, cara memasak tersebut merupakan bagian dari pengetahuan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

    "Teknik memasak ini bukan sekadar menghasilkan cita rasa yang khas, tetapi juga mencerminkan hubungan masyarakat dengan sumber daya alam di sekitarnya. Pengetahuan lokal seperti ini merupakan identitas budaya yang patut dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas," kata Gunawan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan kuliner tradisional merupakan salah satu kekayaan daerah yang harus terus dijaga sekaligus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, makanan khas Berau memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain sehingga berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan.

    "Kuliner khas Berau memiliki cerita, cita rasa, dan cara pengolahan yang unik. Nilai-nilai inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong pelaku UMKM kuliner untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari penyajian, kebersihan, hingga kemasan tanpa menghilangkan keaslian resep dan teknik memasak tradisional," ujar Eva.

    Ia pun menyebut salah satu kuliner yang dinilai memiliki prospek tersebut adalah ikan bakar khas masyarakat pesisir Berau. Dimana hidangan tersebut menggunakan ikan segar hasil tangkapan nelayan, seperti ikan belanak, ikan batu, maupun ikan air tawar seperti nila. 

    "Keunikannya itu terletak pada proses memasak, ikan dibersihkan tanpa membuang sisiknya, kemudian dibumbui dengan cabai, bawang merah, bawang putih, garam, sedikit gula atau penyedap, serta minyak kelapa tradisional sebelum dibakar menggunakan sabut kelapa," tuturnya.

    Oleh karena itu, Eva berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mengangkat kuliner tradisional sebagai produk unggulan. Dengan dukungan promosi melalui festival budaya maupun agenda pariwisata, kuliner khas Berau diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

    "Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam Berau, tetapi juga membawa pengalaman kuliner yang berbeda. Inilah yang akan memperkuat citra Berau sebagai daerah yang kaya akan budaya, alam, dan cita rasa," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Ikan Bakar Sabut Kelapa, Cita Rasa Tradisional Berau Jadi Peluang Baru Pengembangan UMKM Kuliner

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 Juli 2026 pukul 11:13 WITA

    Ikan bakar khas masyarakat pesisir Berau. (Foto: YKAN)

    Tanjung Redeb - Ikan bakar khas masyarakat pesisir Berau yang diolah menggunakan sabut kelapa dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan UMKM kuliner. Selain menawarkan cita rasa yang khas, teknik memasak tradisional yang diwariskan secara turun-temurun juga menjadi nilai tambah yang dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

    Policy and External Affairs Senior Specialist YKAN, Gunawan Wibisono, menjelaskan penggunaan sabut kelapa memberikan aroma asap yang khas sekaligus menjaga tekstur daging ikan tetap lembut. Menurutnya, cara memasak tersebut merupakan bagian dari pengetahuan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

    "Teknik memasak ini bukan sekadar menghasilkan cita rasa yang khas, tetapi juga mencerminkan hubungan masyarakat dengan sumber daya alam di sekitarnya. Pengetahuan lokal seperti ini merupakan identitas budaya yang patut dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas," kata Gunawan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan kuliner tradisional merupakan salah satu kekayaan daerah yang harus terus dijaga sekaligus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, makanan khas Berau memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain sehingga berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan.

    "Kuliner khas Berau memiliki cerita, cita rasa, dan cara pengolahan yang unik. Nilai-nilai inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong pelaku UMKM kuliner untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari penyajian, kebersihan, hingga kemasan tanpa menghilangkan keaslian resep dan teknik memasak tradisional," ujar Eva.

    Ia pun menyebut salah satu kuliner yang dinilai memiliki prospek tersebut adalah ikan bakar khas masyarakat pesisir Berau. Dimana hidangan tersebut menggunakan ikan segar hasil tangkapan nelayan, seperti ikan belanak, ikan batu, maupun ikan air tawar seperti nila. 

    "Keunikannya itu terletak pada proses memasak, ikan dibersihkan tanpa membuang sisiknya, kemudian dibumbui dengan cabai, bawang merah, bawang putih, garam, sedikit gula atau penyedap, serta minyak kelapa tradisional sebelum dibakar menggunakan sabut kelapa," tuturnya.

    Oleh karena itu, Eva berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mengangkat kuliner tradisional sebagai produk unggulan. Dengan dukungan promosi melalui festival budaya maupun agenda pariwisata, kuliner khas Berau diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

    "Ketika wisatawan datang, mereka tidak hanya menikmati keindahan alam Berau, tetapi juga membawa pengalaman kuliner yang berbeda. Inilah yang akan memperkuat citra Berau sebagai daerah yang kaya akan budaya, alam, dan cita rasa," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)