Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Sosialisasi HILIR BERAU kepada seluruh staf Dinas Perikanan Berau. (Foto: Diskan Berau)
Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau mulai membuka arah pengembangan industri pengolahan perikanan melalui Program Hilirisasi Pengalengan Produk Perikanan Premium dalam Mendukung Daya Saing Perikanan Berau (HILIR BERAU).
Program tersebut menjadi strategi sekaligus inovasi yang disiapkan untuk mendorong hasil tangkapan perikanan masyarakat agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid mengatakan, HILIR BERAU merupakan proyek perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Pusjar SKPP LAN Samarinda Angkatan X yang tengah dilaksanakannya.
"Program HILIR BERAU merupakan proyek perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Pusjar SKPP LAN Samarinda Angkatan X sebagai bentuk inovasi dalam pengembangan sektor perikanan," kata Majid.
Ia menyampaikan, salah satu fokus dalam program tersebut adalah pengembangan produk ikan kaleng. Pengolahan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan sekaligus menghasilkan produk perikanan yang berkualitas dan memiliki daya saing.
"Melalui program ini, hasil tangkapan perikanan masyarakat akan didorong untuk memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan, salah satunya dengan pengembangan produk ikan kaleng yang berkualitas dan berdaya saing," terangnya.
Tak hanya itu, dirinya pun menilai, pengembangan produk olahan juga dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya industri pengolahan perikanan di Kabupaten Berau. Karena itu, diperlukan dukungan dan sinergi dari seluruh jajaran Dinas Perikanan sejak tahap awal pelaksanaan program.
Sementara itu, sosialisasi HILIR BERAU kepada seluruh staf Diskan Berau pun dilakukan untuk menyamakan pemahaman mengenai tujuan dan arah program tersebut.
"Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman, dukungan, dan sinergi seluruh jajaran Diskan dalam mewujudkan hilirisasi produk perikanan," ujarnya.
Majid pun berharap, pelaksanaan HILIR BERAU nantinya dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat. Tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan, tetapi juga menciptakan peluang baru dalam pengembangan usaha dan industri pengolahan perikanan.
"Harapannya, program ini dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan serta membuka peluang pengembangan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Berau," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Sosialisasi HILIR BERAU kepada seluruh staf Dinas Perikanan Berau. (Foto: Diskan Berau)
Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau mulai membuka arah pengembangan industri pengolahan perikanan melalui Program Hilirisasi Pengalengan Produk Perikanan Premium dalam Mendukung Daya Saing Perikanan Berau (HILIR BERAU).
Program tersebut menjadi strategi sekaligus inovasi yang disiapkan untuk mendorong hasil tangkapan perikanan masyarakat agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid mengatakan, HILIR BERAU merupakan proyek perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Pusjar SKPP LAN Samarinda Angkatan X yang tengah dilaksanakannya.
"Program HILIR BERAU merupakan proyek perubahan dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Pusjar SKPP LAN Samarinda Angkatan X sebagai bentuk inovasi dalam pengembangan sektor perikanan," kata Majid.
Ia menyampaikan, salah satu fokus dalam program tersebut adalah pengembangan produk ikan kaleng. Pengolahan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan sekaligus menghasilkan produk perikanan yang berkualitas dan memiliki daya saing.
"Melalui program ini, hasil tangkapan perikanan masyarakat akan didorong untuk memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan, salah satunya dengan pengembangan produk ikan kaleng yang berkualitas dan berdaya saing," terangnya.
Tak hanya itu, dirinya pun menilai, pengembangan produk olahan juga dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya industri pengolahan perikanan di Kabupaten Berau. Karena itu, diperlukan dukungan dan sinergi dari seluruh jajaran Dinas Perikanan sejak tahap awal pelaksanaan program.
Sementara itu, sosialisasi HILIR BERAU kepada seluruh staf Diskan Berau pun dilakukan untuk menyamakan pemahaman mengenai tujuan dan arah program tersebut.
"Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman, dukungan, dan sinergi seluruh jajaran Diskan dalam mewujudkan hilirisasi produk perikanan," ujarnya.
Majid pun berharap, pelaksanaan HILIR BERAU nantinya dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat. Tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan, tetapi juga menciptakan peluang baru dalam pengembangan usaha dan industri pengolahan perikanan.
"Harapannya, program ini dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan serta membuka peluang pengembangan industri pengolahan perikanan di Kabupaten Berau," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)