Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Gerakan pangan murah pada peringatan Harganas ke-33 tingkat Provinsi Kaltim 2026 di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Pangan Kabupaten Berau memanfaatkan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 sebagai ajang menghadirkan gerakan pangan murah sekaligus memperkenalkan hasil pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan. Kegiatan yang berlangsung di Hotel SM Tower, Tanjung Redeb, Kamis (23/7/2026), itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati stan pangan murah.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram (kg) seharga Rp60 ribu, Beras Tasuk 5kg Rp75 ribu, bawang merah Rp45 ribu per kg, bawang putih Rp40 ribu per kg, gula pasir Rp20 ribu per kg, telur ayam satu piring Rp60 ribu, Minyakita dua liter Rp31.400, dan daging sapi Rp135 ribu per kg serta sayur mayur.
Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan program pangan murah merupakan salah satu kegiatan rutin yang terus dilaksanakan untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, khususnya pada momentum hari besar dan kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.
"Program pangan murah memang menjadi program reguler kami. Selain dilaksanakan secara berkala, kegiatan ini juga hadir pada event-event tertentu dan hari besar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Tenteram.
Tak hanya menyediakan kebutuhan pokok, stan Dinas Pangan juga menampilkan berbagai hasil pertanian segar dari KWT binaan sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kampung.
"Selada yang ditampilkan itu merupakan hasil KWT yang kami bina. Kami terus mendukung KWT untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi kampung," katanya.
Ia menjelaskan, produk yang dipamerkan berasal dari KWT di Kampung Sukan dan wilayah Gunung Tabur. Meski demikian, masih banyak kelompok binaan lainnya yang belum dapat ikut serta karena keterbatasan ruang pamer.
"Sebenarnya KWT binaan Dinas Pangan di Kabupaten Berau jumlahnya sudah cukup banyak, hanya saja belum semuanya bisa ditampilkan dalam kegiatan ini," ungkapnya.
Menurutnya, Harganas menjadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan hasil pertanian lokal kepada masyarakat sekaligus memperluas pasar bagi produk-produk UMKM dan kelompok tani.
"Ini menjadi momen yang baik untuk memperkenalkan UMKM dan produk-produk lokal kita. Dalam satu kegiatan masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan, mulai dari sembako, minyak goreng, ikan, hingga hasil pertanian segar," ungkapnya.
Tenteram menyampaikan, penyediaan sejumlah komoditas dengan harga di bawah pasaran dapat terlaksana berkat kerja sama Dinas Pangan dengan Perum Bulog.
"Beras, daging, minyak, dan gula merupakan hasil kerja sama kami dengan Bulog serta dengan mitra dan agen sehingga harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar. Karena itu, melalui pasar murah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Gerakan pangan murah pada peringatan Harganas ke-33 tingkat Provinsi Kaltim 2026 di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Pangan Kabupaten Berau memanfaatkan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 sebagai ajang menghadirkan gerakan pangan murah sekaligus memperkenalkan hasil pertanian Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan. Kegiatan yang berlangsung di Hotel SM Tower, Tanjung Redeb, Kamis (23/7/2026), itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati stan pangan murah.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram (kg) seharga Rp60 ribu, Beras Tasuk 5kg Rp75 ribu, bawang merah Rp45 ribu per kg, bawang putih Rp40 ribu per kg, gula pasir Rp20 ribu per kg, telur ayam satu piring Rp60 ribu, Minyakita dua liter Rp31.400, dan daging sapi Rp135 ribu per kg serta sayur mayur.
Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan program pangan murah merupakan salah satu kegiatan rutin yang terus dilaksanakan untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, khususnya pada momentum hari besar dan kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.
"Program pangan murah memang menjadi program reguler kami. Selain dilaksanakan secara berkala, kegiatan ini juga hadir pada event-event tertentu dan hari besar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Tenteram.
Tak hanya menyediakan kebutuhan pokok, stan Dinas Pangan juga menampilkan berbagai hasil pertanian segar dari KWT binaan sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kampung.
"Selada yang ditampilkan itu merupakan hasil KWT yang kami bina. Kami terus mendukung KWT untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi kampung," katanya.
Ia menjelaskan, produk yang dipamerkan berasal dari KWT di Kampung Sukan dan wilayah Gunung Tabur. Meski demikian, masih banyak kelompok binaan lainnya yang belum dapat ikut serta karena keterbatasan ruang pamer.
"Sebenarnya KWT binaan Dinas Pangan di Kabupaten Berau jumlahnya sudah cukup banyak, hanya saja belum semuanya bisa ditampilkan dalam kegiatan ini," ungkapnya.
Menurutnya, Harganas menjadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan hasil pertanian lokal kepada masyarakat sekaligus memperluas pasar bagi produk-produk UMKM dan kelompok tani.
"Ini menjadi momen yang baik untuk memperkenalkan UMKM dan produk-produk lokal kita. Dalam satu kegiatan masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan, mulai dari sembako, minyak goreng, ikan, hingga hasil pertanian segar," ungkapnya.
Tenteram menyampaikan, penyediaan sejumlah komoditas dengan harga di bawah pasaran dapat terlaksana berkat kerja sama Dinas Pangan dengan Perum Bulog.
"Beras, daging, minyak, dan gula merupakan hasil kerja sama kami dengan Bulog serta dengan mitra dan agen sehingga harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar. Karena itu, melalui pasar murah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)