Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Harga Ikan Layang Turun Jadi Rp12.000 per Kg di Pasar Murah TPI Sambaliung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Oktober 2026 pukul 22:09 WITA

    Antusiasme masyarakat pada pasar ikan murah di TPI Kecamatan Sambaliung. Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/sepitarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau memperkuat pelaksanaan Gerakan Pasar Ikan Murah sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga pangan dan menekan inflasi daerah. 

    Harga ikan layang dalam kegiatan Gerakan Pasar Ikan Murah yang di gelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Sambaliung, Sabtu (10/10/2026) kali ini dijual Rp12.500 per Kilogram (Kg). 

    Diskan pun menyiapkan total 2 ton ikan pada pasar murah ikan kali ini. Program yang berkolaborasi dengan Dinas Pangan dan Bulog ini pun diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan bergizi untuk mendukung penanganan stunting. 

    Kepala Diskan Berau, Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budi Daya, Budiono, mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama melalui penyediaan ikan dan sejumlah bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

    "Alhamdulillah, ini menjadi langkah nyata dalam pengendalian inflasi daerah melalui kolaborasi Dinas Perikanan, Dinas Pangan dan Bulog. Kehadiran pasar murah ini sangat membantu masyarakat," ujar Budiono.

    Ia pun menyebut, antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dibuka pukul 07.00 WITA. Ikan layang menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati karena dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

    "Ini contoh ya, ikan layang yang biasa di harga Rp35.000-Rp40.000 per Kg. Ini hanya dijual sekitar Rp12.500 per Kg. Artinya masyarakat sangat terbantu, jadi antusiasnya tinggi dari pagi tadi sejak dibuka jam 07.00 WITA sudah banyak nih orang beli," tuturnya.

    Selain ikan, Bulog menyediakan beras premium, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), gula pasir, serta telur ayam dengan harga berkisar Rp53 ribu hingga Rp63 ribu per piring, bergantung pada ukuran telur.

    Untuk menjaga keberlanjutan program dan meningkatkan minat masyarakat, Diskan Berau menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya melibatkan pelaku UMKM serta menjalin kerja sama dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Langkah ini dilakukan untuk memetakan waktu kenaikan harga ikan agar pelaksanaan pasar murah lebih tepat sasaran.

    "Kami berharap masyarakat tetap bisa menikmati ikan dengan harga murah. Selain membantu pengendalian inflasi, upaya ini juga diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan penurunan angka stunting di Berau," ungkapnya.

    Oleh karena itu, Budiono menyampaikan, untuk memastikan informasi kegiatan menjangkau masyarakat luas, Diskan Berau memanfaatkan media sosial resmi dinas, kanal publikasi Diskominfo, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), hingga grup WhatsApp tingkat RT. 

    "Kami berharap dengan penyebaran informasi melalui media sosial tersebut, masyarakat bisa lebih mudah mengetahui pelaksanaan pasar murah dan mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Harga Ikan Layang Turun Jadi Rp12.000 per Kg di Pasar Murah TPI Sambaliung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Oktober 2026 pukul 22:09 WITA

    Antusiasme masyarakat pada pasar ikan murah di TPI Kecamatan Sambaliung. Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/sepitarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau memperkuat pelaksanaan Gerakan Pasar Ikan Murah sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga pangan dan menekan inflasi daerah. 

    Harga ikan layang dalam kegiatan Gerakan Pasar Ikan Murah yang di gelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Sambaliung, Sabtu (10/10/2026) kali ini dijual Rp12.500 per Kilogram (Kg). 

    Diskan pun menyiapkan total 2 ton ikan pada pasar murah ikan kali ini. Program yang berkolaborasi dengan Dinas Pangan dan Bulog ini pun diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan bergizi untuk mendukung penanganan stunting. 

    Kepala Diskan Berau, Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budi Daya, Budiono, mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama melalui penyediaan ikan dan sejumlah bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

    "Alhamdulillah, ini menjadi langkah nyata dalam pengendalian inflasi daerah melalui kolaborasi Dinas Perikanan, Dinas Pangan dan Bulog. Kehadiran pasar murah ini sangat membantu masyarakat," ujar Budiono.

    Ia pun menyebut, antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dibuka pukul 07.00 WITA. Ikan layang menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati karena dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

    "Ini contoh ya, ikan layang yang biasa di harga Rp35.000-Rp40.000 per Kg. Ini hanya dijual sekitar Rp12.500 per Kg. Artinya masyarakat sangat terbantu, jadi antusiasnya tinggi dari pagi tadi sejak dibuka jam 07.00 WITA sudah banyak nih orang beli," tuturnya.

    Selain ikan, Bulog menyediakan beras premium, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), gula pasir, serta telur ayam dengan harga berkisar Rp53 ribu hingga Rp63 ribu per piring, bergantung pada ukuran telur.

    Untuk menjaga keberlanjutan program dan meningkatkan minat masyarakat, Diskan Berau menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya melibatkan pelaku UMKM serta menjalin kerja sama dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Langkah ini dilakukan untuk memetakan waktu kenaikan harga ikan agar pelaksanaan pasar murah lebih tepat sasaran.

    "Kami berharap masyarakat tetap bisa menikmati ikan dengan harga murah. Selain membantu pengendalian inflasi, upaya ini juga diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan penurunan angka stunting di Berau," ungkapnya.

    Oleh karena itu, Budiono menyampaikan, untuk memastikan informasi kegiatan menjangkau masyarakat luas, Diskan Berau memanfaatkan media sosial resmi dinas, kanal publikasi Diskominfo, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), hingga grup WhatsApp tingkat RT. 

    "Kami berharap dengan penyebaran informasi melalui media sosial tersebut, masyarakat bisa lebih mudah mengetahui pelaksanaan pasar murah dan mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)