Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menyiapkan langkah pengamanan di sejumlah destinasi wisata menyusul kondisi cuaca ekstrem dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Strategi tersebut dilakukan dengan memperkuat pemantauan kawasan serta meningkatkan koordinasi bersama pengelola destinasi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan aktivitas wisata tetap berjalan dengan memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi lingkungan.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan kondisi cuaca saat ini memang mulai memberikan dampak terhadap aktivitas pariwisata. Sejumlah calon wisatawan memilih mengurungkan rencana kunjungan karena mempertimbangkan kondisi cuaca.
"Kalau dilihat dari pengaruh air dan cuaca yang ada, dampaknya memang membuat kunjungan agak berkurang sedikit. Orang-orang ada yang mengurungkan niat," ujar Yudha.
Dirinya mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan tetap membuka destinasi apabila kondisi di lapangan belum memungkinkan. Karena itu, sejumlah titik wisata di Kecamatan Kelay dan Segah dilakukan penutupan sementara.
"Ditutupnya beberapa titik destinasi yang di Kelay itu, di Segah juga, karena cuaca dan kondisi seperti sekarang ini," katanya.
Ia menyampaikan penutupan tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan untuk mencegah wisatawan berada di kawasan yang berpotensi membahayakan.
"Kondisi cuaca dan lingkungan akan terus menjadi bahan evaluasi kita sebelum aktivitas wisata kembali dibuka," tuturnya.
Selain itu, ancaman karhutla juga menjadi perhatian Disbudpar. Hal ini karena banyak destinasi wisata di Berau berbasis alam dan berada di sekitar kawasan hutan.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian di antaranya Si Gending di Kecamatan Biduk-Biduk dan kawasan konservasi Taman Hutan Anggrek di Tubaan.
Ia mengatakan pengelola di Tubaan bahkan telah mengambil langkah penyelamatan terhadap tanaman anggrek yang menjadi bagian dari aset hayati kawasan tersebut.
"Wisata kita kan umumnya terkait langsung dengan lingkungan. Di Tubaan itu, tanaman anggreknya sampai harus diungsikan karena khawatir terdampak kebakaran," ungkapnya.
Disbudpar juga terus berkoordinasi dengan pengelola destinasi untuk memastikan informasi mengenai kondisi kawasan dapat segera diterima dan ditindaklanjuti. Apabila ditemukan potensi bahaya, pembatasan aktivitas hingga penutupan sementara menjadi opsi yang dapat diterapkan.
Yudha menegaskan, strategi tersebut bukan berarti menghentikan aktivitas pariwisata, melainkan memastikan kegiatan wisata tetap berlangsung secara aman dan tidak mengabaikan kondisi lingkungan.
"Kita terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pengelola destinasi untuk memastikan keamanan kawasan wisata dari potensi ancaman cuaca maupun bencana kebakaran," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menyiapkan langkah pengamanan di sejumlah destinasi wisata menyusul kondisi cuaca ekstrem dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Strategi tersebut dilakukan dengan memperkuat pemantauan kawasan serta meningkatkan koordinasi bersama pengelola destinasi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan aktivitas wisata tetap berjalan dengan memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi lingkungan.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan kondisi cuaca saat ini memang mulai memberikan dampak terhadap aktivitas pariwisata. Sejumlah calon wisatawan memilih mengurungkan rencana kunjungan karena mempertimbangkan kondisi cuaca.
"Kalau dilihat dari pengaruh air dan cuaca yang ada, dampaknya memang membuat kunjungan agak berkurang sedikit. Orang-orang ada yang mengurungkan niat," ujar Yudha.
Dirinya mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan tetap membuka destinasi apabila kondisi di lapangan belum memungkinkan. Karena itu, sejumlah titik wisata di Kecamatan Kelay dan Segah dilakukan penutupan sementara.
"Ditutupnya beberapa titik destinasi yang di Kelay itu, di Segah juga, karena cuaca dan kondisi seperti sekarang ini," katanya.
Ia menyampaikan penutupan tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan untuk mencegah wisatawan berada di kawasan yang berpotensi membahayakan.
"Kondisi cuaca dan lingkungan akan terus menjadi bahan evaluasi kita sebelum aktivitas wisata kembali dibuka," tuturnya.
Selain itu, ancaman karhutla juga menjadi perhatian Disbudpar. Hal ini karena banyak destinasi wisata di Berau berbasis alam dan berada di sekitar kawasan hutan.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian di antaranya Si Gending di Kecamatan Biduk-Biduk dan kawasan konservasi Taman Hutan Anggrek di Tubaan.
Ia mengatakan pengelola di Tubaan bahkan telah mengambil langkah penyelamatan terhadap tanaman anggrek yang menjadi bagian dari aset hayati kawasan tersebut.
"Wisata kita kan umumnya terkait langsung dengan lingkungan. Di Tubaan itu, tanaman anggreknya sampai harus diungsikan karena khawatir terdampak kebakaran," ungkapnya.
Disbudpar juga terus berkoordinasi dengan pengelola destinasi untuk memastikan informasi mengenai kondisi kawasan dapat segera diterima dan ditindaklanjuti. Apabila ditemukan potensi bahaya, pembatasan aktivitas hingga penutupan sementara menjadi opsi yang dapat diterapkan.
Yudha menegaskan, strategi tersebut bukan berarti menghentikan aktivitas pariwisata, melainkan memastikan kegiatan wisata tetap berlangsung secara aman dan tidak mengabaikan kondisi lingkungan.
"Kita terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pengelola destinasi untuk memastikan keamanan kawasan wisata dari potensi ancaman cuaca maupun bencana kebakaran," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)