Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Gelar Workshop Multimedia Kreatif, Dispusip Berau Siapkan Pengelola Perpustakaan Hadapi Era Digital

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Agustus 2026 pukul 14:44 WITA

    Workshop Multimedia Kreatif untuk Media Sosial, dilaksanakan di Dispusip Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau menggelar Workshop Multimedia Kreatif untuk Media Sosial sebagai upaya meningkatkan kemampuan pengelola perpustakaan dalam menghadapi perkembangan era digital, dilaksanakan di Dispusip Berau, Rabu (5/8/2026).

    Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari sejak 5-6 Agustus 2026. Workshop diikuti 36 peserta yang berasal dari staf Dispusip, pengelola perpustakaan perwakilan kecamatan, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. Para peserta mendapatkan materi mengenai pembuatan konten digital, editing video, desain poster, copywriting dan strategi pengelolaan media sosial

    Sekretaris Dispusip Berau, Sunarto, mengatakan perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar keberadaannya semakin dekat dengan masyarakat. 

    "Di era digital saat ini, perpustakaan dan kearsipan tidak bisa hanya menunggu pengunjung datang. Kita harus 'jemput bola' ke ruang digital masyarakat. Media sosial adalah etalase baru perpustakaan kita," ujar Sunarto.

    Ia menjelaskan, melalui workshop ini peserta diharapkan mampu menghasilkan konten yang kreatif dan informatif sehingga layanan perpustakaan, literasi, kearsipan, serta berbagai program Dispusip dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik.

    "Konten tentang layanan perpustakaan, literasi, kearsipan dan kegiatan Dispusip Berau harus dikemas dengan cara yang kekinian agar sampai ke anak muda. Saya berharap setelah workshop ini akun media sosial kita menjadi rumah literasi digital yang edukatif, inspiratif, dan interaktif," katanya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Pembudayaan Kegemaran Membaca dan Kearsipan (P3KM) Dispusip Berau, Nurseha, mengatakan penyelenggaraan workshop tahun ini melibatkan lebih banyak peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Selain pengelola perpustakaan, mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum juga diberikan kesempatan mengikuti pelatihan.

    "Tahun lalu kegiatan ini hanya untuk pengelola perpustakaan. Tahun ini kami melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum karena banyak masukan agar mereka juga bisa mengikuti kegiatan seperti ini. Kami berharap kemampuan yang didapat dapat diterapkan di instansi maupun lingkungan kerja masing-masing," ujar Nurseha.

    Ia menilai bahwa kemampuan membuat multimedia juga tidak hanya berguna untuk promosi, tetapi juga mendukung pengelolaan perpustakaan yang lebih profesional, termasuk dalam memenuhi persyaratan akreditasi melalui penyusunan video profil perpustakaan yang akan diunggah ke aplikasi sebelum proses penilaian.

    "Kami ingin pengelola perpustakaan mampu mempromosikan perpustakaannya dengan baik melalui media sosial sekaligus memenuhi kebutuhan akreditasi. Workshop ini sudah menjadi agenda tahunan yang akan terus kami upayakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang multimedia sehingga mengikuti perkembangan teknologi digital," tandas Nurseha. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Gelar Workshop Multimedia Kreatif, Dispusip Berau Siapkan Pengelola Perpustakaan Hadapi Era Digital

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Agustus 2026 pukul 14:44 WITA

    Workshop Multimedia Kreatif untuk Media Sosial, dilaksanakan di Dispusip Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau menggelar Workshop Multimedia Kreatif untuk Media Sosial sebagai upaya meningkatkan kemampuan pengelola perpustakaan dalam menghadapi perkembangan era digital, dilaksanakan di Dispusip Berau, Rabu (5/8/2026).

    Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari sejak 5-6 Agustus 2026. Workshop diikuti 36 peserta yang berasal dari staf Dispusip, pengelola perpustakaan perwakilan kecamatan, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. Para peserta mendapatkan materi mengenai pembuatan konten digital, editing video, desain poster, copywriting dan strategi pengelolaan media sosial

    Sekretaris Dispusip Berau, Sunarto, mengatakan perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar keberadaannya semakin dekat dengan masyarakat. 

    "Di era digital saat ini, perpustakaan dan kearsipan tidak bisa hanya menunggu pengunjung datang. Kita harus 'jemput bola' ke ruang digital masyarakat. Media sosial adalah etalase baru perpustakaan kita," ujar Sunarto.

    Ia menjelaskan, melalui workshop ini peserta diharapkan mampu menghasilkan konten yang kreatif dan informatif sehingga layanan perpustakaan, literasi, kearsipan, serta berbagai program Dispusip dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik.

    "Konten tentang layanan perpustakaan, literasi, kearsipan dan kegiatan Dispusip Berau harus dikemas dengan cara yang kekinian agar sampai ke anak muda. Saya berharap setelah workshop ini akun media sosial kita menjadi rumah literasi digital yang edukatif, inspiratif, dan interaktif," katanya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Pembudayaan Kegemaran Membaca dan Kearsipan (P3KM) Dispusip Berau, Nurseha, mengatakan penyelenggaraan workshop tahun ini melibatkan lebih banyak peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Selain pengelola perpustakaan, mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum juga diberikan kesempatan mengikuti pelatihan.

    "Tahun lalu kegiatan ini hanya untuk pengelola perpustakaan. Tahun ini kami melibatkan mahasiswa dan masyarakat umum karena banyak masukan agar mereka juga bisa mengikuti kegiatan seperti ini. Kami berharap kemampuan yang didapat dapat diterapkan di instansi maupun lingkungan kerja masing-masing," ujar Nurseha.

    Ia menilai bahwa kemampuan membuat multimedia juga tidak hanya berguna untuk promosi, tetapi juga mendukung pengelolaan perpustakaan yang lebih profesional, termasuk dalam memenuhi persyaratan akreditasi melalui penyusunan video profil perpustakaan yang akan diunggah ke aplikasi sebelum proses penilaian.

    "Kami ingin pengelola perpustakaan mampu mempromosikan perpustakaannya dengan baik melalui media sosial sekaligus memenuhi kebutuhan akreditasi. Workshop ini sudah menjadi agenda tahunan yang akan terus kami upayakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang multimedia sehingga mengikuti perkembangan teknologi digital," tandas Nurseha. (Adv)

    (Sf/Lo)