Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Festival Rindu Dumaring 2026 Digelar, Jadi Ruang Pelestarian Alam dan Budaya

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Agustus 2026 pukul 14:19 WITA

    Pembukaan Festival Rindu Dumaring 2026, di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. (Foto: HO Kampung Dumaring)

    Tanjung Redeb - Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, menggelar Kick Off Festival Rindu Dumaring 2026. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pelestarian alam dan budaya sekaligus mendorong pengembangan potensi masyarakat secara berkelanjutan.

    Festival tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa di Taman Sungai Dumaring pada Sabtu (8/8/2026) dan berlangsung mulai 8 Agustus hingga 5 September 2026. Acara pun turut dihadiri Pemerintah Kecamatan Talisayan, Pemerintah Kampung Dumaring, KPHP Berau Pantai, tokoh masyarakat, para mitra, pelaku usaha, masyarakat Kampung Dumaring, serta tamu undangan.

    Ketua Panitia Festival Rindu Dumaring 2026, Nana Sumanah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kolaborasi Konservasi Hutan dan Sungai Dumaring yang dibangun melalui kerja sama Pemerintah Kampung Dumaring, KPHP Berau Pantai, dan pihak terkait.

    "Program ini memiliki misi untuk melindungi hutan dan sungai, mendorong pemanfaatannya secara bijaksana dan berkelanjutan, sekaligus membantu masyarakat mengembangkan usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi hari ini tanpa mengorbankan keberlanjutan di masa depan," ujar Nana.

    Ia menjelaskan, wilayah yang menjadi bagian dari program tersebut meliputi Hutan Desa Dumaring seluas 5.141 hektare, Tanah Patiraja seluas 673 hektare, serta kawasan sempadan sungai seluas 661 hektare. 

    "Luasan ini menunjukkan besarnya potensi alam yang dimiliki Dumaring sekaligus tanggung jawab masyarakat dalam menjaganya," tambahnya.

    Menurutnya kawasan tersebut tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Hubungan antara masyarakat dan alam inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan budaya turut ditempatkan dalam rangkaian program konservasi.

    "Yang kita jaga bukan hanya kawasan hutannya, tetapi juga kehidupan masyarakat yang tumbuh bersama alam. Di dalamnya ada pengetahuan, kebiasaan, dan budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," katanya.

    Oleh karena itu, Festival Rindu Dumaring menjadi salah satu ruang untuk menjaga keterhubungan tersebut. Kegiatan ini pun diharapkan menjadi ruang antar berbagai generasi baik tua maupun muda untuk lebih mengenal tradisi dan inovasi sehingga mampu mengembangkan warisan budaya lokal.

    "Potensi lokal yang kita miliki juga harus mendapat ruang untuk berkembang," tuturnya.

    Selain itu, ia menegaskan bahwa pelestarian budaya dan lingkungan harus tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengembangan usaha berbasis potensi lokal dinilai penting agar masyarakat memiliki peluang ekonomi sekaligus alasan yang kuat untuk terus menjaga lingkungan.

    "Budaya memberikan identitas, alam memberikan kehidupan, dan usaha memberikan penghidupan. Karena itu, ketiganya harus kita bangun secara bersama-sama agar Dumaring dapat berkembang tanpa kehilangan jati dirinya," terangnya.

    Nana berharap melalui Festival Rindu Dumaring 2026 ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, mitra, dan pelaku usaha dalam menjaga kelestarian alam, merawat budaya, serta mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.

    "Festival ini bukan sekadar pesta. Kami ingin meninggalkan rasa rindu untuk selalu kembali, merawat, dan membangun Dumaring bersama-sama," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Festival Rindu Dumaring 2026 Digelar, Jadi Ruang Pelestarian Alam dan Budaya

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Agustus 2026 pukul 14:19 WITA

    Pembukaan Festival Rindu Dumaring 2026, di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. (Foto: HO Kampung Dumaring)

    Tanjung Redeb - Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, menggelar Kick Off Festival Rindu Dumaring 2026. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pelestarian alam dan budaya sekaligus mendorong pengembangan potensi masyarakat secara berkelanjutan.

    Festival tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa di Taman Sungai Dumaring pada Sabtu (8/8/2026) dan berlangsung mulai 8 Agustus hingga 5 September 2026. Acara pun turut dihadiri Pemerintah Kecamatan Talisayan, Pemerintah Kampung Dumaring, KPHP Berau Pantai, tokoh masyarakat, para mitra, pelaku usaha, masyarakat Kampung Dumaring, serta tamu undangan.

    Ketua Panitia Festival Rindu Dumaring 2026, Nana Sumanah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kolaborasi Konservasi Hutan dan Sungai Dumaring yang dibangun melalui kerja sama Pemerintah Kampung Dumaring, KPHP Berau Pantai, dan pihak terkait.

    "Program ini memiliki misi untuk melindungi hutan dan sungai, mendorong pemanfaatannya secara bijaksana dan berkelanjutan, sekaligus membantu masyarakat mengembangkan usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi hari ini tanpa mengorbankan keberlanjutan di masa depan," ujar Nana.

    Ia menjelaskan, wilayah yang menjadi bagian dari program tersebut meliputi Hutan Desa Dumaring seluas 5.141 hektare, Tanah Patiraja seluas 673 hektare, serta kawasan sempadan sungai seluas 661 hektare. 

    "Luasan ini menunjukkan besarnya potensi alam yang dimiliki Dumaring sekaligus tanggung jawab masyarakat dalam menjaganya," tambahnya.

    Menurutnya kawasan tersebut tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Hubungan antara masyarakat dan alam inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan budaya turut ditempatkan dalam rangkaian program konservasi.

    "Yang kita jaga bukan hanya kawasan hutannya, tetapi juga kehidupan masyarakat yang tumbuh bersama alam. Di dalamnya ada pengetahuan, kebiasaan, dan budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," katanya.

    Oleh karena itu, Festival Rindu Dumaring menjadi salah satu ruang untuk menjaga keterhubungan tersebut. Kegiatan ini pun diharapkan menjadi ruang antar berbagai generasi baik tua maupun muda untuk lebih mengenal tradisi dan inovasi sehingga mampu mengembangkan warisan budaya lokal.

    "Potensi lokal yang kita miliki juga harus mendapat ruang untuk berkembang," tuturnya.

    Selain itu, ia menegaskan bahwa pelestarian budaya dan lingkungan harus tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengembangan usaha berbasis potensi lokal dinilai penting agar masyarakat memiliki peluang ekonomi sekaligus alasan yang kuat untuk terus menjaga lingkungan.

    "Budaya memberikan identitas, alam memberikan kehidupan, dan usaha memberikan penghidupan. Karena itu, ketiganya harus kita bangun secara bersama-sama agar Dumaring dapat berkembang tanpa kehilangan jati dirinya," terangnya.

    Nana berharap melalui Festival Rindu Dumaring 2026 ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, mitra, dan pelaku usaha dalam menjaga kelestarian alam, merawat budaya, serta mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.

    "Festival ini bukan sekadar pesta. Kami ingin meninggalkan rasa rindu untuk selalu kembali, merawat, dan membangun Dumaring bersama-sama," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)