Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Salah satu tradisi adat Banua yang ditampilkan saat Festival Budaya Abutta Banua di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Festival Budaya Abutta Banua 2026 resmi berakhir dengan sukses setelah berlangsung selama delapan hari, sejak 27 Juni hingga 4 Juli 2026. Penutupan festival yang dirangkaikan dengan Hari Jadi ke-24 Kelurahan Sambaliung dan HUT ke-6 PKL Basuli itu dipadati ratusan masyarakat di Tepian Depan Keraton Sambaliung, Sabtu malam (4/7/2026).
Acara penutupan dilakukan oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, dan turut dihadiri Sultan Sambaliung Datu Amir, pemangku adat Kesultanan Sambaliung, Ketua TP PKK Berau, jajaran Forkopimda, camat, lurah, serta tokoh masyarakat.
Selama pelaksanaannya, Festival Abutta Banua menghadirkan berbagai lomba dan kegiatan yang mengangkat budaya dan tradisi masyarakat Sambaliung. Mulai dari turnamen sepak bola U-12, bagual kelayangan, tari kreasi, majapin, mamanda, baladun, ritual adat dan tradisi Kesultanan Sambaliung, hingga lomba karaoke yang mewajibkan peserta menggunakan bahasa Banua.
Lurah Sambaliung, Iskandar Zulkarnain, mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Berau, para donatur, dan seluruh panitia yang terlibat sebab berjalannya seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Alhamdulillah seluruh rangkaian Festival Budaya Abutta Banua dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses," ujar Iskandar.
Ia menjelaskan, festival tersebut tidak hanya menjadi agenda peringatan hari jadi kelurahan, tetapi juga sebagai upaya menggali kembali adat istiadat dan budaya Kesultanan Sambaliung agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
"Selain itu, kami juga mengenalkan budaya Berau melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba karaoke dengan menggunakan bahasa Banua agar masyarakat dari berbagai suku dapat mengenalnya," katanya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, dirinya pun menyebut selain menjadi ajang pelestarian budaya, Festival Abutta Banua juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Selama festival berlangsung, pelaku UMKM yang berjualan di kawasan kegiatan turut merasakan peningkatan jumlah pengunjung dan penjualan.
"Insyaallah tahun depan kegiatan ini akan kami laksanakan kembali. Kami berharap Festival Budaya Abutta Banua dapat masuk dalam kalender event nasional Indonesia sehingga semakin banyak wisatawan yang datang dan budaya Sambaliung dapat dikenal lebih luas," harapnya.
Iskandar optimistis, apabila masuk dalam kalender event nasional, Festival Abutta Banua tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sambaliung, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya di Kabupaten Berau. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Salah satu tradisi adat Banua yang ditampilkan saat Festival Budaya Abutta Banua di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Festival Budaya Abutta Banua 2026 resmi berakhir dengan sukses setelah berlangsung selama delapan hari, sejak 27 Juni hingga 4 Juli 2026. Penutupan festival yang dirangkaikan dengan Hari Jadi ke-24 Kelurahan Sambaliung dan HUT ke-6 PKL Basuli itu dipadati ratusan masyarakat di Tepian Depan Keraton Sambaliung, Sabtu malam (4/7/2026).
Acara penutupan dilakukan oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, dan turut dihadiri Sultan Sambaliung Datu Amir, pemangku adat Kesultanan Sambaliung, Ketua TP PKK Berau, jajaran Forkopimda, camat, lurah, serta tokoh masyarakat.
Selama pelaksanaannya, Festival Abutta Banua menghadirkan berbagai lomba dan kegiatan yang mengangkat budaya dan tradisi masyarakat Sambaliung. Mulai dari turnamen sepak bola U-12, bagual kelayangan, tari kreasi, majapin, mamanda, baladun, ritual adat dan tradisi Kesultanan Sambaliung, hingga lomba karaoke yang mewajibkan peserta menggunakan bahasa Banua.
Lurah Sambaliung, Iskandar Zulkarnain, mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Berau, para donatur, dan seluruh panitia yang terlibat sebab berjalannya seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Alhamdulillah seluruh rangkaian Festival Budaya Abutta Banua dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses," ujar Iskandar.
Ia menjelaskan, festival tersebut tidak hanya menjadi agenda peringatan hari jadi kelurahan, tetapi juga sebagai upaya menggali kembali adat istiadat dan budaya Kesultanan Sambaliung agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
"Selain itu, kami juga mengenalkan budaya Berau melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba karaoke dengan menggunakan bahasa Banua agar masyarakat dari berbagai suku dapat mengenalnya," katanya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, dirinya pun menyebut selain menjadi ajang pelestarian budaya, Festival Abutta Banua juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Selama festival berlangsung, pelaku UMKM yang berjualan di kawasan kegiatan turut merasakan peningkatan jumlah pengunjung dan penjualan.
"Insyaallah tahun depan kegiatan ini akan kami laksanakan kembali. Kami berharap Festival Budaya Abutta Banua dapat masuk dalam kalender event nasional Indonesia sehingga semakin banyak wisatawan yang datang dan budaya Sambaliung dapat dikenal lebih luas," harapnya.
Iskandar optimistis, apabila masuk dalam kalender event nasional, Festival Abutta Banua tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sambaliung, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya di Kabupaten Berau. (Adv)
(Sf/Rs)