Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Produk Gula Aren Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. (Foto: DPMK Berau)
Tanjung Redeb - Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, terus mengembangkan potensi produk lokal salah satunya melalui produksi gula merah berbahan nira. Produk yang dibuat secara tradisional tanpa bahan pengawet dan pewarna tersebut didorong menjadi salah satu identitas produk unggulan kampung.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan Gula Merah Dumaring memiliki keunggulan dari sisi proses produksi maupun cita rasa. Kualitas produk juga terus dijaga agar karakter khas gula aren tetap dipertahankan.
"Keunggulannya itu Gula Merah Kampung Dumaring tanpa bahan pengawet dan pewarna. Dibuat secara tradisional dan dijaga kualitasnya, sehingga menghasilkan rasa yang lebih khas," kata Tenteram.
Ia menyebutkan, Gula Merah Dumaring dikembangkan dalam tiga varian, yakni gula aren padat, gula aren cair dan gula aren serbuk atau gula semut. Masing-masing varian memiliki kegunaan yang berbeda dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Dirinya menjelaskan untuk varian padat, produk dapat digunakan sebagai bahan masakan, kolak hingga dodol. Keunggulannya memiliki rasa yang legit dan lebih tahan lama.
"Yang varian semut cocok untuk kopi, teh dan kue karena praktis, langsung larut. Sedangkan yang cair cocok untuk minuman dan topping, tinggal tuang jadi tidak ribet," terangnya.
Oleh karena itu, pengembangan produk tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani nira di Kampung Dumaring.
"Semakin luas pemasaran produk, semakin besar juga peluang masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari potensi lokal yang dimiliki kampung," tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat yang berkunjung ke Kecamatan Talisayan untuk mengenal dan membeli produk Gula Merah Dumaring sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal dan petani nira.
Selain itu, Tenteram juga menyoroti potensi kegiatan di Kampung Dumaring yang dapat mendukung promosi produk lokal. Salah satunya Festival Rindu Dumaring yang dinilai berpeluang dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik pariwisata kampung.
"Festival Rindu Dumaring itu bagus dan bisa menjadi pariwisata. Pendampingannya juga sudah ada, termasuk program pendamping konservasi dari grup KLK," ungkapnya.
DPMK Berau memastikan pengembangan potensi Kampung Dumaring akan tetap dipantau. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan produk unggulan sekaligus mendorong potensi ekonomi dan pariwisata berbasis masyarakat di kampung tersebut. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Produk Gula Aren Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. (Foto: DPMK Berau)
Tanjung Redeb - Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, terus mengembangkan potensi produk lokal salah satunya melalui produksi gula merah berbahan nira. Produk yang dibuat secara tradisional tanpa bahan pengawet dan pewarna tersebut didorong menjadi salah satu identitas produk unggulan kampung.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan Gula Merah Dumaring memiliki keunggulan dari sisi proses produksi maupun cita rasa. Kualitas produk juga terus dijaga agar karakter khas gula aren tetap dipertahankan.
"Keunggulannya itu Gula Merah Kampung Dumaring tanpa bahan pengawet dan pewarna. Dibuat secara tradisional dan dijaga kualitasnya, sehingga menghasilkan rasa yang lebih khas," kata Tenteram.
Ia menyebutkan, Gula Merah Dumaring dikembangkan dalam tiga varian, yakni gula aren padat, gula aren cair dan gula aren serbuk atau gula semut. Masing-masing varian memiliki kegunaan yang berbeda dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Dirinya menjelaskan untuk varian padat, produk dapat digunakan sebagai bahan masakan, kolak hingga dodol. Keunggulannya memiliki rasa yang legit dan lebih tahan lama.
"Yang varian semut cocok untuk kopi, teh dan kue karena praktis, langsung larut. Sedangkan yang cair cocok untuk minuman dan topping, tinggal tuang jadi tidak ribet," terangnya.
Oleh karena itu, pengembangan produk tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani nira di Kampung Dumaring.
"Semakin luas pemasaran produk, semakin besar juga peluang masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari potensi lokal yang dimiliki kampung," tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat yang berkunjung ke Kecamatan Talisayan untuk mengenal dan membeli produk Gula Merah Dumaring sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal dan petani nira.
Selain itu, Tenteram juga menyoroti potensi kegiatan di Kampung Dumaring yang dapat mendukung promosi produk lokal. Salah satunya Festival Rindu Dumaring yang dinilai berpeluang dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik pariwisata kampung.
"Festival Rindu Dumaring itu bagus dan bisa menjadi pariwisata. Pendampingannya juga sudah ada, termasuk program pendamping konservasi dari grup KLK," ungkapnya.
DPMK Berau memastikan pengembangan potensi Kampung Dumaring akan tetap dipantau. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan produk unggulan sekaligus mendorong potensi ekonomi dan pariwisata berbasis masyarakat di kampung tersebut. (Adv)
(Sf/Rs)