Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
UMKM di Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau terus mendorong peningkatan daya saing pelaku UMKM melalui penguatan pemasaran digital yang dibarengi dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Langkah tersebut dinilai penting agar UMKM mampu berkembang sekaligus memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai risiko usaha.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual produk.
"Pemasaran digital memberikan peluang yang lebih besar bagi produk-produk UMKM Berau untuk dikenal masyarakat luas," ujar Eva.
Ia menjelaskan dengan memanfaatkan berbagai platform digital, pelaku usaha dapat menjangkau konsumen baru sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Namun, menurutnya, keberhasilan usaha juga harus didukung dengan perlindungan bagi pelaku usaha maupun pekerja agar aktivitas usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya mampu berkembang melalui digitalisasi, tetapi juga memiliki perlindungan ketenagakerjaan sehingga usaha dapat berjalan lebih aman dan berkelanjutan," katanya.
Diskoperindag mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), hingga Jaminan Pensiun. Menurutnya, perlindungan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pemilik usaha, tetapi juga pekerja yang terlibat dalam operasional UMKM.
"Tujuan utama kami adalah memberikan perlindungan kepada pelaku UMKM dan pekerjanya melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya perlindungan ini, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesejahteraan pekerja," ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya pun menekankan digitalisasi dan jaminan sosial merupakan dua aspek yang saling mendukung dalam membangun UMKM yang kuat.
"Pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi sekaligus memiliki perlindungan ketenagakerjaan akan lebih siap menghadapi tantangan usaha di masa depan," tuturnya.
Terakhir, Eva berharap semakin banyak UMKM di Berau yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, sekaligus menyadari pentingnya perlindungan ketenagakerjaan sebagai fondasi membangun usaha yang tangguh, produktif dan berkelanjutan. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

UMKM di Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau terus mendorong peningkatan daya saing pelaku UMKM melalui penguatan pemasaran digital yang dibarengi dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Langkah tersebut dinilai penting agar UMKM mampu berkembang sekaligus memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai risiko usaha.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual produk.
"Pemasaran digital memberikan peluang yang lebih besar bagi produk-produk UMKM Berau untuk dikenal masyarakat luas," ujar Eva.
Ia menjelaskan dengan memanfaatkan berbagai platform digital, pelaku usaha dapat menjangkau konsumen baru sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Namun, menurutnya, keberhasilan usaha juga harus didukung dengan perlindungan bagi pelaku usaha maupun pekerja agar aktivitas usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya mampu berkembang melalui digitalisasi, tetapi juga memiliki perlindungan ketenagakerjaan sehingga usaha dapat berjalan lebih aman dan berkelanjutan," katanya.
Diskoperindag mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), hingga Jaminan Pensiun. Menurutnya, perlindungan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pemilik usaha, tetapi juga pekerja yang terlibat dalam operasional UMKM.
"Tujuan utama kami adalah memberikan perlindungan kepada pelaku UMKM dan pekerjanya melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya perlindungan ini, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesejahteraan pekerja," ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya pun menekankan digitalisasi dan jaminan sosial merupakan dua aspek yang saling mendukung dalam membangun UMKM yang kuat.
"Pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi sekaligus memiliki perlindungan ketenagakerjaan akan lebih siap menghadapi tantangan usaha di masa depan," tuturnya.
Terakhir, Eva berharap semakin banyak UMKM di Berau yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, sekaligus menyadari pentingnya perlindungan ketenagakerjaan sebagai fondasi membangun usaha yang tangguh, produktif dan berkelanjutan. (Adv)
(Sf/Lo)