Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau menargetkan optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian melalui penguatan Program Strategis Kementerian Pertanian. Upaya tersebut diwujudkan melalui Koordinasi dan Sinkronisasi Pendampingan Program Strategis Kementerian Pertanian yang telah dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan itu juga dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Kementerian Pertanian, M. Amin beserta jajaran, serta seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Berau. Forum tersebut menjadi ajang menyamakan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan.
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa Kabupaten Berau memiliki potensi lahan pertanian yang besar. Namun, dari total luasan lebih dari 2.000 hektare, baru sekitar 1.200 hektare yang telah dimanfaatkan secara efektif.
"Potensi lahan pertanian di Berau ini masih sangat besar. Oleh karena itu, kami terus mendorong optimalisasi pemanfaatannya melalui Program Strategis Kementerian Pertanian dengan dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur," ujar Lita, Minggu (2/8/2026)
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada pendampingan yang dilakukan para penyuluh pertanian. Meski demikian, keterbatasan jumlah tenaga penyuluh masih menjadi tantangan karena saat ini Kabupaten Berau hanya memiliki 96 orang PPL yang harus melayani wilayah yang sangat luas.
"Jumlah penyuluh yang kami miliki belum sebanding dengan luas wilayah Kabupaten Berau. Untuk itu, kami memprioritaskan pendampingan pada lahan-lahan yang produktif agar hasilnya dapat lebih maksimal sembari terus berupaya memperluas jangkauan pelayanan," terangnya.
Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa, kegiatan koordinasi dan sinkronisasi tidak hanya menjadi sarana memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian, tetapi juga meningkatkan kapasitas para penyuluh agar mampu mendampingi petani secara lebih efektif.
"Saya berharap seluruh PPL tetap semangat dan berkomitmen mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Berau. Dengan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan dan berbagi pengalaman sehingga pendampingan di lapangan semakin berkualitas dan pengelolaan lahan pertanian dapat berjalan optimal," katanya.
Lita pun optimistis, melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan para penyuluh pertanian, pemanfaatan lahan yang selama ini belum tergarap dapat terus ditingkatkan.
"Kami terus mendorong dan mendukung sektor pertanian Kabupaten Berau untuk dapat lebih maju, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau menargetkan optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian melalui penguatan Program Strategis Kementerian Pertanian. Upaya tersebut diwujudkan melalui Koordinasi dan Sinkronisasi Pendampingan Program Strategis Kementerian Pertanian yang telah dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan itu juga dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Kementerian Pertanian, M. Amin beserta jajaran, serta seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Berau. Forum tersebut menjadi ajang menyamakan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan.
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa Kabupaten Berau memiliki potensi lahan pertanian yang besar. Namun, dari total luasan lebih dari 2.000 hektare, baru sekitar 1.200 hektare yang telah dimanfaatkan secara efektif.
"Potensi lahan pertanian di Berau ini masih sangat besar. Oleh karena itu, kami terus mendorong optimalisasi pemanfaatannya melalui Program Strategis Kementerian Pertanian dengan dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur," ujar Lita, Minggu (2/8/2026)
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada pendampingan yang dilakukan para penyuluh pertanian. Meski demikian, keterbatasan jumlah tenaga penyuluh masih menjadi tantangan karena saat ini Kabupaten Berau hanya memiliki 96 orang PPL yang harus melayani wilayah yang sangat luas.
"Jumlah penyuluh yang kami miliki belum sebanding dengan luas wilayah Kabupaten Berau. Untuk itu, kami memprioritaskan pendampingan pada lahan-lahan yang produktif agar hasilnya dapat lebih maksimal sembari terus berupaya memperluas jangkauan pelayanan," terangnya.
Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa, kegiatan koordinasi dan sinkronisasi tidak hanya menjadi sarana memperkuat sinergi dengan Kementerian Pertanian, tetapi juga meningkatkan kapasitas para penyuluh agar mampu mendampingi petani secara lebih efektif.
"Saya berharap seluruh PPL tetap semangat dan berkomitmen mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Berau. Dengan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan dan berbagi pengalaman sehingga pendampingan di lapangan semakin berkualitas dan pengelolaan lahan pertanian dapat berjalan optimal," katanya.
Lita pun optimistis, melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan para penyuluh pertanian, pemanfaatan lahan yang selama ini belum tergarap dapat terus ditingkatkan.
"Kami terus mendorong dan mendukung sektor pertanian Kabupaten Berau untuk dapat lebih maju, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)