Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Pelatihan Pemberdayaan Perempuan. (Foto: DPPKBP3A Berau)
Tanjung Redeb - Kreativitas perempuan di Kabupaten Berau terus didorong agar dapat berkembang menjadi kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Melalui program Desa Prima, pemerintah membuka ruang bagi kelompok perempuan untuk mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Pelaksana Tugas (Plt) DPPKBP3A Berau melalui Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan, Mardiah, mengatakan pemberdayaan perempuan perlu diarahkan hingga mampu menciptakan kemandirian, bukan hanya berhenti pada pelatihan keterampilan.
"Desa Prima menjadi wadah bagi perempuan untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing. Perempuan kita perlu diberikan ruang untuk berkarya sekaligus mengembangkan kemampuan usahanya," ujar Mardiah.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya diberikan dalam membuat produk. Kelompok perempuan juga mulai dibekali pengetahuan tentang pengemasan, pencatatan keuangan dan pengelolaan usaha. Hal ini dilakukan agar produk yang dihasilkan tidak hanya menjadi hasil keterampilan, tetapi bisa dikembangkan dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
"Potensi yang ada di kampung harus bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Jadi, kelompok tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga tahu bagaimana mengembangkan usahanya," katanya.
Sementara itu, ia mengatakan bahwa pemasaran produk juga mulai diarahkan menggunakan teknologi digital. Kelompok perempuan didorong memanfaatkan pemasaran daring dan e-commerce agar produk dapat dikenal lebih luas.
"Pemasaran digital ini menjadi salah satu cara untuk membantu kelompok memperluas pasar. Kami berharap produk yang sebelumnya hanya dijual di sekitar kampung bisa menjangkau konsumen dari luar daerah," tuturnya.
Sementara itu, ia menyampaikan saat ini, kelompok Desa Prima telah tersebar di sejumlah wilayah Berau. Di antaranya Bunda-Bunda Kreatif (BBK) di Tanjung Redeb, Desa Prima Basuli di Sambaliung, Maluang Gunung Tabur, Labanan Jaya, Bukit Makmur Segah, Sido Bangen Kelay, Tanjung Batu Pulau Derawan, Manunggal Jaya Biatan, Biduk-Biduk hingga Teluk Harapan Maratua.
Meski tidak semua kelompok masih aktif, dirinya menyebut kelompok yang bertahan mulai menunjukkan perkembangan dan mampu menjalankan kegiatan secara lebih mandiri.
"Yang kita harapkan bukan hanya kelompoknya aktif, tetapi anggotanya juga semakin mandiri dan mampu mempertahankan usaha yang sudah dibangun," ujarnya.
Oleh karena itu, Mardiah berharap pengembangan usaha perempuan dapat membantu menambah pendapatan keluarga. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar keterampilan dan potensi lokal yang dimiliki perempuan dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.
"Kami berharap melalui Desa Prima, kreativitas perempuan di kampung tidak berhenti pada pembuatan produk, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan penghasilan dan berjalan secara berkelanjutan," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Pelatihan Pemberdayaan Perempuan. (Foto: DPPKBP3A Berau)
Tanjung Redeb - Kreativitas perempuan di Kabupaten Berau terus didorong agar dapat berkembang menjadi kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Melalui program Desa Prima, pemerintah membuka ruang bagi kelompok perempuan untuk mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Pelaksana Tugas (Plt) DPPKBP3A Berau melalui Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan, Mardiah, mengatakan pemberdayaan perempuan perlu diarahkan hingga mampu menciptakan kemandirian, bukan hanya berhenti pada pelatihan keterampilan.
"Desa Prima menjadi wadah bagi perempuan untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing. Perempuan kita perlu diberikan ruang untuk berkarya sekaligus mengembangkan kemampuan usahanya," ujar Mardiah.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya diberikan dalam membuat produk. Kelompok perempuan juga mulai dibekali pengetahuan tentang pengemasan, pencatatan keuangan dan pengelolaan usaha. Hal ini dilakukan agar produk yang dihasilkan tidak hanya menjadi hasil keterampilan, tetapi bisa dikembangkan dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
"Potensi yang ada di kampung harus bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Jadi, kelompok tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga tahu bagaimana mengembangkan usahanya," katanya.
Sementara itu, ia mengatakan bahwa pemasaran produk juga mulai diarahkan menggunakan teknologi digital. Kelompok perempuan didorong memanfaatkan pemasaran daring dan e-commerce agar produk dapat dikenal lebih luas.
"Pemasaran digital ini menjadi salah satu cara untuk membantu kelompok memperluas pasar. Kami berharap produk yang sebelumnya hanya dijual di sekitar kampung bisa menjangkau konsumen dari luar daerah," tuturnya.
Sementara itu, ia menyampaikan saat ini, kelompok Desa Prima telah tersebar di sejumlah wilayah Berau. Di antaranya Bunda-Bunda Kreatif (BBK) di Tanjung Redeb, Desa Prima Basuli di Sambaliung, Maluang Gunung Tabur, Labanan Jaya, Bukit Makmur Segah, Sido Bangen Kelay, Tanjung Batu Pulau Derawan, Manunggal Jaya Biatan, Biduk-Biduk hingga Teluk Harapan Maratua.
Meski tidak semua kelompok masih aktif, dirinya menyebut kelompok yang bertahan mulai menunjukkan perkembangan dan mampu menjalankan kegiatan secara lebih mandiri.
"Yang kita harapkan bukan hanya kelompoknya aktif, tetapi anggotanya juga semakin mandiri dan mampu mempertahankan usaha yang sudah dibangun," ujarnya.
Oleh karena itu, Mardiah berharap pengembangan usaha perempuan dapat membantu menambah pendapatan keluarga. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar keterampilan dan potensi lokal yang dimiliki perempuan dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.
"Kami berharap melalui Desa Prima, kreativitas perempuan di kampung tidak berhenti pada pembuatan produk, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan penghasilan dan berjalan secara berkelanjutan," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)