Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Stan DPMPTSP di Berau Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Berau memanfaatkan Berau Expo 2026 untuk memperkenalkan potensi investasi daerah sekaligus menghadirkan layanan perizinan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Pameran yang berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Oktober 2026 ini menjadi kesempatan bagi DPMPTSP untuk memberikan informasi mengenai perkembangan investasi di Berau, serta memperkenalkan layanan perizinan berbasis digital melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) dan Sistem Informasi Perizinan Online dan Tracking (SIWALET).
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakaran, mengatakan kehadiran pihaknya dalam expo tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas, baik dalam memberikan informasi penanaman modal maupun memfasilitasi kebutuhan perizinan masyarakat dan pelaku usaha.
"Di sini kami menyampaikan informasi tentang penanaman modal dan perkembangan investasi di Kabupaten Berau. Kami juga menghadirkan layanan OSS-RBA dan SIWALET, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi sekaligus memanfaatkan pelayanan perizinan yang tersedia," ujar Nanang.
Tidak hanya berfokus pada promosi investasi, stan DPMPTSP juga mengusung konsep mini Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan melibatkan sejumlah OPDdan instansi terkait.
Beberapa layanan yang tersedia di antaranya pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dari Disdukcapil, hingga layanan pembayaran pajak dan administrasi kendaraan melalui instansi terkait.
"Konsepnya seperti mini MPP, karena pelayanan yang ada di kantor kami juga dibawa ke Berau Expo. Jadi, masyarakat yang kebetulan berkunjung bisa langsung memanfaatkan layanan yang tersedia di stan," terangnya.
Selain itu, Berau Expo 2026 juga dinilai menjadi ruang untuk memperlihatkan perkembangan dan peluang usaha di Kabupaten Berau kepada calon investor. Ia menyebut, keikutsertaan pelaku usaha dalam expo tahun ini semakin beragam dibandingkan penyelenggaraan pada 2024.
"Kalau dibandingkan dengan 2024, sekarang sektor yang bergabung semakin beragam. Ada perhotelan, pengusaha alat berat, elektronik dan berbagai bidang lainnya. Ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa potensi usaha di Berau cukup beragam," ungkapnya.
Oleh karena itu, kehadiran berbagai sektor tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik untuk memperkenalkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan investasi.
"Alhamdulillah, masyarakat cukup aktif. Setiap hari ada interaksi langsung dengan petugas, terutama terkait pelayanan UMKM dan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Ketika masyarakat melihat ada layanan di sini, mereka bisa langsung datang untuk mendapatkan berkonsultasi maupun mengurus kebutuhannya," katanya.
Nanang berharap melalui Berau Expo 2026, potensi investasi daerah semakin dikenal luas dan pelayanan perizinan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha, tapi juga membuka peluang bagi masuknya investasi baru yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Stan DPMPTSP di Berau Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Berau memanfaatkan Berau Expo 2026 untuk memperkenalkan potensi investasi daerah sekaligus menghadirkan layanan perizinan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Pameran yang berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Oktober 2026 ini menjadi kesempatan bagi DPMPTSP untuk memberikan informasi mengenai perkembangan investasi di Berau, serta memperkenalkan layanan perizinan berbasis digital melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) dan Sistem Informasi Perizinan Online dan Tracking (SIWALET).
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakaran, mengatakan kehadiran pihaknya dalam expo tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas, baik dalam memberikan informasi penanaman modal maupun memfasilitasi kebutuhan perizinan masyarakat dan pelaku usaha.
"Di sini kami menyampaikan informasi tentang penanaman modal dan perkembangan investasi di Kabupaten Berau. Kami juga menghadirkan layanan OSS-RBA dan SIWALET, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi sekaligus memanfaatkan pelayanan perizinan yang tersedia," ujar Nanang.
Tidak hanya berfokus pada promosi investasi, stan DPMPTSP juga mengusung konsep mini Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan melibatkan sejumlah OPDdan instansi terkait.
Beberapa layanan yang tersedia di antaranya pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dari Disdukcapil, hingga layanan pembayaran pajak dan administrasi kendaraan melalui instansi terkait.
"Konsepnya seperti mini MPP, karena pelayanan yang ada di kantor kami juga dibawa ke Berau Expo. Jadi, masyarakat yang kebetulan berkunjung bisa langsung memanfaatkan layanan yang tersedia di stan," terangnya.
Selain itu, Berau Expo 2026 juga dinilai menjadi ruang untuk memperlihatkan perkembangan dan peluang usaha di Kabupaten Berau kepada calon investor. Ia menyebut, keikutsertaan pelaku usaha dalam expo tahun ini semakin beragam dibandingkan penyelenggaraan pada 2024.
"Kalau dibandingkan dengan 2024, sekarang sektor yang bergabung semakin beragam. Ada perhotelan, pengusaha alat berat, elektronik dan berbagai bidang lainnya. Ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa potensi usaha di Berau cukup beragam," ungkapnya.
Oleh karena itu, kehadiran berbagai sektor tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik untuk memperkenalkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan investasi.
"Alhamdulillah, masyarakat cukup aktif. Setiap hari ada interaksi langsung dengan petugas, terutama terkait pelayanan UMKM dan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Ketika masyarakat melihat ada layanan di sini, mereka bisa langsung datang untuk mendapatkan berkonsultasi maupun mengurus kebutuhannya," katanya.
Nanang berharap melalui Berau Expo 2026, potensi investasi daerah semakin dikenal luas dan pelayanan perizinan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha, tapi juga membuka peluang bagi masuknya investasi baru yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)