Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    DPMK Berau Dorong Penguatan Ekonomi Jadi Fokus Baru Pendampingan SIGAP

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    09 September 2026 pukul 02:05 WITA

    Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau mulai mengarahkan pendampingan Program Pejuang Sigap Sejahtera (SIGAP) pada penguatan ekonomi kampung. 

    Perubahan fokus ini dilakukan untuk mendorong kampung semakin mandiri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

    Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan pola pendampingan SIGAP kini dilakukan secara tematik. Artinya, pendampingan tidak lagi diberikan secara merata kepada seluruh kampung, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

    Ia menjelaskan salah satu fokus yang diperkuat adalah sektor ekonomi, terutama pengembangan potensi dan komoditas unggulan kampung. DPMK mendorong agar potensi lokal dapat dikembangkan tidak hanya pada tahap produksi, tetapi juga melalui hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah.

    "Dengan berkurangnya transfer ke kampung, memang yang kita harapkan bagaimana ekonomi di kampung itu bisa lebih ditumbuhkan. Termasuk bagaimana kampung lebih giat lagi memanfaatkan potensi-potensi seperti kekayaan kampung dan aset kampung," ujar Tenteram.

    Dirinya pun menyebut sejumlah komoditas yang saat ini terus didorong antara lain kakao, kelapa dalam dan jagung. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di kampung.

    Ia juga mendorong optimalisasi aset kampung. Aset dapat dikelola langsung oleh pemerintah kampung, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), maupun melalui kemitraan dengan pihak swasta.

    Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK), terlebih dengan adanya perubahan dan berkurangnya transfer ke kampung.

    "Saya berharap dengan adanya program SIGAP, penekanan pada sektor ekonomi dapat mendorong kemandirian fiskal kampung agar tidak bergantung sepenuhnya pada dana perimbangan," katanya.

    Ia pun menyampaikan seiring perubahan fokus tersebut, kampung yang telah mencapai status Desa Mandiri secara bertahap mulai dilepas dari pendampingan intensif. Dirinya menilai kampung yang sudah berprogres dan mampu berkembang secara mandiri tidak lagi membutuhkan pola pendampingan seperti pada masa awal program.

    "Jadi akhirnya kita juga tematik, desa mandiri tidak kita dampingi lagi. Karena dia sudah berprogres," terangnya.

    Meski demikian, Tenteram mengatakan bahwa pendampingan tata kelola pemerintahan masih diberikan di wilayah yang membutuhkan. Kecamatan Kelay menjadi salah satu wilayah yang masih mendapatkan pendampingan tersebut karena terdapat sejumlah kekosongan aparatur kampung dan kebutuhan asistensi administrasi pemerintahan.

    Program SIGAP sendiri terus dijalankan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Berau dengan sejumlah mitra, di antaranya PT Berau Coal, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Yayasan Lingkar Nusantara sebagai pelaksana teknis di lapangan.

    "Kami berharap kolaborasi ini bisa semakin memperkuat pengembangan potensi kampung sehingga program SIGAP tidak hanya mendorong tata kelola pemerintahan, tetapi juga mampu menciptakan kampung yang lebih kuat secara ekonomi dan mandiri dalam jangka panjang," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    DPMK Berau Dorong Penguatan Ekonomi Jadi Fokus Baru Pendampingan SIGAP

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    09 September 2026 pukul 02:05 WITA

    Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau mulai mengarahkan pendampingan Program Pejuang Sigap Sejahtera (SIGAP) pada penguatan ekonomi kampung. 

    Perubahan fokus ini dilakukan untuk mendorong kampung semakin mandiri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

    Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan pola pendampingan SIGAP kini dilakukan secara tematik. Artinya, pendampingan tidak lagi diberikan secara merata kepada seluruh kampung, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

    Ia menjelaskan salah satu fokus yang diperkuat adalah sektor ekonomi, terutama pengembangan potensi dan komoditas unggulan kampung. DPMK mendorong agar potensi lokal dapat dikembangkan tidak hanya pada tahap produksi, tetapi juga melalui hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah.

    "Dengan berkurangnya transfer ke kampung, memang yang kita harapkan bagaimana ekonomi di kampung itu bisa lebih ditumbuhkan. Termasuk bagaimana kampung lebih giat lagi memanfaatkan potensi-potensi seperti kekayaan kampung dan aset kampung," ujar Tenteram.

    Dirinya pun menyebut sejumlah komoditas yang saat ini terus didorong antara lain kakao, kelapa dalam dan jagung. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di kampung.

    Ia juga mendorong optimalisasi aset kampung. Aset dapat dikelola langsung oleh pemerintah kampung, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), maupun melalui kemitraan dengan pihak swasta.

    Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK), terlebih dengan adanya perubahan dan berkurangnya transfer ke kampung.

    "Saya berharap dengan adanya program SIGAP, penekanan pada sektor ekonomi dapat mendorong kemandirian fiskal kampung agar tidak bergantung sepenuhnya pada dana perimbangan," katanya.

    Ia pun menyampaikan seiring perubahan fokus tersebut, kampung yang telah mencapai status Desa Mandiri secara bertahap mulai dilepas dari pendampingan intensif. Dirinya menilai kampung yang sudah berprogres dan mampu berkembang secara mandiri tidak lagi membutuhkan pola pendampingan seperti pada masa awal program.

    "Jadi akhirnya kita juga tematik, desa mandiri tidak kita dampingi lagi. Karena dia sudah berprogres," terangnya.

    Meski demikian, Tenteram mengatakan bahwa pendampingan tata kelola pemerintahan masih diberikan di wilayah yang membutuhkan. Kecamatan Kelay menjadi salah satu wilayah yang masih mendapatkan pendampingan tersebut karena terdapat sejumlah kekosongan aparatur kampung dan kebutuhan asistensi administrasi pemerintahan.

    Program SIGAP sendiri terus dijalankan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Berau dengan sejumlah mitra, di antaranya PT Berau Coal, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Yayasan Lingkar Nusantara sebagai pelaksana teknis di lapangan.

    "Kami berharap kolaborasi ini bisa semakin memperkuat pengembangan potensi kampung sehingga program SIGAP tidak hanya mendorong tata kelola pemerintahan, tetapi juga mampu menciptakan kampung yang lebih kuat secara ekonomi dan mandiri dalam jangka panjang," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)