Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau mendorong seluruh pemerintah kampung untuk terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki seiring diterapkannya sistem penilaian Indeks Desa (ID) yang menggantikan Indeks Desa Membangun (IDM).
Selain menggali potensi kampung, pemenuhan setiap indikator penilaian menjadi kunci agar status kampung dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan perubahan sistem penilaian membuat pemerintah kampung harus bekerja lebih maksimal karena cakupan penilaian kini jauh lebih luas. Jika sebelumnya hanya mengacu pada tiga dimensi, kini Indeks Desa menggunakan enam dimensi, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa.
"Kalau sebelumnya hanya dinilai dari tiga dimensi, sekarang menjadi enam dimensi. Setiap dimensi memiliki banyak indikator yang harus dipenuhi, sehingga pemerintah kampung harus lebih optimal dalam meningkatkan kualitas pembangunan," ujar Tenteram.
Dirinya menjelaskan penurunan status kampung tidak terjadi secara otomatis, melainkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap indikator yang dinilai secara berkala. Karena itu, setiap kampung memiliki kesempatan yang sama untuk mempertahankan maupun meningkatkan statusnya apabila mampu memenuhi seluruh indikator yang telah ditetapkan.
"Penurunan status kampung tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada indikator yang dinilai secara berkala. Jika tidak ada perkembangan signifikan, tentu bisa memengaruhi statusnya," katanya.
Ia menegaskan, seluruh kampung di Kabupaten Berau memiliki peluang menjadi kampung mandiri. Potensi sumber daya alam maupun sumber daya sosial yang dimiliki masing-masing kampung dinilai menjadi modal utama untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, untuk mendukung hal tersebut, DPMK terus melakukan pendampingan kepada pemerintah kampung, termasuk dalam proses penginputan data yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kampung, kecamatan hingga kabupaten dengan melibatkan tenaga pendamping desa.
"Ini dilakukan agar data yang menjadi dasar penilaian benar-benar valid dan sesuai kondisi di lapangan," tambahnya.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kampung yang masih berstatus berkembang. Menurutnya, kelompok tersebut menjadi yang paling rentan mengalami penurunan status apabila tidak mampu memenuhi indikator penilaian.
Saat ini Kabupaten Berau memiliki 32 kampung berstatus mandiri, 48 kampung berstatus maju dan 30 kampung berkembang. Tenteram berharap kampung yang masih berkembang maupun berstatus maju dapat terus meningkatkan kualitas pembangunan sehingga mampu naik menjadi kampung mandiri pada penilaian berikutnya.
"Kami berharap tidak ada kampung yang mengalami penurunan status dan justru semakin banyak yang mampu naik menjadi kampung mandiri. Potensi yang dimiliki setiap kampung harus terus dikembangkan, diiringi dengan pemenuhan seluruh indikator yang menjadi dasar penilaian," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau mendorong seluruh pemerintah kampung untuk terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki seiring diterapkannya sistem penilaian Indeks Desa (ID) yang menggantikan Indeks Desa Membangun (IDM).
Selain menggali potensi kampung, pemenuhan setiap indikator penilaian menjadi kunci agar status kampung dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan perubahan sistem penilaian membuat pemerintah kampung harus bekerja lebih maksimal karena cakupan penilaian kini jauh lebih luas. Jika sebelumnya hanya mengacu pada tiga dimensi, kini Indeks Desa menggunakan enam dimensi, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa.
"Kalau sebelumnya hanya dinilai dari tiga dimensi, sekarang menjadi enam dimensi. Setiap dimensi memiliki banyak indikator yang harus dipenuhi, sehingga pemerintah kampung harus lebih optimal dalam meningkatkan kualitas pembangunan," ujar Tenteram.
Dirinya menjelaskan penurunan status kampung tidak terjadi secara otomatis, melainkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap indikator yang dinilai secara berkala. Karena itu, setiap kampung memiliki kesempatan yang sama untuk mempertahankan maupun meningkatkan statusnya apabila mampu memenuhi seluruh indikator yang telah ditetapkan.
"Penurunan status kampung tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada indikator yang dinilai secara berkala. Jika tidak ada perkembangan signifikan, tentu bisa memengaruhi statusnya," katanya.
Ia menegaskan, seluruh kampung di Kabupaten Berau memiliki peluang menjadi kampung mandiri. Potensi sumber daya alam maupun sumber daya sosial yang dimiliki masing-masing kampung dinilai menjadi modal utama untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, untuk mendukung hal tersebut, DPMK terus melakukan pendampingan kepada pemerintah kampung, termasuk dalam proses penginputan data yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kampung, kecamatan hingga kabupaten dengan melibatkan tenaga pendamping desa.
"Ini dilakukan agar data yang menjadi dasar penilaian benar-benar valid dan sesuai kondisi di lapangan," tambahnya.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kampung yang masih berstatus berkembang. Menurutnya, kelompok tersebut menjadi yang paling rentan mengalami penurunan status apabila tidak mampu memenuhi indikator penilaian.
Saat ini Kabupaten Berau memiliki 32 kampung berstatus mandiri, 48 kampung berstatus maju dan 30 kampung berkembang. Tenteram berharap kampung yang masih berkembang maupun berstatus maju dapat terus meningkatkan kualitas pembangunan sehingga mampu naik menjadi kampung mandiri pada penilaian berikutnya.
"Kami berharap tidak ada kampung yang mengalami penurunan status dan justru semakin banyak yang mampu naik menjadi kampung mandiri. Potensi yang dimiliki setiap kampung harus terus dikembangkan, diiringi dengan pemenuhan seluruh indikator yang menjadi dasar penilaian," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)