Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Dorong Hilirisasi, Jagung Eka Sapta Talisayan Disulap Jadi Aneka Kue dan Roti

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    24 Agustus 2026 pukul 16:22 WITA

    Penyerahan Sertifikat Pelatihan Pengolahan Jagung, di Balai Pertemuan Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. (Foto: Diskoperindag Berau)

    Tanjung Redeb - Upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian terus dilakukan di Kabupaten Berau. Salah satunya melalui pengolahan jagung menjadi berbagai produk pangan, seperti kue dan roti.

    Langkah ini didorong Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau melalui Pelatihan Pengolahan Jagung yang berlangsung selama tiga hari, 20-22 Agustus 2026, di Balai Pertemuan Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau.

    Sebanyak 20 warga Kampung Eka Sapta mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan diarahkan pada keterampilan tata boga dengan memanfaatkan jagung sebagai bahan dasar berbagai produk olahan.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut program hilirisasi jagung yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

    "Jagung merupakan salah satu komoditi unggulan Kabupaten Berau selain cokelat dan kelapa dalam. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program hilirisasi untuk jagung," kata Eva.

    Ia menjelaskan, Kampung Eka Sapta dipilih sebagai lokasi pelatihan karena memiliki produksi jagung yang cukup banyak. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh apabila masyarakat memiliki kemampuan mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

    "Eka Sapta merupakan salah satu kampung yang hasil jagungnya cukup banyak sehingga kami menentukan lokasi pelatihan di sana," ujarnya.

    Dirinya juga menyampaikan dalam pelatihan tersebut masyarakat tidak hanya belajar mengolah jagung menjadi makanan, tetapi juga diarahkan untuk melihat peluang ekonomi dari produk yang dihasilkan. Jagung yang sebelumnya dapat dijual sebagai bahan mentah kini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk turunan seperti aneka kue dan roti.

    "Pengolahan ini didorong agar bisa menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru," katanya.

    Pelatihan tersebut ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada 20 peserta. Eva pun berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan sehingga produk olahan jagung dari Kampung Eka Sapta tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi juga dapat berkembang menjadi produk usaha yang bernilai ekonomi.

    "Kami berharap masyarakat Eka Sapta bisa memanfaatkan ilmu dari pelatihan ini untuk mengolah lebih lanjut jagung menjadi produk yang bernilai jual tinggi," tandas Eva. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Dorong Hilirisasi, Jagung Eka Sapta Talisayan Disulap Jadi Aneka Kue dan Roti

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    24 Agustus 2026 pukul 16:22 WITA

    Penyerahan Sertifikat Pelatihan Pengolahan Jagung, di Balai Pertemuan Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. (Foto: Diskoperindag Berau)

    Tanjung Redeb - Upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian terus dilakukan di Kabupaten Berau. Salah satunya melalui pengolahan jagung menjadi berbagai produk pangan, seperti kue dan roti.

    Langkah ini didorong Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau melalui Pelatihan Pengolahan Jagung yang berlangsung selama tiga hari, 20-22 Agustus 2026, di Balai Pertemuan Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau.

    Sebanyak 20 warga Kampung Eka Sapta mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan diarahkan pada keterampilan tata boga dengan memanfaatkan jagung sebagai bahan dasar berbagai produk olahan.

    Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut program hilirisasi jagung yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

    "Jagung merupakan salah satu komoditi unggulan Kabupaten Berau selain cokelat dan kelapa dalam. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program hilirisasi untuk jagung," kata Eva.

    Ia menjelaskan, Kampung Eka Sapta dipilih sebagai lokasi pelatihan karena memiliki produksi jagung yang cukup banyak. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh apabila masyarakat memiliki kemampuan mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

    "Eka Sapta merupakan salah satu kampung yang hasil jagungnya cukup banyak sehingga kami menentukan lokasi pelatihan di sana," ujarnya.

    Dirinya juga menyampaikan dalam pelatihan tersebut masyarakat tidak hanya belajar mengolah jagung menjadi makanan, tetapi juga diarahkan untuk melihat peluang ekonomi dari produk yang dihasilkan. Jagung yang sebelumnya dapat dijual sebagai bahan mentah kini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk turunan seperti aneka kue dan roti.

    "Pengolahan ini didorong agar bisa menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru," katanya.

    Pelatihan tersebut ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada 20 peserta. Eva pun berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan sehingga produk olahan jagung dari Kampung Eka Sapta tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi juga dapat berkembang menjadi produk usaha yang bernilai ekonomi.

    "Kami berharap masyarakat Eka Sapta bisa memanfaatkan ilmu dari pelatihan ini untuk mengolah lebih lanjut jagung menjadi produk yang bernilai jual tinggi," tandas Eva. (Adv)

    (Sf/Rs)