Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    DLHK Berau Ajak Warga Gotong Royong untuk Kurangi Risiko Banjir

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    07 Juni 2026 pukul 17:25 WITA

    Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya mengurangi risiko banjir yang kembali mengancam sejumlah wilayah saat musim hujan. 

    Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat pembersihan drainase dan parit yang tersumbat sampah serta endapan lumpur.

    Melihat kondisi tersebut, sinergi lintas instansi pun dibutuhkan, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau yang didorong untuk bergerak bersama melakukan pembersihan saluran air di berbagai titik rawan genangan.

    Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau menyiapkan armada kebersihan guna mengangkut sampah hasil kerja bakti masyarakat maupun pemerintah.

    Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari mengatakan pihaknya siap membantu proses pengangkutan sampah agar hasil pembersihan saluran air tidak kembali menumpuk dan menghambat aliran drainase.

    "Kami dari DLHK membantu mengangkut hasil kerja bakti atau korve masyarakat di lingkungannya," ujar Zulkifli.

    Menurutnya, keberadaan armada pengangkut sangat penting karena kegiatan pembersihan drainase biasanya menghasilkan sampah dalam jumlah cukup banyak. 

    "Jika tidak segera diangkut, sampah tersebut berpotensi kembali masuk ke saluran air dan menyebabkan penyumbatan," tambahnya.

    Sementara itu, ia juga mengatakan layanan pengangkutan sampah hasil gotong royong diberikan secara gratis. Ia menjelaskan, masyarakat cukup berkoordinasi dengan DLHK untuk penjadwalan pengangkutan.

    "Itu sudah selalu kami lakukan menggunakan armada kami," katanya.

    Zulkifli juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan banjir membutuhkan peran aktif masyarakat. Selain rutin membersihkan lingkungan, warga diharapkan tidak membuang sampah ke parit, drainase, maupun sungai yang dapat menghambat aliran air saat hujan turun.

    "Dengan dukungan armada kebersihan ini dan keterlibatan masyarakat, saya berharap kondisi saluran drainase di berbagai titik dapat kembali berfungsi optimal sehingga potensi genangan dan banjir dapat diminimalkan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    DLHK Berau Ajak Warga Gotong Royong untuk Kurangi Risiko Banjir

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    07 Juni 2026 pukul 17:25 WITA

    Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya mengurangi risiko banjir yang kembali mengancam sejumlah wilayah saat musim hujan. 

    Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat pembersihan drainase dan parit yang tersumbat sampah serta endapan lumpur.

    Melihat kondisi tersebut, sinergi lintas instansi pun dibutuhkan, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau yang didorong untuk bergerak bersama melakukan pembersihan saluran air di berbagai titik rawan genangan.

    Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau menyiapkan armada kebersihan guna mengangkut sampah hasil kerja bakti masyarakat maupun pemerintah.

    Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari mengatakan pihaknya siap membantu proses pengangkutan sampah agar hasil pembersihan saluran air tidak kembali menumpuk dan menghambat aliran drainase.

    "Kami dari DLHK membantu mengangkut hasil kerja bakti atau korve masyarakat di lingkungannya," ujar Zulkifli.

    Menurutnya, keberadaan armada pengangkut sangat penting karena kegiatan pembersihan drainase biasanya menghasilkan sampah dalam jumlah cukup banyak. 

    "Jika tidak segera diangkut, sampah tersebut berpotensi kembali masuk ke saluran air dan menyebabkan penyumbatan," tambahnya.

    Sementara itu, ia juga mengatakan layanan pengangkutan sampah hasil gotong royong diberikan secara gratis. Ia menjelaskan, masyarakat cukup berkoordinasi dengan DLHK untuk penjadwalan pengangkutan.

    "Itu sudah selalu kami lakukan menggunakan armada kami," katanya.

    Zulkifli juga mengingatkan bahwa upaya pencegahan banjir membutuhkan peran aktif masyarakat. Selain rutin membersihkan lingkungan, warga diharapkan tidak membuang sampah ke parit, drainase, maupun sungai yang dapat menghambat aliran air saat hujan turun.

    "Dengan dukungan armada kebersihan ini dan keterlibatan masyarakat, saya berharap kondisi saluran drainase di berbagai titik dapat kembali berfungsi optimal sehingga potensi genangan dan banjir dapat diminimalkan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)