Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Produk anyaman dan manik kampung di Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau terus mendorong pengembangan kerajinan ayaman dan manik agar dapat menjadi ikon suvenir daerah yang mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan ayaman dan manik merupakan warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikembangkan secara kreatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Kerajinan ayaman dan manik merupakan warisan budaya yang harus kita angkat. Ini bisa menjadi identitas khas Berau yang mampu menarik minat wisatawan," ujar Eva.
Menurutnya, pengembangan kerajinan lokal perlu diimbangi dengan inovasi produk agar memiliki daya saing yang lebih kuat. Sehingga, untuk mendukung hal tersebut, Diskoperindag secara rutin memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM).
"Program pelatihan itu ada terkait peningkatan kualitas produk, pengembangan desain, hingga pemasaran berbasis digital. Tapi untuk unsur tradisional yang menjadi ciri khas Berau tetap kita pertahankan," tuturnya.
Tak hanya itu, para perajin juga difasilitasi untuk mengikuti berbagai pameran tingkat provinsi maupun nasional guna memperluas promosi dan akses pasar.
Eva pun menilai para perajin perlu memahami tren yang berkembang agar produk yang dihasilkan tetap diminati konsumen. Dengan inovasi yang tepat, ayaman dan manik dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.
"Kami ingin produk ayaman dan manik Berau bisa bersaing dengan kerajinan daerah lain. Dengan pembinaan yang tepat, kami yakin para perajin bisa naik kelas dan kerajinan ayaman serta manik ini dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Produk anyaman dan manik kampung di Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau terus mendorong pengembangan kerajinan ayaman dan manik agar dapat menjadi ikon suvenir daerah yang mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan ayaman dan manik merupakan warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikembangkan secara kreatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Kerajinan ayaman dan manik merupakan warisan budaya yang harus kita angkat. Ini bisa menjadi identitas khas Berau yang mampu menarik minat wisatawan," ujar Eva.
Menurutnya, pengembangan kerajinan lokal perlu diimbangi dengan inovasi produk agar memiliki daya saing yang lebih kuat. Sehingga, untuk mendukung hal tersebut, Diskoperindag secara rutin memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM).
"Program pelatihan itu ada terkait peningkatan kualitas produk, pengembangan desain, hingga pemasaran berbasis digital. Tapi untuk unsur tradisional yang menjadi ciri khas Berau tetap kita pertahankan," tuturnya.
Tak hanya itu, para perajin juga difasilitasi untuk mengikuti berbagai pameran tingkat provinsi maupun nasional guna memperluas promosi dan akses pasar.
Eva pun menilai para perajin perlu memahami tren yang berkembang agar produk yang dihasilkan tetap diminati konsumen. Dengan inovasi yang tepat, ayaman dan manik dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.
"Kami ingin produk ayaman dan manik Berau bisa bersaing dengan kerajinan daerah lain. Dengan pembinaan yang tepat, kami yakin para perajin bisa naik kelas dan kerajinan ayaman serta manik ini dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)