Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Berau Ingatkan Warga Waspada Password Stealer, Bisa Curi Data hingga Kuras Rekening

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    01 September 2026 pukul 21:32 WITA

    Kepala Diskominfo Kabupaten Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman password stealer atau infostealer yang dapat mencuri berbagai data penting dari perangkat secara diam-diam.

    Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan password stealer merupakan jenis malware berbahaya yang bekerja di latar belakang perangkat tanpa memicu peringatan sistem. Malware tersebut dapat mencuri informasi rahasia yang tersimpan maupun digunakan pada perangkat.

    "Password stealer ini bekerja secara diam-diam untuk mencuri data rahasia pengguna. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada, terutama saat mengakses tautan, membuka lampiran, maupun mengunduh aplikasi," kata Didi.

    Menurutnya, data yang menjadi target tidak hanya kata sandi. Malware juga dapat menyasar password auto fill, cookies, hingga session tokens pada browser.

    "Bukan cuma itu, akun media sosial seperti Instagram, TikTok, email, layanan mobile banking, e-wallet hingga aset kripto juga berpotensi menjadi sasaran," tambahnya.

    Ia pun menjelaskan, malware tersebut dapat masuk melalui berbagai cara, di antaranya phishing dan spam berupa tautan atau lampiran palsu yang menyamar sebagai dokumen penting maupun tagihan. Ancaman juga dapat berasal dari software bajakan seperti crack, keygen, dan aplikasi mod yang telah disusupi kode berbahaya.

    "Jangan mudah mengunduh software bajakan atau aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Termasuk ketika menerima email atau pesan dengan tautan dan lampiran yang mencurigakan, sebaiknya jangan langsung dibuka," ujarnya.

    Ia pun menyampaikan, penggunaan iklan palsu atau malvertising di situs tidak resmi juga perlu diwaspadai karena dapat mengarahkan pengguna pada unduhan berbahaya.

    Sementara itu, dirinya mengatakan jika perangkat telah terinfeksi, dampaknya dapat berupa pengambilalihan akun, kerugian finansial akibat transaksi tanpa izin, hingga pencurian identitas. 

    "Data pribadi yang dicuri juga berpotensi disalahgunakan atau diperjualbelikan di ruang siber ilegal," tuturnya.

    Oleh karena itu, untuk mencegahnya, Didi mengimbau masyarakat menggunakan password manager khusus dan tidak menyimpan kata sandi melalui fitur auto fill browser. 

    Pengguna juga disarankan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) atau multi-factor authentication (MFA), terutama melalui aplikasi authenticator serta rutin memperbarui sistem dan antivirus.

    "Perbarui sistem operasi, browser, dan antivirus secara rutin. Keamanan perangkat harus menjadi perhatian bersama. Selalu periksa domain pengirim sebelum mengklik link dan jangan membuka file mencurigakan, terutama yang memiliki format seperti exe, scr atau zip," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Berau Ingatkan Warga Waspada Password Stealer, Bisa Curi Data hingga Kuras Rekening

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    01 September 2026 pukul 21:32 WITA

    Kepala Diskominfo Kabupaten Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman password stealer atau infostealer yang dapat mencuri berbagai data penting dari perangkat secara diam-diam.

    Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan password stealer merupakan jenis malware berbahaya yang bekerja di latar belakang perangkat tanpa memicu peringatan sistem. Malware tersebut dapat mencuri informasi rahasia yang tersimpan maupun digunakan pada perangkat.

    "Password stealer ini bekerja secara diam-diam untuk mencuri data rahasia pengguna. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada, terutama saat mengakses tautan, membuka lampiran, maupun mengunduh aplikasi," kata Didi.

    Menurutnya, data yang menjadi target tidak hanya kata sandi. Malware juga dapat menyasar password auto fill, cookies, hingga session tokens pada browser.

    "Bukan cuma itu, akun media sosial seperti Instagram, TikTok, email, layanan mobile banking, e-wallet hingga aset kripto juga berpotensi menjadi sasaran," tambahnya.

    Ia pun menjelaskan, malware tersebut dapat masuk melalui berbagai cara, di antaranya phishing dan spam berupa tautan atau lampiran palsu yang menyamar sebagai dokumen penting maupun tagihan. Ancaman juga dapat berasal dari software bajakan seperti crack, keygen, dan aplikasi mod yang telah disusupi kode berbahaya.

    "Jangan mudah mengunduh software bajakan atau aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Termasuk ketika menerima email atau pesan dengan tautan dan lampiran yang mencurigakan, sebaiknya jangan langsung dibuka," ujarnya.

    Ia pun menyampaikan, penggunaan iklan palsu atau malvertising di situs tidak resmi juga perlu diwaspadai karena dapat mengarahkan pengguna pada unduhan berbahaya.

    Sementara itu, dirinya mengatakan jika perangkat telah terinfeksi, dampaknya dapat berupa pengambilalihan akun, kerugian finansial akibat transaksi tanpa izin, hingga pencurian identitas. 

    "Data pribadi yang dicuri juga berpotensi disalahgunakan atau diperjualbelikan di ruang siber ilegal," tuturnya.

    Oleh karena itu, untuk mencegahnya, Didi mengimbau masyarakat menggunakan password manager khusus dan tidak menyimpan kata sandi melalui fitur auto fill browser. 

    Pengguna juga disarankan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) atau multi-factor authentication (MFA), terutama melalui aplikasi authenticator serta rutin memperbarui sistem dan antivirus.

    "Perbarui sistem operasi, browser, dan antivirus secara rutin. Keamanan perangkat harus menjadi perhatian bersama. Selalu periksa domain pengirim sebelum mengklik link dan jangan membuka file mencurigakan, terutama yang memiliki format seperti exe, scr atau zip," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)