Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Produk inovasi perikanan Kabupaten Berau.(Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau mematangkan persiapan untuk mengikuti Expo 2026 dengan menampilkan beragam produk unggulan perikanan dan inovasi ramah lingkungan.
Melalui dua stan pameran yang disediakan, Diskan akan memperkenalkan potensi sektor perikanan daerah, mulai dari budi daya dan penangkapan hingga pengolahan hasil perikanan.
Kepala Diskan Berau Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budi Saya, Budiono, mengatakan keikutsertaan dalam expo tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal sektor perikanan secara lebih menyeluruh.
"Harapan kami, masyarakat bisa mengetahui secara utuh gambaran perikanan yang terintegrasi, mulai dari hulu, tengah, hingga hilir," ujar Budiono.
Dirinya mengatakan untuk menarik minat pengunjung, Diskan Berau akan menghadirkan akuarium berisi berbagai jenis ikan hidup dari komoditas air tawar, air payau, hingga air laut.
"Pengunjung juga dapat melihat peta kawasan sentra budi daya dan penangkapan ikan, infografis capaian kinerja dinas, serta leaflet yang berisi informasi teknis perikanan," tambahnya.
Selain itu, ia menyampaikan dari sisi produk unggulan, pihaknya akan memamerkan ikan kaleng khas Tanjung Batu serta beragam olahan lainnya, seperti surimi, daging ikan siap saji, pentol bakso dan tempe ikan.
Promosi produk lokal juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan pelaku UMKM. Kolaborasi ini menghadirkan produk hasil pendampingan dari tiga kampung, yakni Suaran, Tabalar dan Pegat Batumbuk.
"Beberapa produk yang akan ditampilkan itu, keripik kepala udang, stik ikan bandeng, serta aneka olahan perikanan lainnya. Kami juga akan memperkenalkan produk terasi dari empat kecamatan sentra, yakni Biatan, Tabalar, Batu Putih dan Derawan, dalam bentuk padat, cair, maupun siap saji," tuturnya.
Tak hanya itu, Diskan Berau juga berencana menampilkan inovasi pupuk organik padat dan cair yang memanfaatkan sisa hasil perikanan. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk sampingan, sekaligus mengurangi limbah melalui pemanfaatan yang lebih ramah lingkungan.
Meski berbagai persiapan telah dilakukan, Budiono menyebut pihaknya masih mempertimbangkan kesiapan lokasi untuk memastikan seluruh produk dan materi pameran dapat ditampilkan sesuai rencana.
"Kami masih melihat kesiapan tempatnya, apakah memungkinkan untuk menampilkan tiga bidang tersebut. Harapannya, dengan dua stan yang disediakan, semuanya bisa terakomodasi," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Produk inovasi perikanan Kabupaten Berau.(Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau mematangkan persiapan untuk mengikuti Expo 2026 dengan menampilkan beragam produk unggulan perikanan dan inovasi ramah lingkungan.
Melalui dua stan pameran yang disediakan, Diskan akan memperkenalkan potensi sektor perikanan daerah, mulai dari budi daya dan penangkapan hingga pengolahan hasil perikanan.
Kepala Diskan Berau Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budi Saya, Budiono, mengatakan keikutsertaan dalam expo tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal sektor perikanan secara lebih menyeluruh.
"Harapan kami, masyarakat bisa mengetahui secara utuh gambaran perikanan yang terintegrasi, mulai dari hulu, tengah, hingga hilir," ujar Budiono.
Dirinya mengatakan untuk menarik minat pengunjung, Diskan Berau akan menghadirkan akuarium berisi berbagai jenis ikan hidup dari komoditas air tawar, air payau, hingga air laut.
"Pengunjung juga dapat melihat peta kawasan sentra budi daya dan penangkapan ikan, infografis capaian kinerja dinas, serta leaflet yang berisi informasi teknis perikanan," tambahnya.
Selain itu, ia menyampaikan dari sisi produk unggulan, pihaknya akan memamerkan ikan kaleng khas Tanjung Batu serta beragam olahan lainnya, seperti surimi, daging ikan siap saji, pentol bakso dan tempe ikan.
Promosi produk lokal juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan pelaku UMKM. Kolaborasi ini menghadirkan produk hasil pendampingan dari tiga kampung, yakni Suaran, Tabalar dan Pegat Batumbuk.
"Beberapa produk yang akan ditampilkan itu, keripik kepala udang, stik ikan bandeng, serta aneka olahan perikanan lainnya. Kami juga akan memperkenalkan produk terasi dari empat kecamatan sentra, yakni Biatan, Tabalar, Batu Putih dan Derawan, dalam bentuk padat, cair, maupun siap saji," tuturnya.
Tak hanya itu, Diskan Berau juga berencana menampilkan inovasi pupuk organik padat dan cair yang memanfaatkan sisa hasil perikanan. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk sampingan, sekaligus mengurangi limbah melalui pemanfaatan yang lebih ramah lingkungan.
Meski berbagai persiapan telah dilakukan, Budiono menyebut pihaknya masih mempertimbangkan kesiapan lokasi untuk memastikan seluruh produk dan materi pameran dapat ditampilkan sesuai rencana.
"Kami masih melihat kesiapan tempatnya, apakah memungkinkan untuk menampilkan tiga bidang tersebut. Harapannya, dengan dua stan yang disediakan, semuanya bisa terakomodasi," tandasnya. (Adv)
(Sf/Lo)