Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskan Berau Perkuat Pasar Ikan Murah Lewat Program Kolaborasi Lintas Sektor

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 September 2026 pukul 09:40 WITA

    Pasar ikan murah di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau memperkuat pelaksanaan Pasar Ikan Murah melalui program kolaborasi lintas sektor. Program ini melibatkan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), pelaku UMKM, Dinas Pangan serta Bulog untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

    Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengatakan kolaborasi tersebut diperlukan karena Pasar Ikan Murah tidak hanya berkaitan dengan sektor perikanan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi dan kebutuhan pangan masyarakat.

    "Ini merupakan wujud sinergi lintas sektor yang juga merangkul para pelaku UMKM. Kolaborasi ini menciptakan nuansa ekonomi dan ketahanan pangan yang kuat," ujar Majid.

    Menurutnya, meski pembinaan UMKM secara teknis berada di bawah Diskoperindag, banyak pelaku usaha yang dilibatkan dalam kegiatan memiliki keterkaitan dengan produk perikanan. Karena itu, sinergi antar instansi sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk ikut bergerak dalam kegiatan tersebut.

    Tak hanya itu, Diskan juga menggandeng Dinas Pangan serta Bulog dalam penyediaan sejumlah kebutuhan pokok. Namun, dirinya menyebut ketersediaan komoditas pada setiap pelaksanaan dapat berbeda.

    Sementara itu, ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus mengevaluasi pelaksanaan Pasar Ikan Murah, termasuk tingkat partisipasi dan daya beli masyarakat. Ia pun mengakui jumlah masyarakat yang datang tidak selalu sama dalam setiap kegiatan.

    "Tidak mungkin setiap kita adakan selalu sukses besar, pasti ada fluktuasinya,"  terangnya.

    Dirinya mengatakan bahwa evaluasi juga dilakukan terhadap harga ikan yang ditawarkan. Hal ini menyusul adanya anggapan bahwa harga ikan dalam Pasar Ikan Murah masih hampir sama dengan harga di pasar umum. Sehingganya , ia meminta jajarannya menyesuaikan harga agar masyarakat memperoleh selisih yang lebih jelas dibandingkan harga pasaran.

    "Mengenai harga, saya sudah minta ke teman-teman agar bisa dikurangkan sedikit sehingga ada selisih yang jelas bagi masyarakat," tuturnya.

    Selain itu, Diskan juga memilih Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai lokasi utama pelaksanaan. Menurutnya, TPI lebih efektif dan efisien karena fasilitasnya memang telah diperuntukkan bagi aktivitas perikanan.

    "Kalau kita pakai lapangan terbuka, mau tidak mau harus melibatkan teman-teman di DLHK untuk menyiram dan membersihkan. Limbah ikan ini kan sangat cepat berbau busuk. Kalau di TPI, tempatnya memang sudah peruntukannya, jualnya enak, membersihkannya juga gampang," ungkapnya.

    Majid pun menyampaikan ke depan, Pasar Ikan Murah akan terus diimprovisasi dan dijadikan agenda rutin setiap bulan. Diskan menargetkan kegiatan tersebut tetap berjalan sebagai bagian dari upaya menekan inflasi, mendukung pencegahan stunting, sekaligus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.

    "Produk utama dan tujuan kita jelas: menekan inflasi, mengatasi stunting, dan terus mensosialisasikan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Ini tidak akan berhenti, pokoknya jalan terus dan wajib rutin sebulan sekali," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskan Berau Perkuat Pasar Ikan Murah Lewat Program Kolaborasi Lintas Sektor

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 September 2026 pukul 09:40 WITA

    Pasar ikan murah di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau memperkuat pelaksanaan Pasar Ikan Murah melalui program kolaborasi lintas sektor. Program ini melibatkan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), pelaku UMKM, Dinas Pangan serta Bulog untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

    Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, mengatakan kolaborasi tersebut diperlukan karena Pasar Ikan Murah tidak hanya berkaitan dengan sektor perikanan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi dan kebutuhan pangan masyarakat.

    "Ini merupakan wujud sinergi lintas sektor yang juga merangkul para pelaku UMKM. Kolaborasi ini menciptakan nuansa ekonomi dan ketahanan pangan yang kuat," ujar Majid.

    Menurutnya, meski pembinaan UMKM secara teknis berada di bawah Diskoperindag, banyak pelaku usaha yang dilibatkan dalam kegiatan memiliki keterkaitan dengan produk perikanan. Karena itu, sinergi antar instansi sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk ikut bergerak dalam kegiatan tersebut.

    Tak hanya itu, Diskan juga menggandeng Dinas Pangan serta Bulog dalam penyediaan sejumlah kebutuhan pokok. Namun, dirinya menyebut ketersediaan komoditas pada setiap pelaksanaan dapat berbeda.

    Sementara itu, ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus mengevaluasi pelaksanaan Pasar Ikan Murah, termasuk tingkat partisipasi dan daya beli masyarakat. Ia pun mengakui jumlah masyarakat yang datang tidak selalu sama dalam setiap kegiatan.

    "Tidak mungkin setiap kita adakan selalu sukses besar, pasti ada fluktuasinya,"  terangnya.

    Dirinya mengatakan bahwa evaluasi juga dilakukan terhadap harga ikan yang ditawarkan. Hal ini menyusul adanya anggapan bahwa harga ikan dalam Pasar Ikan Murah masih hampir sama dengan harga di pasar umum. Sehingganya , ia meminta jajarannya menyesuaikan harga agar masyarakat memperoleh selisih yang lebih jelas dibandingkan harga pasaran.

    "Mengenai harga, saya sudah minta ke teman-teman agar bisa dikurangkan sedikit sehingga ada selisih yang jelas bagi masyarakat," tuturnya.

    Selain itu, Diskan juga memilih Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai lokasi utama pelaksanaan. Menurutnya, TPI lebih efektif dan efisien karena fasilitasnya memang telah diperuntukkan bagi aktivitas perikanan.

    "Kalau kita pakai lapangan terbuka, mau tidak mau harus melibatkan teman-teman di DLHK untuk menyiram dan membersihkan. Limbah ikan ini kan sangat cepat berbau busuk. Kalau di TPI, tempatnya memang sudah peruntukannya, jualnya enak, membersihkannya juga gampang," ungkapnya.

    Majid pun menyampaikan ke depan, Pasar Ikan Murah akan terus diimprovisasi dan dijadikan agenda rutin setiap bulan. Diskan menargetkan kegiatan tersebut tetap berjalan sebagai bagian dari upaya menekan inflasi, mendukung pencegahan stunting, sekaligus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.

    "Produk utama dan tujuan kita jelas: menekan inflasi, mengatasi stunting, dan terus mensosialisasikan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Ini tidak akan berhenti, pokoknya jalan terus dan wajib rutin sebulan sekali," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)