Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskan Berau Dorong Kampung Batu-Batu Jadi Sentra Nila Salina

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Oktober 2026 pukul 22:19 WITA

    Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kampung Batu-Batu, Kabupaten Berau, disiapkan menjadi Sentra budi daya ikan Nila Salina. Pengembangan ini dilakukan Dinas Perikanan (Diskan) Berau untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan budi daya.

    Kepala Diskan Berau Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budi Daya, Budiono, mengatakan pembinaan terhadap pembudi daya di Kampung Batu-Batu terus dilakukan. Saat ini terdapat sekitar 99 pembudi daya.

    "Di Kampung Batu-Batu sudah ada sekitar 99 pembudi daya yang kami bina. Mereka mengelola 99 unit kolam yang dibangun menggunakan anggaran dana kampung," ujar Budiono.

    Tak hanya itu, ia juga menyebut sejumlah komoditas telah dikembangkan masyarakat, seperti udang galah, patin dan nila. Namun, Diskan Berau mengarahkan pengembangan lebih lanjut pada Nila Salina karena jenis ikan tersebut dinilai mampu menyesuaikan diri dengan kondisi perairan di kawasan tersebut.

    Menurutnya, Kampung Batu-Batu memiliki kondisi perairan yang cukup dipengaruhi intrusi air laut. Karena itu, pemilihan komoditas menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kawasan budidaya.

    "Varietas yang paling cocok dikembangkan di sana adalah Nila Salina karena memiliki toleransi terhadap tingkat salinitas atau kadar garam mulai dari nol hingga 10 PPM," terangnya.

    Selain itu, kawasan budi daya tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas wisata. Lokasinya dinilai dapat menjadi titik persinggahan atau stop over bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Batu maupun Kepulauan Derawan.

    "Konsep ini sangat potensial jika dipadukan dengan pengembangan ecotourism berbasis masyarakat. Harapannya, kawasan ini bisa memberikan manfaat dari sisi ekonomi sekaligus mendukung pariwisata," katanya.

    Oleh karena itu, Budiono pun menyampaikan untuk mendukung rencana tersebut, Diskan Berau menilai diperlukan kerja sama lintas pihak. Pemerintah kampung, perusahaan dan pemerintah daerah diharapkan dapat bersama-sama memperkuat pengembangan kawasan.

    "Perlunya kolaborasi yang kuat antara pihak perusahaan, pemerintah kampung dan Dinas Perikanan. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam mengembangkan kawasan budi daya untuk meningkatkan ekonomi warga sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskan Berau Dorong Kampung Batu-Batu Jadi Sentra Nila Salina

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Oktober 2026 pukul 22:19 WITA

    Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kampung Batu-Batu, Kabupaten Berau, disiapkan menjadi Sentra budi daya ikan Nila Salina. Pengembangan ini dilakukan Dinas Perikanan (Diskan) Berau untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan budi daya.

    Kepala Diskan Berau Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budi Daya, Budiono, mengatakan pembinaan terhadap pembudi daya di Kampung Batu-Batu terus dilakukan. Saat ini terdapat sekitar 99 pembudi daya.

    "Di Kampung Batu-Batu sudah ada sekitar 99 pembudi daya yang kami bina. Mereka mengelola 99 unit kolam yang dibangun menggunakan anggaran dana kampung," ujar Budiono.

    Tak hanya itu, ia juga menyebut sejumlah komoditas telah dikembangkan masyarakat, seperti udang galah, patin dan nila. Namun, Diskan Berau mengarahkan pengembangan lebih lanjut pada Nila Salina karena jenis ikan tersebut dinilai mampu menyesuaikan diri dengan kondisi perairan di kawasan tersebut.

    Menurutnya, Kampung Batu-Batu memiliki kondisi perairan yang cukup dipengaruhi intrusi air laut. Karena itu, pemilihan komoditas menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kawasan budidaya.

    "Varietas yang paling cocok dikembangkan di sana adalah Nila Salina karena memiliki toleransi terhadap tingkat salinitas atau kadar garam mulai dari nol hingga 10 PPM," terangnya.

    Selain itu, kawasan budi daya tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas wisata. Lokasinya dinilai dapat menjadi titik persinggahan atau stop over bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Batu maupun Kepulauan Derawan.

    "Konsep ini sangat potensial jika dipadukan dengan pengembangan ecotourism berbasis masyarakat. Harapannya, kawasan ini bisa memberikan manfaat dari sisi ekonomi sekaligus mendukung pariwisata," katanya.

    Oleh karena itu, Budiono pun menyampaikan untuk mendukung rencana tersebut, Diskan Berau menilai diperlukan kerja sama lintas pihak. Pemerintah kampung, perusahaan dan pemerintah daerah diharapkan dapat bersama-sama memperkuat pengembangan kawasan.

    "Perlunya kolaborasi yang kuat antara pihak perusahaan, pemerintah kampung dan Dinas Perikanan. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam mengembangkan kawasan budi daya untuk meningkatkan ekonomi warga sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)