Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Disiapkan Berstandar Nasional, Museum Kota Tua Berau Akan Dibangun dengan Konsep Edukasi dan Sejarah

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 Juli 2026 pukul 12:21 WITA

    Museum Kota Tua, Teluk Bayur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mematangkan persiapan pengoperasian Museum Kota Tua yang terletak di Kecamatan Teluk Bayur dengan mengacu pada standar permuseuman nasional. 

    Museum tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi yang mampu menceritakan perjalanan sejarah dan budaya Kabupaten Berau secara sistematis.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan proses perencanaan museum dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga konsultan ahli. Langkah tersebut diambil setelah pihaknya menerima sejumlah masukan dari tim verifikasi Geopark Sangkulirang-Mangkaliat, yang salah satu anggotanya memiliki keahlian di bidang permuseuman.

    Menurutnya, penyusunan kajian tata letak (layout) menjadi tahapan paling penting sebelum pembangunan museum dimulai. Setiap koleksi nantinya harus ditempatkan sesuai dengan misi museum sehingga mampu menghadirkan alur cerita yang utuh bagi para pengunjung.

    "Harus ada yang namanya kajian tata letak. Menempatkan barang-barang itu harus tepat dan sesuai dengan misi museumnya. Kalau asal-asalan, itu nanti bukan museum namanya, melainkan hanya sekadar galeri barang biasa. Perbedaan museum dengan galeri ada di situ," ujar Yudha.

    Untuk memastikan konsep tersebut berjalan sesuai standar, pihaknya akan menggandeng pihak ketiga sebagai konsultan. Akademisi dan tenaga ahli nantinya akan membantu merumuskan misi Museum Kota Tua, menyusun tata letak ruang pamer, hingga menentukan koleksi yang akan ditampilkan.

    "Makanya kita perlu pihak ketiga sebagai konsultan. Kami akan menyampaikan apa misi Museum Kota Tua ini. Dari misi itulah akademisi bisa menyusun tata letaknya, termasuk menentukan koleksi apa saja yang akan ditampilkan," katanya.

    Sementara itu, Disbudpar juga mulai menyusun strategi pengelolaan museum. Menurutnya, museum merupakan ruang edukasi sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman tentang sejarah, budaya, dan tata kelola permuseuman.

    "Kita ingin SDM yang paham tentang museum karena nanti mereka menjadi guide yang menjelaskan kepada pengunjung. Jadi tidak bisa sembarangan. Pengelolaan museum memiliki standar yang berbeda dengan fasilitas umum lainnya," terangnya.

    Museum Kota Tua, Teluk Bayur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)Museum Kota Tua, Teluk Bayur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada calon pengelola museum. Selain itu, para pemandu dan pengelola juga akan didorong mengikuti sertifikasi agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar permuseuman nasional.

    Yudha berharap seluruh proses perencanaan tersebut mampu menghadirkan Museum Kota Tua yang tidak hanya menarik dari sisi tampilan, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang kuat. Keberadaan museum diharapkan menjadi pusat pelestarian sejarah dan budaya Kabupaten Berau sekaligus menambah daya tarik wisata berbasis edukasi.

    "Harapan kami, Museum Kota Tua ini nantinya bukan sekadar tempat memajang koleksi bersejarah, tetapi benar-benar menjadi pusat edukasi yang mampu mengenalkan sejarah dan budaya Berau kepada masyarakat maupun wisatawan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Disiapkan Berstandar Nasional, Museum Kota Tua Berau Akan Dibangun dengan Konsep Edukasi dan Sejarah

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 Juli 2026 pukul 12:21 WITA

    Museum Kota Tua, Teluk Bayur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mematangkan persiapan pengoperasian Museum Kota Tua yang terletak di Kecamatan Teluk Bayur dengan mengacu pada standar permuseuman nasional. 

    Museum tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi yang mampu menceritakan perjalanan sejarah dan budaya Kabupaten Berau secara sistematis.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan proses perencanaan museum dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga konsultan ahli. Langkah tersebut diambil setelah pihaknya menerima sejumlah masukan dari tim verifikasi Geopark Sangkulirang-Mangkaliat, yang salah satu anggotanya memiliki keahlian di bidang permuseuman.

    Menurutnya, penyusunan kajian tata letak (layout) menjadi tahapan paling penting sebelum pembangunan museum dimulai. Setiap koleksi nantinya harus ditempatkan sesuai dengan misi museum sehingga mampu menghadirkan alur cerita yang utuh bagi para pengunjung.

    "Harus ada yang namanya kajian tata letak. Menempatkan barang-barang itu harus tepat dan sesuai dengan misi museumnya. Kalau asal-asalan, itu nanti bukan museum namanya, melainkan hanya sekadar galeri barang biasa. Perbedaan museum dengan galeri ada di situ," ujar Yudha.

    Untuk memastikan konsep tersebut berjalan sesuai standar, pihaknya akan menggandeng pihak ketiga sebagai konsultan. Akademisi dan tenaga ahli nantinya akan membantu merumuskan misi Museum Kota Tua, menyusun tata letak ruang pamer, hingga menentukan koleksi yang akan ditampilkan.

    "Makanya kita perlu pihak ketiga sebagai konsultan. Kami akan menyampaikan apa misi Museum Kota Tua ini. Dari misi itulah akademisi bisa menyusun tata letaknya, termasuk menentukan koleksi apa saja yang akan ditampilkan," katanya.

    Sementara itu, Disbudpar juga mulai menyusun strategi pengelolaan museum. Menurutnya, museum merupakan ruang edukasi sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman tentang sejarah, budaya, dan tata kelola permuseuman.

    "Kita ingin SDM yang paham tentang museum karena nanti mereka menjadi guide yang menjelaskan kepada pengunjung. Jadi tidak bisa sembarangan. Pengelolaan museum memiliki standar yang berbeda dengan fasilitas umum lainnya," terangnya.

    Museum Kota Tua, Teluk Bayur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)Museum Kota Tua, Teluk Bayur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada calon pengelola museum. Selain itu, para pemandu dan pengelola juga akan didorong mengikuti sertifikasi agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar permuseuman nasional.

    Yudha berharap seluruh proses perencanaan tersebut mampu menghadirkan Museum Kota Tua yang tidak hanya menarik dari sisi tampilan, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang kuat. Keberadaan museum diharapkan menjadi pusat pelestarian sejarah dan budaya Kabupaten Berau sekaligus menambah daya tarik wisata berbasis edukasi.

    "Harapan kami, Museum Kota Tua ini nantinya bukan sekadar tempat memajang koleksi bersejarah, tetapi benar-benar menjadi pusat edukasi yang mampu mengenalkan sejarah dan budaya Berau kepada masyarakat maupun wisatawan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)