Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Dishub Berau Dorong Pengembangan Jalur Laut Teluk Sulaiman ke Antarprovinsi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    18 September 2026 pukul 16:15 WITA

    Dermaga Teluk Sulaiman di Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau mendorong pengembangan Dermaga Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk agar ke depan tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga dapat menunjang konektivitas antarprovinsi.

    Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni, mengatakan saat ini Teluk Sulaiman masih difokuskan untuk kepentingan wisata. Namun, terdapat sejumlah usulan dari masyarakat agar dermaga tersebut dapat dikembangkan untuk membuka akses transportasi ke wilayah lain, termasuk Sulawesi.

    "Memang ada beberapa usulan dari masyarakat supaya konektivitasnya bisa antarprovinsi. Tapi untuk layanan dari Sulawesi selama ini masih di Dermaga Teratai," kata Rusnan.

    Menurutnya, keberadaan Dermaga Teluk Sulaiman sejauh ini cukup membantu mendukung akses menuju kawasan Oleh karena itu, untuk pengembangan fungsi dermaga secara lebih luas masih akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aturan kepelabuhanan.

    "Untuk sementara ini masih difokuskan untuk wisata. Sejauh ini cukup membantu, mudah-mudahan ke depannya nanti bisa dikembangkan," ujarnya.

    Ia mengatakan, Dishub Berau akan terlebih dahulu menyusun Rencana Induk Pelabuhan (RIP) sebagai dasar untuk menentukan fungsi dan pengembangan setiap pelabuhan di daerah. Penyusunan tersebut telah direncanakan masuk dalam anggaran tahun depan.

    "Kita masih menyusun rencana induk pelabuhan. Tahun depan itu sudah dianggarkan. Setelah semua pelabuhan kita petak-petakan, kemudian kita minta perizinannya dengan Kementerian Perhubungan," terangnya.

    Dirinya menyampaikan, RIP tersebut juga diperlukan untuk menentukan apakah dermaga Teluk Sulaiman nantinya dapat dimanfaatkan untuk aktivitas lain, termasuk bongkar muat ikan maupun angkutan barang. Karena itu, Dishub belum dapat memastikan penambahan fungsi tersebut sebelum proses perencanaan selesai.

    "Belum bisa kami pastikan, karena harus kita rencanakan dulu dalam induk pelabuhan. Harus diatur dulu," tuturnya.

    Sementara untuk konektivitas antarprovinsi, Palu menjadi salah satu wilayah yang diusulkan. Rusnan menyebut lokasi tersebut menjadi perhatian karena relatif dekat dengan Teluk Sulaiman. Ke depan, konektivitas tersebut diharapkan dapat melayani angkutan penumpang sekaligus barang.

    "Yang utama itu yang dekat Palu, karena paling dekat Teluk Sulaiman. Harapannya bisa ada angkutan barang, tumpangan dan sebagainya. Tapi untuk lainnya kita belum berani karena itu kewenangan juga di KUPP," tandasnya. 

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Dishub Berau Dorong Pengembangan Jalur Laut Teluk Sulaiman ke Antarprovinsi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    18 September 2026 pukul 16:15 WITA

    Dermaga Teluk Sulaiman di Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau mendorong pengembangan Dermaga Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk agar ke depan tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga dapat menunjang konektivitas antarprovinsi.

    Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni, mengatakan saat ini Teluk Sulaiman masih difokuskan untuk kepentingan wisata. Namun, terdapat sejumlah usulan dari masyarakat agar dermaga tersebut dapat dikembangkan untuk membuka akses transportasi ke wilayah lain, termasuk Sulawesi.

    "Memang ada beberapa usulan dari masyarakat supaya konektivitasnya bisa antarprovinsi. Tapi untuk layanan dari Sulawesi selama ini masih di Dermaga Teratai," kata Rusnan.

    Menurutnya, keberadaan Dermaga Teluk Sulaiman sejauh ini cukup membantu mendukung akses menuju kawasan Oleh karena itu, untuk pengembangan fungsi dermaga secara lebih luas masih akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aturan kepelabuhanan.

    "Untuk sementara ini masih difokuskan untuk wisata. Sejauh ini cukup membantu, mudah-mudahan ke depannya nanti bisa dikembangkan," ujarnya.

    Ia mengatakan, Dishub Berau akan terlebih dahulu menyusun Rencana Induk Pelabuhan (RIP) sebagai dasar untuk menentukan fungsi dan pengembangan setiap pelabuhan di daerah. Penyusunan tersebut telah direncanakan masuk dalam anggaran tahun depan.

    "Kita masih menyusun rencana induk pelabuhan. Tahun depan itu sudah dianggarkan. Setelah semua pelabuhan kita petak-petakan, kemudian kita minta perizinannya dengan Kementerian Perhubungan," terangnya.

    Dirinya menyampaikan, RIP tersebut juga diperlukan untuk menentukan apakah dermaga Teluk Sulaiman nantinya dapat dimanfaatkan untuk aktivitas lain, termasuk bongkar muat ikan maupun angkutan barang. Karena itu, Dishub belum dapat memastikan penambahan fungsi tersebut sebelum proses perencanaan selesai.

    "Belum bisa kami pastikan, karena harus kita rencanakan dulu dalam induk pelabuhan. Harus diatur dulu," tuturnya.

    Sementara untuk konektivitas antarprovinsi, Palu menjadi salah satu wilayah yang diusulkan. Rusnan menyebut lokasi tersebut menjadi perhatian karena relatif dekat dengan Teluk Sulaiman. Ke depan, konektivitas tersebut diharapkan dapat melayani angkutan penumpang sekaligus barang.

    "Yang utama itu yang dekat Palu, karena paling dekat Teluk Sulaiman. Harapannya bisa ada angkutan barang, tumpangan dan sebagainya. Tapi untuk lainnya kita belum berani karena itu kewenangan juga di KUPP," tandasnya. 

    (Sf/Lo)