Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Disbun Berau Siapkan 200 Hektare Lahan Kakao, Tanam Perdana November

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    01 Oktober 2026 pukul 19:49 WITA

    Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau menyiapkan pengembangan tanaman kakao di atas lahan seluas 200 hektare. Program tersebut merupakan bagian dari alokasi bantuan pengembangan perkebunan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

    Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, mengatakan bantuan pengembangan kakao tersebut kini memasuki tahap akhir. Penanaman perdana ditargetkan dapat dilakukan pada November atau paling lambat awal Desember 2026.

    "Kita mendapatkan alokasi penambahan luas untuk tahun ini sekitar 200 hektare untuk kakao. Insyaallah, rencana tanam perdana itu di bulan November atau awal Desember," ujar Mansur.

    Ia menjelaskan, lahan pengembangan kakao tidak dipusatkan pada satu wilayah saja. Disbun telah memetakan sejumlah lokasi yang tersebar di beberapa kecamatan. Pemetaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kesesuaian lahan terhadap komoditas kakao. 

    Menurutnya, penentuan lokasi menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan program tersebut agar pengembangan kakao dapat berjalan sesuai kondisi masing-masing wilayah. Dengan begitu, lahan yang disiapkan tidak hanya mengejar penambahan luas tanam, tetapi juga mendukung pengembangan tanaman secara optimal.

    "Jadi lokasinya memang terpencar, ada yang di Kelay, Gunung Tabur, Sambaliung dan beberapa kecamatan lainnya. Kita sesuaikan dengan wilayah yang memang potensial untuk pengembangan kakao," tuturnya.

    Selain kakao, ia pun menyampaikan Kementan juga memberikan alokasi pengembangan komoditas kelapa dalam seluas 200 hektare. Namun, untuk program tersebut Disbun Berau masih menunggu tahapan berikutnya sebelum direalisasikan.

    Dirinya pun menyebutkan, pengembangan kelapa dalam nantinya diarahkan ke kawasan pesisir, terutama Kecamatan Talisayan dan Biduk-Biduk yang dinilai sesuai untuk pengembangan komoditas tersebut.

    Mansur berharap tambahan luasan perkebunan melalui program pemerintah pusat dapat memberikan dampak terhadap produktivitas sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

    "Kami berharap melalui bantuan ini produktivitas tanaman perkebunan di Berau dapat meningkat serta mendorong kesejahteraan para petani lokal secara berkelanjutan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Disbun Berau Siapkan 200 Hektare Lahan Kakao, Tanam Perdana November

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    01 Oktober 2026 pukul 19:49 WITA

    Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau menyiapkan pengembangan tanaman kakao di atas lahan seluas 200 hektare. Program tersebut merupakan bagian dari alokasi bantuan pengembangan perkebunan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

    Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, mengatakan bantuan pengembangan kakao tersebut kini memasuki tahap akhir. Penanaman perdana ditargetkan dapat dilakukan pada November atau paling lambat awal Desember 2026.

    "Kita mendapatkan alokasi penambahan luas untuk tahun ini sekitar 200 hektare untuk kakao. Insyaallah, rencana tanam perdana itu di bulan November atau awal Desember," ujar Mansur.

    Ia menjelaskan, lahan pengembangan kakao tidak dipusatkan pada satu wilayah saja. Disbun telah memetakan sejumlah lokasi yang tersebar di beberapa kecamatan. Pemetaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kesesuaian lahan terhadap komoditas kakao. 

    Menurutnya, penentuan lokasi menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan program tersebut agar pengembangan kakao dapat berjalan sesuai kondisi masing-masing wilayah. Dengan begitu, lahan yang disiapkan tidak hanya mengejar penambahan luas tanam, tetapi juga mendukung pengembangan tanaman secara optimal.

    "Jadi lokasinya memang terpencar, ada yang di Kelay, Gunung Tabur, Sambaliung dan beberapa kecamatan lainnya. Kita sesuaikan dengan wilayah yang memang potensial untuk pengembangan kakao," tuturnya.

    Selain kakao, ia pun menyampaikan Kementan juga memberikan alokasi pengembangan komoditas kelapa dalam seluas 200 hektare. Namun, untuk program tersebut Disbun Berau masih menunggu tahapan berikutnya sebelum direalisasikan.

    Dirinya pun menyebutkan, pengembangan kelapa dalam nantinya diarahkan ke kawasan pesisir, terutama Kecamatan Talisayan dan Biduk-Biduk yang dinilai sesuai untuk pengembangan komoditas tersebut.

    Mansur berharap tambahan luasan perkebunan melalui program pemerintah pusat dapat memberikan dampak terhadap produktivitas sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

    "Kami berharap melalui bantuan ini produktivitas tanaman perkebunan di Berau dapat meningkat serta mendorong kesejahteraan para petani lokal secara berkelanjutan," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)