Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Disbudpar Siapkan Berau Ethno Carnival sebagai Ikon Budaya dan Kreativitas Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    26 September 2026 pukul 16:55 WITA

    Berau Ethno Carnival 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus mengembangkan Berau Ethno Carnival (BEC) sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan budaya sekaligus menampilkan kreativitas masyarakat. BEC 2026 digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, BEC dirancang sebagai parade busana yang menggabungkan kekayaan seni, tradisi dan budaya lokal maupun Nusantara dengan konsep fashion kontemporer.

    Ia pun mengatakan, BEC menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan budaya dengan mengenalkan sejarah, tradisi, serta nilai-nilai lokal kepada masyarakat. Pengemasan dalam bentuk fashion modern juga menjadi cara untuk membuat budaya tampil lebih menarik dan dekat dengan generasi saat ini.

    "BEC juga ingin menumbuhkan kreativitas mengemas sejarah, seni dan budaya ke dalam bentuk fashion modern agar tampil menarik dan kekinian," kata Yudha.

    Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa BEC diarahkan untuk mendukung promosi pariwisata dan city branding Kabupaten Berau. Atraksi budaya yang ditampilkan diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Berau sebagai daerah tujuan wisata.

    "Kita ingin menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya Indonesia sekaligus memberikan ruang kreativitas dan mengenal lebih dekat sejarah dan budaya yang dimiliki daerah, khususnya bagi generasi muda," ujarnya.

    Sementara itu, pengembangan BEC juga berkaitan dengan upaya mendorong ekonomi kreatif. Menurutnya, perpaduan atraksi budaya dan aktivitas ekonomi kreatif dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.

    "Dengan atraksi budaya, wisatawan akan lebih lama tinggal dan dengan ekonomi kreatif, wisatawan akan lebih betah dan banyak membelanjakan uangnya. Sehingga perputaran ekonomi juga lebih meningkat," tuturnya.

    Ia mengatakan, ke depan BEC diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari identitas pariwisata Berau. Pemerintah ingin membangun branding daerah sebagai kawasan yang bertumpu pada pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif.

    "Pada tahun 2026 ini dan insyaallah pada tahun-tahun yang akan datang kita ingin menumbuhkan branding Berau sebagai ecotourism, culture and creative city in the future," katanya.

    BEC 2026 diikuti 42 peserta yang terdiri dari SLTA, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan organisasi paguyuban. Setiap kelompok beranggotakan minimal 20 orang dan maksimal 30 orang.

    Para peserta menempuh rute dari halaman Kantor Bupati Berau, kemudian menuju Jalan APT Pranoto, Jalan S.A Maulana, Jalan Pemuda, Jalan Mangga I hingga finish di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb.

    "Seluruh peserta akan dinilai oleh dewan juri sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Penampilan terbaik nantinya mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan upaya peserta mengangkat unsur budaya dalam BEC 2026," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Disbudpar Siapkan Berau Ethno Carnival sebagai Ikon Budaya dan Kreativitas Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    26 September 2026 pukul 16:55 WITA

    Berau Ethno Carnival 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus mengembangkan Berau Ethno Carnival (BEC) sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan budaya sekaligus menampilkan kreativitas masyarakat. BEC 2026 digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, BEC dirancang sebagai parade busana yang menggabungkan kekayaan seni, tradisi dan budaya lokal maupun Nusantara dengan konsep fashion kontemporer.

    Ia pun mengatakan, BEC menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan budaya dengan mengenalkan sejarah, tradisi, serta nilai-nilai lokal kepada masyarakat. Pengemasan dalam bentuk fashion modern juga menjadi cara untuk membuat budaya tampil lebih menarik dan dekat dengan generasi saat ini.

    "BEC juga ingin menumbuhkan kreativitas mengemas sejarah, seni dan budaya ke dalam bentuk fashion modern agar tampil menarik dan kekinian," kata Yudha.

    Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa BEC diarahkan untuk mendukung promosi pariwisata dan city branding Kabupaten Berau. Atraksi budaya yang ditampilkan diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Berau sebagai daerah tujuan wisata.

    "Kita ingin menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya Indonesia sekaligus memberikan ruang kreativitas dan mengenal lebih dekat sejarah dan budaya yang dimiliki daerah, khususnya bagi generasi muda," ujarnya.

    Sementara itu, pengembangan BEC juga berkaitan dengan upaya mendorong ekonomi kreatif. Menurutnya, perpaduan atraksi budaya dan aktivitas ekonomi kreatif dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah.

    "Dengan atraksi budaya, wisatawan akan lebih lama tinggal dan dengan ekonomi kreatif, wisatawan akan lebih betah dan banyak membelanjakan uangnya. Sehingga perputaran ekonomi juga lebih meningkat," tuturnya.

    Ia mengatakan, ke depan BEC diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari identitas pariwisata Berau. Pemerintah ingin membangun branding daerah sebagai kawasan yang bertumpu pada pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif.

    "Pada tahun 2026 ini dan insyaallah pada tahun-tahun yang akan datang kita ingin menumbuhkan branding Berau sebagai ecotourism, culture and creative city in the future," katanya.

    BEC 2026 diikuti 42 peserta yang terdiri dari SLTA, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan organisasi paguyuban. Setiap kelompok beranggotakan minimal 20 orang dan maksimal 30 orang.

    Para peserta menempuh rute dari halaman Kantor Bupati Berau, kemudian menuju Jalan APT Pranoto, Jalan S.A Maulana, Jalan Pemuda, Jalan Mangga I hingga finish di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb.

    "Seluruh peserta akan dinilai oleh dewan juri sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Penampilan terbaik nantinya mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan upaya peserta mengangkat unsur budaya dalam BEC 2026," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)