Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Dok M2F 2025, di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Maratua Musik Festival (M2F) 2026 tidak hanya menghadirkan panggung hiburan bagi para pecinta musik. Festival yang akan digelar pada 30 Juni-4 Juli 2026 ini menawarkan pengalaman wisata yang lebih menyeluruh dengan mengangkat budaya lokal sebagai daya tarik utama, berpadu dengan promosi destinasi, pemberdayaan UMKM dan aksi pelestarian lingkungan.
Penyelenggaraan M2F tahun ini pun dipadukan dengan agenda budaya Dakayu Malatua. Konsep tersebut menjadi langkah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau untuk menghadirkan festival yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya masyarakat Pulau Maratua kepada wisatawan.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pada tahun ini pengunjung akan diajak menikmati berbagai aktivitas budaya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
"Kami ingin wisatawan pulang dengan pengalaman yang berbeda. Mereka tidak hanya menikmati konser, tetapi juga mengenal budaya, tradisi dan kehidupan masyarakat Maratua yang menjadi kekayaan daerah ini," ujar Yudha.
Ia mengatakan, selama lima hari pelaksanaan, festival akan diisi dengan beragam kegiatan mulai dari ritual tolak bala khas Suku Bajau, bazar UMKM, pelatihan alat musik kolintang, festival Malatua Mak Dendang, hingga pertunjukan seni budaya yang melibatkan masyarakat lokal. Nuansa budaya juga semakin kuat melalui penampilan musik sape yang dipadukan dengan konser band lokal Gasstik di tepian pantai.
"Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan suasana yang berbeda sekaligus menunjukkan bahwa Maratua memiliki kekayaan budaya yang layak dikenal lebih luas," tambahnya.
Selain itu, promosi wisata juga diperkuat melalui keterlibatan para musisi nasional. Sebelum tampil pada malam puncak, mereka dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Maratua dan membuat konten digital sebagai bagian dari promosi pariwisata Berau.
"Kami ingin para artis menjadi bagian dari promosi wisata Maratua. Mereka akan mengeksplorasi destinasi wisata, kemudian membagikan pengalaman itu sehingga semakin banyak orang mengenal keindahan pulau ini," katanya.
Tak hanya hiburan, Yudha menyampaikan M2F 2026 juga mengusung pesan pelestarian alam melalui kegiatan penanaman pohon dan pelepasan tukik bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
"Festival ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Maratua memiliki potensi wisata yang lengkap. Alam, budaya dan masyarakatnya merupakan kekuatan yang harus terus dipromosikan sekaligus dijaga bersama," tandasnya.
Puncak M2F 2026 akan dimeriahkan penampilan Arvian Dwi dan ditutup dengan kolaborasi musisi lokal bersama Stevan Pasaribu. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Dok M2F 2025, di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Maratua Musik Festival (M2F) 2026 tidak hanya menghadirkan panggung hiburan bagi para pecinta musik. Festival yang akan digelar pada 30 Juni-4 Juli 2026 ini menawarkan pengalaman wisata yang lebih menyeluruh dengan mengangkat budaya lokal sebagai daya tarik utama, berpadu dengan promosi destinasi, pemberdayaan UMKM dan aksi pelestarian lingkungan.
Penyelenggaraan M2F tahun ini pun dipadukan dengan agenda budaya Dakayu Malatua. Konsep tersebut menjadi langkah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau untuk menghadirkan festival yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya masyarakat Pulau Maratua kepada wisatawan.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pada tahun ini pengunjung akan diajak menikmati berbagai aktivitas budaya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
"Kami ingin wisatawan pulang dengan pengalaman yang berbeda. Mereka tidak hanya menikmati konser, tetapi juga mengenal budaya, tradisi dan kehidupan masyarakat Maratua yang menjadi kekayaan daerah ini," ujar Yudha.
Ia mengatakan, selama lima hari pelaksanaan, festival akan diisi dengan beragam kegiatan mulai dari ritual tolak bala khas Suku Bajau, bazar UMKM, pelatihan alat musik kolintang, festival Malatua Mak Dendang, hingga pertunjukan seni budaya yang melibatkan masyarakat lokal. Nuansa budaya juga semakin kuat melalui penampilan musik sape yang dipadukan dengan konser band lokal Gasstik di tepian pantai.
"Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan suasana yang berbeda sekaligus menunjukkan bahwa Maratua memiliki kekayaan budaya yang layak dikenal lebih luas," tambahnya.
Selain itu, promosi wisata juga diperkuat melalui keterlibatan para musisi nasional. Sebelum tampil pada malam puncak, mereka dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Maratua dan membuat konten digital sebagai bagian dari promosi pariwisata Berau.
"Kami ingin para artis menjadi bagian dari promosi wisata Maratua. Mereka akan mengeksplorasi destinasi wisata, kemudian membagikan pengalaman itu sehingga semakin banyak orang mengenal keindahan pulau ini," katanya.
Tak hanya hiburan, Yudha menyampaikan M2F 2026 juga mengusung pesan pelestarian alam melalui kegiatan penanaman pohon dan pelepasan tukik bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
"Festival ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Maratua memiliki potensi wisata yang lengkap. Alam, budaya dan masyarakatnya merupakan kekuatan yang harus terus dipromosikan sekaligus dijaga bersama," tandasnya.
Puncak M2F 2026 akan dimeriahkan penampilan Arvian Dwi dan ditutup dengan kolaborasi musisi lokal bersama Stevan Pasaribu. (Adv)
(Sf/Lo)