Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Dinas Pangan Berau Pastikan GPM Tetap Jalan di Tengah Penyesuaian Anggaran

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 September 2026 pukul 22:11 WITA

    Gerakan Pangan Murah oleh Dinas Pangan Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pangan Kabupaten Berau memastikan program Gerakan Pangan Murah (GPM) tetap berjalan meski tahun ini harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Penyesuaian tersebut membuat pelaksanaan GPM tidak bisa dilakukan sebanyak tahun sebelumnya, sehingga lokasi pelaksanaan kini lebih diprioritaskan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

    Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan GPM tetap menjadi salah satu program yang dipertahankan karena memiliki peran penting dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus membantu mengendalikan inflasi.

    "GPM ini merupakan agenda rutin. Kami terus menyesuaikan diri dan mengoptimalkan anggaran yang ada agar GPM tetap berjalan dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat," ujar Tenteram.

    Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya GPM dapat dilaksanakan hingga 74 kali. Sementara tahun ini, pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

    Oleh karena itu, Dinas Pangan lebih memfokuskan kegiatan di wilayah yang relatif dekat maupun lokasi yang membutuhkan penanganan segera. Permintaan dari pemerintah kampung juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi pelaksanaan.

    "Jadi bukan berarti GPM berhenti, tetapi kami menyesuaikan pelaksanaannya dengan anggaran yang ada," terangnya.

    Menurutnya, penyesuaian tersebut dilakukan agar anggaran yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan pola tersebut, GPM diharapkan tetap mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam kondisi harga bahan pokok mengalami kenaikan.

    Adapun bahan pangan yang disediakan dalam GPM difokuskan pada komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sekaligus berpengaruh terhadap inflasi. Di antaranya beras, minyak goreng, gula, daging dan telur ayam.

    " Untuk menjaga harga tetap terjangkau kami juga kerja sama dengan Perum Bulog, distributor swasta hingga peternak lokal," tuturnya.

    Sementara itu, ia menyebut tantangan distribusi menjadi salah satu alasan mengapa penentuan lokasi GPM harus dilakukan secara selektif. Sebab, semakin jauh wilayah yang dituju, semakin besar pula tantangan operasional yang harus dihadapi petugas.

    Sebelumnya, GPM bahkan telah menjangkau sejumlah wilayah pesisir dan pulau terluar seperti Maratua, Batu Putih dan Balikukup yang memiliki tantangan dalam rantai pasok.

    Dirinya menegaskan kebutuhan masyarakat di wilayah pelosok tetap menjadi perhatian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui subsidi angkutan, sehingga biaya distribusi tidak dibebankan kepada konsumen.

    "Biarpun daerahnya jauh, tidak ada tambahan biaya transportasi yang dibebankan kepada warga. Tujuan utamanya adalah mengurangi ketidakstabilan harga akibat inflasi," katanya.

    Tenteram pun menjelaskan bahwa ke depan, Dinas Pangan juga akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Diskoperindag Berau untuk mengoptimalkan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

    Kolaborasi tersebut memungkinkan kegiatan pangan murah disandingkan dengan ikan murah maupun kegiatan UMKM, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat lebih efektif dengan anggaran yang tersedia.

    "Kami terus menyesuaikan diri dan mengoptimalkan anggaran yang ada agar GPM tetap berjalan. Harapannya, masyarakat tetap mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Dinas Pangan Berau Pastikan GPM Tetap Jalan di Tengah Penyesuaian Anggaran

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 September 2026 pukul 22:11 WITA

    Gerakan Pangan Murah oleh Dinas Pangan Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pangan Kabupaten Berau memastikan program Gerakan Pangan Murah (GPM) tetap berjalan meski tahun ini harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Penyesuaian tersebut membuat pelaksanaan GPM tidak bisa dilakukan sebanyak tahun sebelumnya, sehingga lokasi pelaksanaan kini lebih diprioritaskan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

    Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan GPM tetap menjadi salah satu program yang dipertahankan karena memiliki peran penting dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus membantu mengendalikan inflasi.

    "GPM ini merupakan agenda rutin. Kami terus menyesuaikan diri dan mengoptimalkan anggaran yang ada agar GPM tetap berjalan dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat," ujar Tenteram.

    Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya GPM dapat dilaksanakan hingga 74 kali. Sementara tahun ini, pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

    Oleh karena itu, Dinas Pangan lebih memfokuskan kegiatan di wilayah yang relatif dekat maupun lokasi yang membutuhkan penanganan segera. Permintaan dari pemerintah kampung juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi pelaksanaan.

    "Jadi bukan berarti GPM berhenti, tetapi kami menyesuaikan pelaksanaannya dengan anggaran yang ada," terangnya.

    Menurutnya, penyesuaian tersebut dilakukan agar anggaran yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan pola tersebut, GPM diharapkan tetap mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam kondisi harga bahan pokok mengalami kenaikan.

    Adapun bahan pangan yang disediakan dalam GPM difokuskan pada komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sekaligus berpengaruh terhadap inflasi. Di antaranya beras, minyak goreng, gula, daging dan telur ayam.

    " Untuk menjaga harga tetap terjangkau kami juga kerja sama dengan Perum Bulog, distributor swasta hingga peternak lokal," tuturnya.

    Sementara itu, ia menyebut tantangan distribusi menjadi salah satu alasan mengapa penentuan lokasi GPM harus dilakukan secara selektif. Sebab, semakin jauh wilayah yang dituju, semakin besar pula tantangan operasional yang harus dihadapi petugas.

    Sebelumnya, GPM bahkan telah menjangkau sejumlah wilayah pesisir dan pulau terluar seperti Maratua, Batu Putih dan Balikukup yang memiliki tantangan dalam rantai pasok.

    Dirinya menegaskan kebutuhan masyarakat di wilayah pelosok tetap menjadi perhatian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui subsidi angkutan, sehingga biaya distribusi tidak dibebankan kepada konsumen.

    "Biarpun daerahnya jauh, tidak ada tambahan biaya transportasi yang dibebankan kepada warga. Tujuan utamanya adalah mengurangi ketidakstabilan harga akibat inflasi," katanya.

    Tenteram pun menjelaskan bahwa ke depan, Dinas Pangan juga akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Diskoperindag Berau untuk mengoptimalkan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

    Kolaborasi tersebut memungkinkan kegiatan pangan murah disandingkan dengan ikan murah maupun kegiatan UMKM, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat lebih efektif dengan anggaran yang tersedia.

    "Kami terus menyesuaikan diri dan mengoptimalkan anggaran yang ada agar GPM tetap berjalan. Harapannya, masyarakat tetap mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)