Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Sosialisasi B2SA di stan Dinas Pangan pada Berau Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Pangan Kabupaten Berau memanfaatkan Berau Expo 2026 untuk memperkenalkan beragam pangan lokal yang dapat menjadi alternatif pengganti nasi. Edukasi ini dilakukan melalui sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) di stan Dinas Pangan, Selasa (20/10/2026).
Sekretaris Dinas Pangan Berau, Dewi Rosita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keberagaman konsumsi pangan, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang menjadikan nasi sebagai makanan utama masih cukup kuat. Padahal, sejumlah bahan pangan lokal seperti jagung, talas, singkong, ubi, dan kentang juga dapat menjadi sumber karbohidrat.
"Masih ada anggapan di masyarakat bahwa kalau tidak makan nasi, berarti belum makan. Padahal, banyak sumber karbohidrat lain yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti nasi, termasuk pangan lokal yang tersedia di sekitar kita," ujar Dewi.
Ia menjelaskan, pengenalan pangan alternatif tersebut juga bertujuan memberikan pilihan menu yang lebih beragam bagi keluarga. Masyarakat dapat memanfaatkan bahan pangan lokal untuk sarapan maupun makanan sehari-hari tanpa harus selalu bergantung pada beras.
Melalui program B2SA Go to School, Dinas Pangan Berau turut memberikan edukasi kepada anak-anak sejak tingkat TK hingga SMA selama dua hari mulai 20-21 Oktober di stan Dinas Pangan. Pengetahuan mengenai pola makan sehat dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Edukasi ini kami berikan sejak usia dini agar anak-anak memahami pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu hal penting dalam mendukung perkembangan mereka," terangnya.
Selain menyasar pelajar, sosialisasi juga akan dilanjutkan melalui kader PKK dan Posyandu. Kedua kelompok tersebut dinilai memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat keluarga.
Dirinya berharap, melalui keterlibatan kader PKK dan Posyandu, pemahaman tentang keberagaman pangan dapat semakin luas dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami akan melanjutkan sosialisasi ke kader PKK dan Posyandu. Mereka bisa membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana memilih dan mengonsumsi makanan yang tepat untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.
Tak hanya itu, Dewi pun menegaskan dalam penerapan B2SA, masyarakat diingatkan untuk memperhatikan keseimbangan menu, mulai dari sumber karbohidrat, sayuran, lauk-pauk sebagai sumber protein, hingga buah-buahan.
"Kami berharap dengan komposisi yang tepat, kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi secara lebih optimal," tandasnya.
Melalui sosialisasi di Berau Expo 2026 yang berlangsung pada 16-25 Oktober, Dinas Pangan Berau berharap masyarakat semakin mengenal potensi pangan lokal sekaligus membiasakan pola konsumsi yang lebih beragam dan seimbang. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Sosialisasi B2SA di stan Dinas Pangan pada Berau Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Pangan Kabupaten Berau memanfaatkan Berau Expo 2026 untuk memperkenalkan beragam pangan lokal yang dapat menjadi alternatif pengganti nasi. Edukasi ini dilakukan melalui sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) di stan Dinas Pangan, Selasa (20/10/2026).
Sekretaris Dinas Pangan Berau, Dewi Rosita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keberagaman konsumsi pangan, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang menjadikan nasi sebagai makanan utama masih cukup kuat. Padahal, sejumlah bahan pangan lokal seperti jagung, talas, singkong, ubi, dan kentang juga dapat menjadi sumber karbohidrat.
"Masih ada anggapan di masyarakat bahwa kalau tidak makan nasi, berarti belum makan. Padahal, banyak sumber karbohidrat lain yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti nasi, termasuk pangan lokal yang tersedia di sekitar kita," ujar Dewi.
Ia menjelaskan, pengenalan pangan alternatif tersebut juga bertujuan memberikan pilihan menu yang lebih beragam bagi keluarga. Masyarakat dapat memanfaatkan bahan pangan lokal untuk sarapan maupun makanan sehari-hari tanpa harus selalu bergantung pada beras.
Melalui program B2SA Go to School, Dinas Pangan Berau turut memberikan edukasi kepada anak-anak sejak tingkat TK hingga SMA selama dua hari mulai 20-21 Oktober di stan Dinas Pangan. Pengetahuan mengenai pola makan sehat dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Edukasi ini kami berikan sejak usia dini agar anak-anak memahami pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu hal penting dalam mendukung perkembangan mereka," terangnya.
Selain menyasar pelajar, sosialisasi juga akan dilanjutkan melalui kader PKK dan Posyandu. Kedua kelompok tersebut dinilai memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat keluarga.
Dirinya berharap, melalui keterlibatan kader PKK dan Posyandu, pemahaman tentang keberagaman pangan dapat semakin luas dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami akan melanjutkan sosialisasi ke kader PKK dan Posyandu. Mereka bisa membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana memilih dan mengonsumsi makanan yang tepat untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.
Tak hanya itu, Dewi pun menegaskan dalam penerapan B2SA, masyarakat diingatkan untuk memperhatikan keseimbangan menu, mulai dari sumber karbohidrat, sayuran, lauk-pauk sebagai sumber protein, hingga buah-buahan.
"Kami berharap dengan komposisi yang tepat, kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi secara lebih optimal," tandasnya.
Melalui sosialisasi di Berau Expo 2026 yang berlangsung pada 16-25 Oktober, Dinas Pangan Berau berharap masyarakat semakin mengenal potensi pangan lokal sekaligus membiasakan pola konsumsi yang lebih beragam dan seimbang. (Adv)
(Sf/Lo)