Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Didominasi Usia Tua, Pemkab Berau Dorong Percepat Regenerasi Lewat Program Cetak Petani Muda

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 Juli 2026 pukul 15:27 WITA

    Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Berau, Tenteram Rahayu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mempercepat regenerasi petani menyusul masih didominasinya pelaku sektor pertanian oleh kelompok usia tua. Melalui kolaborasi dengan salah satu pihak swasta atau perusahaan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemerintah daerah berupaya mencetak petani muda sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

    Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Berau hingga akhir 2025, jumlah petani yang terdaftar mencapai 17.842 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.216 orang atau 40,4 persen berada pada rentang usia 46 hingga 60 tahun. Sementara petani berusia di bawah 30 tahun hanya berjumlah 2.195 orang atau sekitar 12,3 persen. Kondisi tersebut menunjukkan regenerasi petani menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dilakukan.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan pemerintah berkomitmen menciptakan generasi baru di sektor pertanian agar keberlanjutan produksi pangan tetap terjaga.

    "Program ini tidak hanya bertujuan mencetak petani baru, tetapi juga mewujudkan kemandirian pangan daerah," kata Tenteram.

    Menurutnya, regenerasi petani tidak cukup hanya dengan menambah jumlah pelaku usaha tani, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan.

    "Kami ingin generasi muda melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan mampu meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.

    Sementara itu, ia menyampaikan untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Berau bersama PT Pamapersada Nusantara telah menggelar rapat koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan program petani muda pada 24 Juni lalu. 

    "Program ini dirancang memberikan pembinaan, pendampingan, hingga membuka peluang usaha pertanian yang lebih menarik bagi kalangan muda," terangnya.

    Selain menggandeng dunia usaha, dirinya menekankan bahwa pemerintah daerah juga terus memperkuat penyuluhan pertanian, memperluas akses permodalan, serta mendorong penerapan teknologi dan pengembangan usaha tani yang lebih modern agar mampu menarik minat generasi muda.

    Oleh karena itu, Tenteram berharap melalui program tersebut, lahir petani-petani muda yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Ia optimistis kolaborasi pemerintah dan sektor swasta akan menjadi modal penting dalam mempercepat regenerasi petani di Berau.

    "Harapannya, kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi lokal yang semakin kuat dan berkelanjutan. Tidak hanya itu dengan adanya program ini kami juga berharap dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perkampungan di Berau," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Didominasi Usia Tua, Pemkab Berau Dorong Percepat Regenerasi Lewat Program Cetak Petani Muda

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 Juli 2026 pukul 15:27 WITA

    Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Berau, Tenteram Rahayu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mempercepat regenerasi petani menyusul masih didominasinya pelaku sektor pertanian oleh kelompok usia tua. Melalui kolaborasi dengan salah satu pihak swasta atau perusahaan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemerintah daerah berupaya mencetak petani muda sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

    Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Berau hingga akhir 2025, jumlah petani yang terdaftar mencapai 17.842 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.216 orang atau 40,4 persen berada pada rentang usia 46 hingga 60 tahun. Sementara petani berusia di bawah 30 tahun hanya berjumlah 2.195 orang atau sekitar 12,3 persen. Kondisi tersebut menunjukkan regenerasi petani menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dilakukan.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan pemerintah berkomitmen menciptakan generasi baru di sektor pertanian agar keberlanjutan produksi pangan tetap terjaga.

    "Program ini tidak hanya bertujuan mencetak petani baru, tetapi juga mewujudkan kemandirian pangan daerah," kata Tenteram.

    Menurutnya, regenerasi petani tidak cukup hanya dengan menambah jumlah pelaku usaha tani, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan.

    "Kami ingin generasi muda melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan mampu meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.

    Sementara itu, ia menyampaikan untuk mendukung upaya tersebut, Pemkab Berau bersama PT Pamapersada Nusantara telah menggelar rapat koordinasi penyusunan rencana pelaksanaan program petani muda pada 24 Juni lalu. 

    "Program ini dirancang memberikan pembinaan, pendampingan, hingga membuka peluang usaha pertanian yang lebih menarik bagi kalangan muda," terangnya.

    Selain menggandeng dunia usaha, dirinya menekankan bahwa pemerintah daerah juga terus memperkuat penyuluhan pertanian, memperluas akses permodalan, serta mendorong penerapan teknologi dan pengembangan usaha tani yang lebih modern agar mampu menarik minat generasi muda.

    Oleh karena itu, Tenteram berharap melalui program tersebut, lahir petani-petani muda yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Ia optimistis kolaborasi pemerintah dan sektor swasta akan menjadi modal penting dalam mempercepat regenerasi petani di Berau.

    "Harapannya, kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi lokal yang semakin kuat dan berkelanjutan. Tidak hanya itu dengan adanya program ini kami juga berharap dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perkampungan di Berau," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)