Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Di Tengah Kemarau, Petani Tanjung Perangat Berhasil Panen Padi hingga 50 Ton

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    01 Oktober 2026 pukul 17:05 WITA

    Panen padi di Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. (Foto: istimewa)

    Tanjung Redeb - Musim kemarau tak menghalangi petani di Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, untuk tetap memanen padi. Dari lahan seluas 20 hektare, produksi padi diperkirakan mencapai hingga 50 ton gabah kering panen.

    Panen padi gadu tersebut dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau bersama aparat Kecamatan Sambaliung, pemerintah kampung, Babinsa, dan Polsek Sambaliung pada Rabu (30/9/2026)

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini mengatakan, panen kali ini menggunakan varietas padi Cibatu. Produktivitas pada salah satu lokasi yang dipanen mencapai sekitar 3,5 ton per hektare.

    "Alhamdulillah, di musim kemarau ini petani masih bisa panen dengan hasil yang cukup baik. kita sangat apresiasi itu" ujar Lita.

    Ia pun menyampaikan, lahan yang dipanen merupakan areal Kelompok Karya 1 Kampung Tanjung Perangat dengan luas sekitar 20 hektare. Hasil produksi di setiap lahan pun cukup beragam.

    "Untuk lokasi yang kita panen sekitar 3,5 ton, tetapi yang lain beragam, ada yang 2 ton juga. Untuk total mungkin kisaran 50 ton gabah kering panen," jelasnya.

    Meski hasil panen antar lahan berbeda, ia menilai capaian tersebut tetap menjadi hasil yang cukup baik mengingat panen berlangsung saat musim kemarau. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan sebagian petani masih dapat mempertahankan produksi padi di tengah keterbatasan air dengan berbagai upaya dan cara yang dilakukan.

    "Kalau melihat kondisi kemarau seperti sekarang, hasil panen ini cukup bagus. Walaupun produksinya tidak sama di setiap lahan, petani tetap bisa menghasilkan gabah," katanya.

    Menurutnya, capaian tersebut juga menunjukkan aktivitas budidaya padi tetap dapat berjalan meski petani menghadapi musim kemarau. Hasil panen tersebut juga diharapkan dapat memberikan dorongan bagi petani lainnya untuk terus mengembangkan tanaman pangan.

    Oleh karena itu, Lita berharap keberhasilan panen di Tanjung Perangat dapat menjadi motivasi bagi petani di wilayah lain untuk tetap mempertahankan budidaya padi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

    "Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi petani-petani lainnya untuk terus melakukan budidaya padi dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Berau," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Di Tengah Kemarau, Petani Tanjung Perangat Berhasil Panen Padi hingga 50 Ton

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    01 Oktober 2026 pukul 17:05 WITA

    Panen padi di Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. (Foto: istimewa)

    Tanjung Redeb - Musim kemarau tak menghalangi petani di Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, untuk tetap memanen padi. Dari lahan seluas 20 hektare, produksi padi diperkirakan mencapai hingga 50 ton gabah kering panen.

    Panen padi gadu tersebut dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau bersama aparat Kecamatan Sambaliung, pemerintah kampung, Babinsa, dan Polsek Sambaliung pada Rabu (30/9/2026)

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini mengatakan, panen kali ini menggunakan varietas padi Cibatu. Produktivitas pada salah satu lokasi yang dipanen mencapai sekitar 3,5 ton per hektare.

    "Alhamdulillah, di musim kemarau ini petani masih bisa panen dengan hasil yang cukup baik. kita sangat apresiasi itu" ujar Lita.

    Ia pun menyampaikan, lahan yang dipanen merupakan areal Kelompok Karya 1 Kampung Tanjung Perangat dengan luas sekitar 20 hektare. Hasil produksi di setiap lahan pun cukup beragam.

    "Untuk lokasi yang kita panen sekitar 3,5 ton, tetapi yang lain beragam, ada yang 2 ton juga. Untuk total mungkin kisaran 50 ton gabah kering panen," jelasnya.

    Meski hasil panen antar lahan berbeda, ia menilai capaian tersebut tetap menjadi hasil yang cukup baik mengingat panen berlangsung saat musim kemarau. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan sebagian petani masih dapat mempertahankan produksi padi di tengah keterbatasan air dengan berbagai upaya dan cara yang dilakukan.

    "Kalau melihat kondisi kemarau seperti sekarang, hasil panen ini cukup bagus. Walaupun produksinya tidak sama di setiap lahan, petani tetap bisa menghasilkan gabah," katanya.

    Menurutnya, capaian tersebut juga menunjukkan aktivitas budidaya padi tetap dapat berjalan meski petani menghadapi musim kemarau. Hasil panen tersebut juga diharapkan dapat memberikan dorongan bagi petani lainnya untuk terus mengembangkan tanaman pangan.

    Oleh karena itu, Lita berharap keberhasilan panen di Tanjung Perangat dapat menjadi motivasi bagi petani di wilayah lain untuk tetap mempertahankan budidaya padi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

    "Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi petani-petani lainnya untuk terus melakukan budidaya padi dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Berau," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)