Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Wisata Taman Sungai Dumaring, Kecamatan Talisayan. (Foto: taman sungai dumaring)
Tanjung Redeb - Kampung Wisata Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, berhasil melangkah ke 15 besar nasional dalam ajang Wonderful Indonesia Award (WIA). Capaian ini menjadi bukti potensi wisata Dumaring mampu bersaing dalam penilaian tingkat nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan pemerintah kampung, masyarakat serta berbagai pihak dalam mengembangkan potensi wisata Dumaring.
"Alhamdulillah, itu sudah 15 besar, dari 30 terus sekarang 15. Kita juga merasakan bahwa selama ini dari Kampung Dumaring, pihak-pihak terkait, dukungan media dan kerja kita semua telah mendapatkan hasil yang terbaik hingga saat ini," ujar Yudha.
Ia menjelaskan, bahwa sebelumnya Pemkab Berau melakukan seleksi terhadap lima kampung yang dinilai memiliki potensi untuk mengikuti ajang tersebut. Dari hasil seleksi, dua kampung kemudian didaftarkan, yakni Kampung Dumaring dan Kampung Tanjung Batu.
Dumaring menjadi kampung yang berhasil melaju hingga 15 besar nasional. Selanjutnya, tahapan penilaian akan berlanjut melalui visitasi yang dilakukan tim dari Kementerian Pariwisata bersama pemerintah provinsi.
"Kita sekarang menunggu untuk divisitasi dari Kementerian Pariwisata sama provinsi," katanya.
Menurutnya, masuknya Dumaring ke 15 besar tidak terlepas dari beragam potensi yang dimiliki. Aspek keanekaragaman hayati, budaya, UMKM hingga pelestarian menjadi bagian yang memperkuat posisi Dumaring dalam persaingan tersebut.
"Dumaring mempunyai keunikan yang berbeda. Terutama dari sisi bentangan alam berupa hutan lindung yang masih betul-betul terjaga. Ada kolaborasi antara pemerintah kampung, masyarakat adat, pihak perusahaan, Pokdarwis dan masyarakat, baik yang muda maupun yang usia orang tua," terangnya.
Sementara itu, dirinya juga menyoroti, potensi Taman Sungai Dumaring dan kawasan mangrove yang juga terus dikembangkan. Berbagai kegiatan seperti Festival Rindu Dumaring yang digelar di kawasan tersebut dinilai mampu memadukan unsur edukasi, budaya, pelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat.
Produk UMKM masyarakat Dumaring juga menjadi bagian dari daya tarik kampung wisata. Ia menyebut produk lokal yang ditampilkan dalam ekspo di Jakarta sebelumnya mendapat sambutan positif dan semakin memperkenalkan potensi Dumaring di luar daerah.
Yudha berharap capaian 15 besar dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas wisata Dumaring tanpa menghilangkan karakter dan keunikan yang selama ini menjadi kekuatannya.
"Kita berharap mempertahankan dan juga meningkatkan lagi mungkin dari sisi atraksi dan sebagainya. Inilah yang juga menjadi tugas kita untuk menyongsong WIA putaran yang akan datang," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Wisata Taman Sungai Dumaring, Kecamatan Talisayan. (Foto: taman sungai dumaring)
Tanjung Redeb - Kampung Wisata Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, berhasil melangkah ke 15 besar nasional dalam ajang Wonderful Indonesia Award (WIA). Capaian ini menjadi bukti potensi wisata Dumaring mampu bersaing dalam penilaian tingkat nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan pemerintah kampung, masyarakat serta berbagai pihak dalam mengembangkan potensi wisata Dumaring.
"Alhamdulillah, itu sudah 15 besar, dari 30 terus sekarang 15. Kita juga merasakan bahwa selama ini dari Kampung Dumaring, pihak-pihak terkait, dukungan media dan kerja kita semua telah mendapatkan hasil yang terbaik hingga saat ini," ujar Yudha.
Ia menjelaskan, bahwa sebelumnya Pemkab Berau melakukan seleksi terhadap lima kampung yang dinilai memiliki potensi untuk mengikuti ajang tersebut. Dari hasil seleksi, dua kampung kemudian didaftarkan, yakni Kampung Dumaring dan Kampung Tanjung Batu.
Dumaring menjadi kampung yang berhasil melaju hingga 15 besar nasional. Selanjutnya, tahapan penilaian akan berlanjut melalui visitasi yang dilakukan tim dari Kementerian Pariwisata bersama pemerintah provinsi.
"Kita sekarang menunggu untuk divisitasi dari Kementerian Pariwisata sama provinsi," katanya.
Menurutnya, masuknya Dumaring ke 15 besar tidak terlepas dari beragam potensi yang dimiliki. Aspek keanekaragaman hayati, budaya, UMKM hingga pelestarian menjadi bagian yang memperkuat posisi Dumaring dalam persaingan tersebut.
"Dumaring mempunyai keunikan yang berbeda. Terutama dari sisi bentangan alam berupa hutan lindung yang masih betul-betul terjaga. Ada kolaborasi antara pemerintah kampung, masyarakat adat, pihak perusahaan, Pokdarwis dan masyarakat, baik yang muda maupun yang usia orang tua," terangnya.
Sementara itu, dirinya juga menyoroti, potensi Taman Sungai Dumaring dan kawasan mangrove yang juga terus dikembangkan. Berbagai kegiatan seperti Festival Rindu Dumaring yang digelar di kawasan tersebut dinilai mampu memadukan unsur edukasi, budaya, pelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat.
Produk UMKM masyarakat Dumaring juga menjadi bagian dari daya tarik kampung wisata. Ia menyebut produk lokal yang ditampilkan dalam ekspo di Jakarta sebelumnya mendapat sambutan positif dan semakin memperkenalkan potensi Dumaring di luar daerah.
Yudha berharap capaian 15 besar dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas wisata Dumaring tanpa menghilangkan karakter dan keunikan yang selama ini menjadi kekuatannya.
"Kita berharap mempertahankan dan juga meningkatkan lagi mungkin dari sisi atraksi dan sebagainya. Inilah yang juga menjadi tugas kita untuk menyongsong WIA putaran yang akan datang," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)