Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    BUMK Long Lanuk Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Berbasis Kreativitas Masyarakat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    24 Juli 2026 pukul 16:43 WITA

    Produk Kampung Long Lanuk yang dihadirkan dalam Puncak Harganas ke-33 Tingkat Provinsi Kaltim yang dipusatkan di Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Long Lanuk terus didorong menjadi penggerak ekonomi berbasis kreativitas masyarakat. 

    Hal tersebut ditunjukkan melalui partisipasinya dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Kabupaten Berau dengan menampilkan beragam kerajinan berbahan manik-manik hasil karya warga.

    Produk yang dipamerkan berupa tas, gelang, kalung dan berbagai aksesori khas Kampung Long Lanuk. Selain memiliki nilai ekonomi, kerajinan tersebut juga menjadi identitas budaya yang dapat menjadi daya tarik tersendiri ketika dipromosikan kepada masyarakat luas.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan BUMK memiliki fungsi strategis sebagai wadah untuk menghimpun, mengembangkan, hingga memasarkan produk-produk masyarakat agar memiliki daya saing dan mampu meningkatkan pendapatan warga.

    "Produk kerajinan dari Kampung Long Lanuk yang ditampilkan pada Harganas menjadi salah satu contoh bagaimana BUMK dapat mengambil peran dalam mengangkat potensi lokal. Produk masyarakat bisa dikumpulkan, dikembangkan dan dipromosikan sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi," ujar Tenteram.

    Menurutnya, keikutsertaan dalam Harganas menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produk unggulan kampung kepada pasar yang lebih luas. Melalui promosi yang berkelanjutan, produk lokal diharapkan mampu bersaing dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

    "BUMK harus terus berinovasi dengan membangun ekosistem usaha yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari setiap potensi kampung dapat dirasakan secara langsung oleh warga," tuturnya.

    Tenteram pun menegaskan bahwa pihaknya pun terus mengajak seluruh kampung mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui BUMK. Keberhasilan BUMK Long Lanuk menghadirkan produk kerajinan manik-manik di Harganas 2026 menjadi bukti, bahwa kreativitas masyarakat yang dikelola dengan baik mampu berkembang menjadi usaha produktif sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung.

    "Produk-produk lokal seperti ini harus terus didorong agar bisa dikenal lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    BUMK Long Lanuk Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Berbasis Kreativitas Masyarakat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    24 Juli 2026 pukul 16:43 WITA

    Produk Kampung Long Lanuk yang dihadirkan dalam Puncak Harganas ke-33 Tingkat Provinsi Kaltim yang dipusatkan di Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Long Lanuk terus didorong menjadi penggerak ekonomi berbasis kreativitas masyarakat. 

    Hal tersebut ditunjukkan melalui partisipasinya dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Kabupaten Berau dengan menampilkan beragam kerajinan berbahan manik-manik hasil karya warga.

    Produk yang dipamerkan berupa tas, gelang, kalung dan berbagai aksesori khas Kampung Long Lanuk. Selain memiliki nilai ekonomi, kerajinan tersebut juga menjadi identitas budaya yang dapat menjadi daya tarik tersendiri ketika dipromosikan kepada masyarakat luas.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan BUMK memiliki fungsi strategis sebagai wadah untuk menghimpun, mengembangkan, hingga memasarkan produk-produk masyarakat agar memiliki daya saing dan mampu meningkatkan pendapatan warga.

    "Produk kerajinan dari Kampung Long Lanuk yang ditampilkan pada Harganas menjadi salah satu contoh bagaimana BUMK dapat mengambil peran dalam mengangkat potensi lokal. Produk masyarakat bisa dikumpulkan, dikembangkan dan dipromosikan sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi," ujar Tenteram.

    Menurutnya, keikutsertaan dalam Harganas menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produk unggulan kampung kepada pasar yang lebih luas. Melalui promosi yang berkelanjutan, produk lokal diharapkan mampu bersaing dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

    "BUMK harus terus berinovasi dengan membangun ekosistem usaha yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari setiap potensi kampung dapat dirasakan secara langsung oleh warga," tuturnya.

    Tenteram pun menegaskan bahwa pihaknya pun terus mengajak seluruh kampung mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui BUMK. Keberhasilan BUMK Long Lanuk menghadirkan produk kerajinan manik-manik di Harganas 2026 menjadi bukti, bahwa kreativitas masyarakat yang dikelola dengan baik mampu berkembang menjadi usaha produktif sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung.

    "Produk-produk lokal seperti ini harus terus didorong agar bisa dikenal lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)