Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berbahan Buah Mangrove, Sirup Perangat Jadi Oleh-oleh khas Pulau Besing

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    25 Oktober 2026 pukul 01:07 WITA

    Sirup perangat produk Kampung Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kampung Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, memiliki produk olahan khas yang bisa menjadi pilihan oleh-oleh bagi wisatawan, yakni sirup perangat. 

    Produk ini memanfaatkan buah perangat yang tumbuh di kawasan mangrove setempat dan diolah menjadi minuman bercita rasa asam-manis.

    Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, mengatakan sirup perangat menjadi salah satu produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena memanfaatkan bahan baku lokal yang memiliki kekhasan tersendiri.

    "Beberapa produk UMKM kita menggunakan bahan-bahan lokal. Seperti sirup perangat, itu tidak semua kampung atau wilayah lain memilikinya," kata Lutfi.

    Sirup perangat diproduksi oleh pelaku UMKM bersama ibu-ibu PKK di Kampung Pulau Besing. Pengolahan buah lokal tersebut menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada pengunjung.

    "Sirup ini diolah dari buah perangat, yaitu jenis buah dari tanaman mangrove (bakau) yang tumbuh subur di kawasan pesisir dan kepulauan sekitar sungai Pulau Besing," katanya.

    Ia menjelaskan ciri khas minuman tersebut yakni memiliki rasa asam-manis yang menyegarkan. Tak hanya itu, buah ini juga dikenal kaya akan Vitamin C dan secara tradisional dipercaya masyarakat berkhasiat untuk meredakan panas dalam, sariawan, serta menyegarkan tenggorokan.

    "Produk ini juga dipasarkan sebagai oleh-oleh khas saat wisatawan mengunjungi Desa Wisata Pulau Besing," tambahnya.

    Selain itu, buah perangat juga dapat diolah menjadi produk turunan lainnya, seperti selai. Oleh karena itu, keberadaan sirup perangat diharapkan mampu memperkuat daya tarik produk lokal sehingga dapat mendukung usaha masyarakat sekaligus memperkuat identitas produk lokal Pulau besing. 

    "Dengan mengangkat kekhasan bahan baku daerah, produk UMKM Pulau Besing ini kami harap dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk promosi produk ini juga kami bawa setiap ada event-event yang menampilkan produk lokal," tuturnya.

    Terakhir, Lutfi menekankan pentingnya memperhatikan kelestarian kawasan mangrove sebagai sumber bahan baku, sehingga pemanfaatan potensi alam dapat berlangsung secara berkelanjutan.

    "Kami berharap dengan pengelolaan yang berkelanjutan potensi alam Pulau besing ini dapat terus memberikan manfaat dan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berbahan Buah Mangrove, Sirup Perangat Jadi Oleh-oleh khas Pulau Besing

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    25 Oktober 2026 pukul 01:07 WITA

    Sirup perangat produk Kampung Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kampung Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, memiliki produk olahan khas yang bisa menjadi pilihan oleh-oleh bagi wisatawan, yakni sirup perangat. 

    Produk ini memanfaatkan buah perangat yang tumbuh di kawasan mangrove setempat dan diolah menjadi minuman bercita rasa asam-manis.

    Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, mengatakan sirup perangat menjadi salah satu produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena memanfaatkan bahan baku lokal yang memiliki kekhasan tersendiri.

    "Beberapa produk UMKM kita menggunakan bahan-bahan lokal. Seperti sirup perangat, itu tidak semua kampung atau wilayah lain memilikinya," kata Lutfi.

    Sirup perangat diproduksi oleh pelaku UMKM bersama ibu-ibu PKK di Kampung Pulau Besing. Pengolahan buah lokal tersebut menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada pengunjung.

    "Sirup ini diolah dari buah perangat, yaitu jenis buah dari tanaman mangrove (bakau) yang tumbuh subur di kawasan pesisir dan kepulauan sekitar sungai Pulau Besing," katanya.

    Ia menjelaskan ciri khas minuman tersebut yakni memiliki rasa asam-manis yang menyegarkan. Tak hanya itu, buah ini juga dikenal kaya akan Vitamin C dan secara tradisional dipercaya masyarakat berkhasiat untuk meredakan panas dalam, sariawan, serta menyegarkan tenggorokan.

    "Produk ini juga dipasarkan sebagai oleh-oleh khas saat wisatawan mengunjungi Desa Wisata Pulau Besing," tambahnya.

    Selain itu, buah perangat juga dapat diolah menjadi produk turunan lainnya, seperti selai. Oleh karena itu, keberadaan sirup perangat diharapkan mampu memperkuat daya tarik produk lokal sehingga dapat mendukung usaha masyarakat sekaligus memperkuat identitas produk lokal Pulau besing. 

    "Dengan mengangkat kekhasan bahan baku daerah, produk UMKM Pulau Besing ini kami harap dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk promosi produk ini juga kami bawa setiap ada event-event yang menampilkan produk lokal," tuturnya.

    Terakhir, Lutfi menekankan pentingnya memperhatikan kelestarian kawasan mangrove sebagai sumber bahan baku, sehingga pemanfaatan potensi alam dapat berlangsung secara berkelanjutan.

    "Kami berharap dengan pengelolaan yang berkelanjutan potensi alam Pulau besing ini dapat terus memberikan manfaat dan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)