Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berau Perkuat Sektor Perikanan Lewat Kolaborasi Blue Economy dengan Seychelles

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 Agustus 2026 pukul 22:23 WITA

    Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat sektor perikanan melalui kolaborasi Program Ekonomi Biru (Blue Economy) bersama utusan Seychelles. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mengembangkan tambak Very Low Spread Intensity Pond Fishery (VLSIPOFisheri) bagi komoditas udang, bandeng, dan kepiting, sekaligus mendorong pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

    Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau melalui Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono, mengatakan Pemkab Berau menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, Diskan telah menyiapkan langkah awal dengan menyediakan data potensi lahan tambak yang dapat menjadi lokasi pengembangan program.

    "Dari pemerintah daerah, dalam hal ini Diskan, kami memberikan data-data informatif terkait dengan luas lahan tambak yang sangat memungkinkan untuk dikerjasamakan dengan teman-teman Seychelles melalui program Ekonomi Biru," kata Budiono.

    Ia menjelaskan, kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan sistem budidaya tambak yang lebih modern dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi serta pengalaman yang dimiliki Seychelles, potensi perikanan budidaya di Berau dinilai dapat berkembang lebih optimal. 

    "Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu aspek penting yang harus menjadi perhatian dalam implementasi program," katanya.

    Oleh karena itu, Diskan Berau mengharapkan adanya pemberdayaan masyarakat terkait dengan dukungan dari Seychelles, seperti dari sisi peningkatan kapasitas sumber daya manusianya, dari sisi penguatan kelembagaannya maupun dari sisi penguatan jejaring pasarnya terutama untuk udang organik dan beberapa produk yang sudah didampingi oleh Diskan dan YKAN.

    "Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan akses pasar akan memberikan nilai tambah bagi produk perikanan Berau, khususnya udang organik yang telah mendapat pendampingan dari Diskan dan YKAN," 

    Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa pengembangan eduwisata mangrove akan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Hal itu karena kawasan mangrove berada di Zona Pemanfaatan Terbatas yang mengutamakan budidaya perikanan berkelanjutan dan wisata ramah lingkungan.

    "Untuk eduwisata mangrove, ini menyangkut lintas sektor dengan teman-teman di Dinas Pariwisata. Mengingat kawasannya berada di zona pemanfaatan terbatas, prinsip dasarnya harus tetap mengedepankan budidaya perikanan berkelanjutan dan konsep wisata yang ramah lingkungan," terangnya.

    Budiono berharap melalui kolaborasi Blue Economy ini, sektor perikanan budidaya semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

    "Upaya ini juga diharapkan tetap menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berau Perkuat Sektor Perikanan Lewat Kolaborasi Blue Economy dengan Seychelles

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    03 Agustus 2026 pukul 22:23 WITA

    Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat sektor perikanan melalui kolaborasi Program Ekonomi Biru (Blue Economy) bersama utusan Seychelles. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mengembangkan tambak Very Low Spread Intensity Pond Fishery (VLSIPOFisheri) bagi komoditas udang, bandeng, dan kepiting, sekaligus mendorong pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

    Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau melalui Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono, mengatakan Pemkab Berau menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, Diskan telah menyiapkan langkah awal dengan menyediakan data potensi lahan tambak yang dapat menjadi lokasi pengembangan program.

    "Dari pemerintah daerah, dalam hal ini Diskan, kami memberikan data-data informatif terkait dengan luas lahan tambak yang sangat memungkinkan untuk dikerjasamakan dengan teman-teman Seychelles melalui program Ekonomi Biru," kata Budiono.

    Ia menjelaskan, kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan sistem budidaya tambak yang lebih modern dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi serta pengalaman yang dimiliki Seychelles, potensi perikanan budidaya di Berau dinilai dapat berkembang lebih optimal. 

    "Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu aspek penting yang harus menjadi perhatian dalam implementasi program," katanya.

    Oleh karena itu, Diskan Berau mengharapkan adanya pemberdayaan masyarakat terkait dengan dukungan dari Seychelles, seperti dari sisi peningkatan kapasitas sumber daya manusianya, dari sisi penguatan kelembagaannya maupun dari sisi penguatan jejaring pasarnya terutama untuk udang organik dan beberapa produk yang sudah didampingi oleh Diskan dan YKAN.

    "Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan akses pasar akan memberikan nilai tambah bagi produk perikanan Berau, khususnya udang organik yang telah mendapat pendampingan dari Diskan dan YKAN," 

    Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa pengembangan eduwisata mangrove akan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Hal itu karena kawasan mangrove berada di Zona Pemanfaatan Terbatas yang mengutamakan budidaya perikanan berkelanjutan dan wisata ramah lingkungan.

    "Untuk eduwisata mangrove, ini menyangkut lintas sektor dengan teman-teman di Dinas Pariwisata. Mengingat kawasannya berada di zona pemanfaatan terbatas, prinsip dasarnya harus tetap mengedepankan budidaya perikanan berkelanjutan dan konsep wisata yang ramah lingkungan," terangnya.

    Budiono berharap melalui kolaborasi Blue Economy ini, sektor perikanan budidaya semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

    "Upaya ini juga diharapkan tetap menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Berau," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)