Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berau Perkuat Pertanian Modern, Dua Combine Harvester Diserahkan ke Petani Kampung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2026 pukul 12:46 WITA

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini saat menyerahkan dua unit combine harvester kepada petani, di Kantor UPTD BBPH Berau. (Foto: DTPHP Berau)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat modernisasi sektor pertanian salah satunya melalui penyaluran dua unit mesin pemanen kombinasi atau combine harvester kepada petani di Kampung Labanan Jaya dan Kampung Semurut.

    Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dua unit combine harvester tersebut diserahkan kepada Brigade Pangan CSR Sanggam Amatillah di Kampung Labanan Jaya dan Brigade Pangan Oplah Simetro Muda di Kampung Semurut.

    Penyerahan dilakukan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, di Kantor UPTD Balai Benih Padi dan Hortikultura (BBPH) Berau.

    Kepala Dinas DTPHP Berau, Lita Handini mengatakan, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan efisiensi panen sekaligus menjawab persoalan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

    "Pada tahun anggaran 2026 ini kami memang tidak mengadakan bantuan sarana produksi dari APBD. Sebagai solusinya, Bupati Berau bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Menteri Pertanian, disertai pemenuhan seluruh persyaratan administratif dari dinas agar Berau bisa mendapatkan alokasi dari APBN," ujar Lita.

    Ia mengatakan, dua unit combine harvester besar merek Crown CCH 106 tersebut diperkirakan masing-masing bernilai sekitar Rp500 juta hingga Rp600 juta. Penyaluran ini pun menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat mekanisasi pertanian di tengah keterbatasan pengadaan sarana produksi melalui anggaran daerah.

    Dirinya menilai, mekanisasi panen menjadi kebutuhan penting bagi petani di sejumlah wilayah. Ia pun mencontohkan, di Kampung Labanan Jaya, misalnya, mayoritas petani sudah berusia lanjut.

    "Di Kampung Labanan, mayoritas petani berusia lanjut sering menghadapi kendala kekurangan tenaga kerja, yang tak jarang mengakibatkan padi tidak sempat terpanen secara optimal," katanya.

    Sementara di Kampung Semurut, tambahan combine harvester diharapkan dapat memperkuat sarana panen yang sebelumnya masih terbatas. Penggunaan alat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses panen dan mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual.

    Selain itu, ia juga menyampaikan bantuan tersebut merupakan realisasi dari komitmen pemerintah daerah yang sebelumnya telah disampaikan saat kegiatan panen. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan untuk mengupayakan dukungan bagi sektor pertanian Berau.

    "Meskipun ruang gerak pengadaan di daerah dibatasi, komunikasi dan koordinasi ke kementerian pusat akan terus kami intensifkan karena potensi anggaran di pusat jauh lebih besar untuk mendukung petani kita," tuturnya.

    Terakhir, Lita juga meminta kelompok penerima manfaat menjaga dan merawat alat tersebut dengan baik. Selain itu, combine harvester diharapkan dapat dioptimalkan pemanfaatannya sehingga memberikan manfaat bagi kegiatan panen petani.

    "Saya juga berpesan kepada para pengurus Brigade Pangan penerima manfaat agar menjaga, merawat, dan mengoptimalkan penggunaan combine harvester ini dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berau Perkuat Pertanian Modern, Dua Combine Harvester Diserahkan ke Petani Kampung

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    08 Oktober 2026 pukul 12:46 WITA

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini saat menyerahkan dua unit combine harvester kepada petani, di Kantor UPTD BBPH Berau. (Foto: DTPHP Berau)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat modernisasi sektor pertanian salah satunya melalui penyaluran dua unit mesin pemanen kombinasi atau combine harvester kepada petani di Kampung Labanan Jaya dan Kampung Semurut.

    Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dua unit combine harvester tersebut diserahkan kepada Brigade Pangan CSR Sanggam Amatillah di Kampung Labanan Jaya dan Brigade Pangan Oplah Simetro Muda di Kampung Semurut.

    Penyerahan dilakukan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, di Kantor UPTD Balai Benih Padi dan Hortikultura (BBPH) Berau.

    Kepala Dinas DTPHP Berau, Lita Handini mengatakan, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan efisiensi panen sekaligus menjawab persoalan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

    "Pada tahun anggaran 2026 ini kami memang tidak mengadakan bantuan sarana produksi dari APBD. Sebagai solusinya, Bupati Berau bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Menteri Pertanian, disertai pemenuhan seluruh persyaratan administratif dari dinas agar Berau bisa mendapatkan alokasi dari APBN," ujar Lita.

    Ia mengatakan, dua unit combine harvester besar merek Crown CCH 106 tersebut diperkirakan masing-masing bernilai sekitar Rp500 juta hingga Rp600 juta. Penyaluran ini pun menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat mekanisasi pertanian di tengah keterbatasan pengadaan sarana produksi melalui anggaran daerah.

    Dirinya menilai, mekanisasi panen menjadi kebutuhan penting bagi petani di sejumlah wilayah. Ia pun mencontohkan, di Kampung Labanan Jaya, misalnya, mayoritas petani sudah berusia lanjut.

    "Di Kampung Labanan, mayoritas petani berusia lanjut sering menghadapi kendala kekurangan tenaga kerja, yang tak jarang mengakibatkan padi tidak sempat terpanen secara optimal," katanya.

    Sementara di Kampung Semurut, tambahan combine harvester diharapkan dapat memperkuat sarana panen yang sebelumnya masih terbatas. Penggunaan alat tersebut diharapkan mampu mempercepat proses panen dan mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual.

    Selain itu, ia juga menyampaikan bantuan tersebut merupakan realisasi dari komitmen pemerintah daerah yang sebelumnya telah disampaikan saat kegiatan panen. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan untuk mengupayakan dukungan bagi sektor pertanian Berau.

    "Meskipun ruang gerak pengadaan di daerah dibatasi, komunikasi dan koordinasi ke kementerian pusat akan terus kami intensifkan karena potensi anggaran di pusat jauh lebih besar untuk mendukung petani kita," tuturnya.

    Terakhir, Lita juga meminta kelompok penerima manfaat menjaga dan merawat alat tersebut dengan baik. Selain itu, combine harvester diharapkan dapat dioptimalkan pemanfaatannya sehingga memberikan manfaat bagi kegiatan panen petani.

    "Saya juga berpesan kepada para pengurus Brigade Pangan penerima manfaat agar menjaga, merawat, dan mengoptimalkan penggunaan combine harvester ini dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)