Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berau Dorong Festival Kopi untuk Tingkatkan Kunjungan Wisata dan Produksi Lokal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    03 Agustus 2026 pukul 12:59 WITA

    Proses penyeduhan kopi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mencari inovasi untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

    Salah satu gagasan yang kini didorong adalah penyelenggaraan Festival Kopi yang diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha kopi untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat maupun wisatawan.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan gagasan tersebut lahir dari pesatnya pertumbuhan usaha kopi di Berau. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikemas menjadi sebuah agenda yang mampu menarik kunjungan wisatawan, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi para pelaku usaha.

    "Terkait dengan kopi sebenarnya kami juga sudah berdiskusi. Saya ingin pariwisata nanti menikmati namanya Festival Kopi. Itu salah satu yang mau saya upayakan," ujar Yudha.

    Ia menilai, banyaknya pelaku usaha kopi dengan berbagai merek dan cita rasa menjadi modal besar untuk menghadirkan sebuah festival yang mampu mempertemukan seluruh pelaku usaha dalam satu kegiatan.

    "Kopi yang pakai gerobak-gerobak itu sudah tumbuh menjamur begitu banyak. Varian rasanya juga sangat bermacam-macam. Kita ingin bagaimana nanti mereka menjadi pelaku utamanya di festival tersebut," tuturnya.

    Oleh karena itu, melalui Festival Kopi, masyarakat nantinya dapat menikmati beragam jenis kopi yang disajikan langsung oleh para pelaku usaha. Konsep tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM kopi di Berau.

    "Kita ingin menyuguhkan semua orang yang berusaha jualan kopi, menyediakan kopinya dan masyarakat silakan datang untuk mencicipi semua kopi tersebut," ungkapnya.

    Selain itu, Disbudpar juga mengusulkan agar kopi khas Berau menjadi bagian dari identitas pelayanan wisata, baik dalam kegiatan pemerintahan maupun di lokasi-lokasi strategis seperti bandara dan dermaga.

    "Saya juga terpikir bagaimana kalau kita membuat semacam minuman wajib kopi ini bagi acara-acara tertentu. Termasuk suguhan-suguhan bagi wisatawan yang berkunjung. Misalnya di ruang tunggu bandara atau di ruang tunggu dermaga, kita sediakan kopi khusus untuk wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan ke Maratua atau Derawan," terangnya.

    Yudha pun menilai promosi yang semakin luas akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan kopi lokal. Karena itu, ia berharap pengembangan pariwisata dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi melalui dukungan dari instansi terkait.

    "Saya harap jumlah produksi akan semakin meningkat. Mudah-mudahan Dinas Perkebunan juga bisa melakukan pendampingan. Saya kira setiap beberapa bulan sekali kita ada pertemuan bagaimana memadukan semua unsur lintas sektor," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berau Dorong Festival Kopi untuk Tingkatkan Kunjungan Wisata dan Produksi Lokal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    03 Agustus 2026 pukul 12:59 WITA

    Proses penyeduhan kopi. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mencari inovasi untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

    Salah satu gagasan yang kini didorong adalah penyelenggaraan Festival Kopi yang diharapkan menjadi wadah bagi pelaku usaha kopi untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat maupun wisatawan.

    Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan gagasan tersebut lahir dari pesatnya pertumbuhan usaha kopi di Berau. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikemas menjadi sebuah agenda yang mampu menarik kunjungan wisatawan, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi para pelaku usaha.

    "Terkait dengan kopi sebenarnya kami juga sudah berdiskusi. Saya ingin pariwisata nanti menikmati namanya Festival Kopi. Itu salah satu yang mau saya upayakan," ujar Yudha.

    Ia menilai, banyaknya pelaku usaha kopi dengan berbagai merek dan cita rasa menjadi modal besar untuk menghadirkan sebuah festival yang mampu mempertemukan seluruh pelaku usaha dalam satu kegiatan.

    "Kopi yang pakai gerobak-gerobak itu sudah tumbuh menjamur begitu banyak. Varian rasanya juga sangat bermacam-macam. Kita ingin bagaimana nanti mereka menjadi pelaku utamanya di festival tersebut," tuturnya.

    Oleh karena itu, melalui Festival Kopi, masyarakat nantinya dapat menikmati beragam jenis kopi yang disajikan langsung oleh para pelaku usaha. Konsep tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM kopi di Berau.

    "Kita ingin menyuguhkan semua orang yang berusaha jualan kopi, menyediakan kopinya dan masyarakat silakan datang untuk mencicipi semua kopi tersebut," ungkapnya.

    Selain itu, Disbudpar juga mengusulkan agar kopi khas Berau menjadi bagian dari identitas pelayanan wisata, baik dalam kegiatan pemerintahan maupun di lokasi-lokasi strategis seperti bandara dan dermaga.

    "Saya juga terpikir bagaimana kalau kita membuat semacam minuman wajib kopi ini bagi acara-acara tertentu. Termasuk suguhan-suguhan bagi wisatawan yang berkunjung. Misalnya di ruang tunggu bandara atau di ruang tunggu dermaga, kita sediakan kopi khusus untuk wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan ke Maratua atau Derawan," terangnya.

    Yudha pun menilai promosi yang semakin luas akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan kopi lokal. Karena itu, ia berharap pengembangan pariwisata dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi melalui dukungan dari instansi terkait.

    "Saya harap jumlah produksi akan semakin meningkat. Mudah-mudahan Dinas Perkebunan juga bisa melakukan pendampingan. Saya kira setiap beberapa bulan sekali kita ada pertemuan bagaimana memadukan semua unsur lintas sektor," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)