Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berau Bidik Kenaikan Indeks Inovasi, OPD Diminta Aktif Laporkan Terobosan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Agustus 2026 pukul 16:31 WITA

    Bimtek Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026, dilaksanakan di Ruang Rapat RPJPD Bapperida Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemkab Berau membidik peningkatan nilai Indeks Inovasi Daerah pada 2026. Guna mewujudkan target tersebut, seluruh OPD didorong lebih aktif melaporkan berbagai inovasi dan terobosan yang telah diterapkan di masing-masing instansi.

    Komitmen tersebut disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Inovasi Daerah 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Berau, di Ruang Rapat RPJPD Bapperida Berau, Rabu (5/8/2026).

    Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 5-6 Agustus 2026 dan diikuti sekitar 70 peserta dari OPD, bagian di lingkungan sekretariat daerah, kecamatan, hingga kelurahan. Bimtek bertujuan meningkatkan pemahaman perangkat daerah terhadap kebijakan inovasi, indikator penilaian, serta tata cara penyusunan dan pelaporan inovasi daerah.

    Kepala Bapperida Berau, Endah Ernany Triariani, mengatakan bimtek digelar untuk memberikan pemahaman kepada perangkat daerah mengenai proses penyusunan, pengukuran, hingga pelaporan inovasi daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak nilai Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Berau.

    Ia mengatakan, pada penilaian 2025, Kabupaten Berau memperoleh nilai 32,47 atau masih berada pada kategori tidak inovatif. Sementara untuk memperoleh predikat inovatif, daerah harus meraih nilai minimal 35.

    "Kita masih membutuhkan tambahan sekitar 2,52 poin untuk mencapai kategori inovatif. Karena itu diperlukan komitmen seluruh perangkat daerah agar aktif melaporkan inovasi yang telah dilakukan," ujar Endah.

    Ia menyebut, hampir seluruh OPD sebenarnya telah melahirkan berbagai inovasi dalam pelayanan publik maupun tata kelola pemerintahan. Namun, banyak inovasi tersebut belum diinput ke dalam aplikasi yang menjadi dasar penilaian Kementerian Dalam Negeri penilaian sehingga tidak ikut berkontribusi terhadap peningkatan indeks.

    "Kami yakin semua OPD mempunyai inovasi. Yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah memastikan seluruh inovasi itu terdokumentasi dan dilaporkan dengan baik. Kami berharap setelah bimtek ini pelaporan inovasi dapat lebih optimal sehingga nilai Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Berau meningkat," katanya.

    Ia pun mengatakan selain memberikan pembekalan mengenai regulasi dan mekanisme penilaian, bimtek tersebut juga diharapkan mampu mempercepat proses pengumpulan data inovasi secara akurat dan tepat waktu. Dengan demikian, berbagai inovasi yang telah dihasilkan perangkat daerah dapat diakui dalam penilaian nasional.

    Terakhir, Endah juga berharap sistem pelaporan dari pemerintah pusat dapat dibuat lebih sederhana agar perangkat daerah tidak lagi terbebani dengan banyaknya aplikasi yang harus diisi.

    "Harapan kami, ke depan cukup satu kali input data yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan pelaporan. Dengan sistem yang lebih sederhana, perangkat daerah dapat lebih fokus menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Berau Bidik Kenaikan Indeks Inovasi, OPD Diminta Aktif Laporkan Terobosan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    05 Agustus 2026 pukul 16:31 WITA

    Bimtek Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026, dilaksanakan di Ruang Rapat RPJPD Bapperida Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemkab Berau membidik peningkatan nilai Indeks Inovasi Daerah pada 2026. Guna mewujudkan target tersebut, seluruh OPD didorong lebih aktif melaporkan berbagai inovasi dan terobosan yang telah diterapkan di masing-masing instansi.

    Komitmen tersebut disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Inovasi Daerah 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Berau, di Ruang Rapat RPJPD Bapperida Berau, Rabu (5/8/2026).

    Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 5-6 Agustus 2026 dan diikuti sekitar 70 peserta dari OPD, bagian di lingkungan sekretariat daerah, kecamatan, hingga kelurahan. Bimtek bertujuan meningkatkan pemahaman perangkat daerah terhadap kebijakan inovasi, indikator penilaian, serta tata cara penyusunan dan pelaporan inovasi daerah.

    Kepala Bapperida Berau, Endah Ernany Triariani, mengatakan bimtek digelar untuk memberikan pemahaman kepada perangkat daerah mengenai proses penyusunan, pengukuran, hingga pelaporan inovasi daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak nilai Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Berau.

    Ia mengatakan, pada penilaian 2025, Kabupaten Berau memperoleh nilai 32,47 atau masih berada pada kategori tidak inovatif. Sementara untuk memperoleh predikat inovatif, daerah harus meraih nilai minimal 35.

    "Kita masih membutuhkan tambahan sekitar 2,52 poin untuk mencapai kategori inovatif. Karena itu diperlukan komitmen seluruh perangkat daerah agar aktif melaporkan inovasi yang telah dilakukan," ujar Endah.

    Ia menyebut, hampir seluruh OPD sebenarnya telah melahirkan berbagai inovasi dalam pelayanan publik maupun tata kelola pemerintahan. Namun, banyak inovasi tersebut belum diinput ke dalam aplikasi yang menjadi dasar penilaian Kementerian Dalam Negeri penilaian sehingga tidak ikut berkontribusi terhadap peningkatan indeks.

    "Kami yakin semua OPD mempunyai inovasi. Yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah memastikan seluruh inovasi itu terdokumentasi dan dilaporkan dengan baik. Kami berharap setelah bimtek ini pelaporan inovasi dapat lebih optimal sehingga nilai Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Berau meningkat," katanya.

    Ia pun mengatakan selain memberikan pembekalan mengenai regulasi dan mekanisme penilaian, bimtek tersebut juga diharapkan mampu mempercepat proses pengumpulan data inovasi secara akurat dan tepat waktu. Dengan demikian, berbagai inovasi yang telah dihasilkan perangkat daerah dapat diakui dalam penilaian nasional.

    Terakhir, Endah juga berharap sistem pelaporan dari pemerintah pusat dapat dibuat lebih sederhana agar perangkat daerah tidak lagi terbebani dengan banyaknya aplikasi yang harus diisi.

    "Harapan kami, ke depan cukup satu kali input data yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan pelaporan. Dengan sistem yang lebih sederhana, perangkat daerah dapat lebih fokus menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)