Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Akses Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan di Pulau Maratua kini semakin mudah dengan beroperasinya fasilitas penampungan dan penyimpanan BBM melalui program Seanergy Fuel Storage Resort dari Pertamina Patra Niaga. Selain memperkuat pasokan, pemerintah juga akan menerapkan sistem pengawasan digital melalui barcode untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid, mengatakan fasilitas penampungan BBM yang telah diresmikan menjadi solusi atas kebutuhan nelayan dan pelaku usaha resort yang selama ini kerap terkendala pasokan BBM.
"Fasilitas itu sudah diresmikan Ibu Bupati beberapa waktu lalu untuk keperluan nelayan dan resort. Dengan adanya penampungan itu juga operasional nelayan menjadi lebih mudah karena sudah ada kuota yang disiapkan," kata Majid.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas tersebut juga memastikan adanya kuota khusus dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk mendukung sektor perikanan dan pariwisata di Maratua.
"Jadi kuota untuk nelayan dan juga resort alhamdulillah sudah tersuplai. Itulah fungsi dari fasilitas penampungan BBM di Maratua," ujarnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa pemerintah akan menerapkan sistem pembelian BBM menggunakan barcode sebagai bagian dari digitalisasi pengawasan distribusi BBM bersubsidi. Kebijakan itu diharapkan mampu menekan kebocoran distribusi sekaligus menjamin stok BBM tetap tersedia saat dibutuhkan nelayan.
"Ketika penerapan barcode nanti, suka tidak suka kita harus mengikuti. Fungsi barcode ini untuk mengurangi kebocoran-kebocoran, jangan sampai ketika nelayan membutuhkan stoknya justru kosong. Selama ini masih sering ada laporan dari nelayan bahwa stok BBM habis saat mereka hendak melaut," jelasnya.
Selain itu, Majid mengungkapkan setiap pendirian SPBU di kawasan pesisir diwajibkan menyertakan data nelayan sebagai dasar penetapan kuota BBM bersubsidi. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran subsidi benar-benar dinikmati oleh nelayan yang berhak.
"Karena itu, SPBU di wilayah pesisir seperti Talisayan, Biatan, hingga Biduk-Biduk juga memiliki kuota khusus untuk nelayan. Dengan sistem pengawasan yang semakin baik, kami berharap kebutuhan BBM nelayan dapat terpenuhi secara berkelanjutan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Kepala Diskan Berau, Abdul Majid. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Akses Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan di Pulau Maratua kini semakin mudah dengan beroperasinya fasilitas penampungan dan penyimpanan BBM melalui program Seanergy Fuel Storage Resort dari Pertamina Patra Niaga. Selain memperkuat pasokan, pemerintah juga akan menerapkan sistem pengawasan digital melalui barcode untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid, mengatakan fasilitas penampungan BBM yang telah diresmikan menjadi solusi atas kebutuhan nelayan dan pelaku usaha resort yang selama ini kerap terkendala pasokan BBM.
"Fasilitas itu sudah diresmikan Ibu Bupati beberapa waktu lalu untuk keperluan nelayan dan resort. Dengan adanya penampungan itu juga operasional nelayan menjadi lebih mudah karena sudah ada kuota yang disiapkan," kata Majid.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas tersebut juga memastikan adanya kuota khusus dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk mendukung sektor perikanan dan pariwisata di Maratua.
"Jadi kuota untuk nelayan dan juga resort alhamdulillah sudah tersuplai. Itulah fungsi dari fasilitas penampungan BBM di Maratua," ujarnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa pemerintah akan menerapkan sistem pembelian BBM menggunakan barcode sebagai bagian dari digitalisasi pengawasan distribusi BBM bersubsidi. Kebijakan itu diharapkan mampu menekan kebocoran distribusi sekaligus menjamin stok BBM tetap tersedia saat dibutuhkan nelayan.
"Ketika penerapan barcode nanti, suka tidak suka kita harus mengikuti. Fungsi barcode ini untuk mengurangi kebocoran-kebocoran, jangan sampai ketika nelayan membutuhkan stoknya justru kosong. Selama ini masih sering ada laporan dari nelayan bahwa stok BBM habis saat mereka hendak melaut," jelasnya.
Selain itu, Majid mengungkapkan setiap pendirian SPBU di kawasan pesisir diwajibkan menyertakan data nelayan sebagai dasar penetapan kuota BBM bersubsidi. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran subsidi benar-benar dinikmati oleh nelayan yang berhak.
"Karena itu, SPBU di wilayah pesisir seperti Talisayan, Biatan, hingga Biduk-Biduk juga memiliki kuota khusus untuk nelayan. Dengan sistem pengawasan yang semakin baik, kami berharap kebutuhan BBM nelayan dapat terpenuhi secara berkelanjutan," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)