Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau
Batiwakkal Punch, sebuah kreasi minuman Mercure Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pengembangan kuliner sebagai bagian dari strategi memperkenalkan daerah kepada wisatawan. Salah satu yang mulai diperkenalkan adalah Batiwakkal Punch, minuman kreasi Hotel Mercure Berau yang diarahkan menjadi salah satu identitas kuliner daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, pengembangan minuman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata melalui produk kuliner.
"Di lomba Ancur Padas, Puncak Rasul serta Festival Kue Tradisional kita sudah tester minuman Batiwakkal Punch yang diinisiasi oleh Hotel Mercure Berau," ujar Yudha.
Batiwakkal Punch dibuat dengan memadukan jus nanas, jeruk, perasan jeruk nipis, soda, Earl Grey Tea dan sirup ceri. Kombinasi tersebut menghasilkan cita rasa segar dengan aroma khas serta tampilan yang menarik.
Ia mengatakan, kuliner dapat menjadi media untuk memperkenalkan karakter suatu daerah. Oleh karena itu, Batiwakkal Punch diharapkan tidak hanya menjadi produk minuman, tetapi juga membawa nama Berau ketika disajikan kepada wisatawan.
"Minuman ini untuk menunjang pariwisata di Kabupaten Berau, bahkan slogannya 'Satu Minuman Untuk Dunia'. Jadi setiap orang yang ke Berau, khususnya kunjungan pariwisata, minumnya dari bahan-bahan yang diolah dari Kabupaten Berau itu sendiri," katanya.
Menurutnya, pengembangan produk kuliner seperti Batiwakkal Punch juga perlu diikuti dengan pengenalan yang lebih luas, sehingga masyarakat dan pelaku usaha pariwisata dapat mengetahui keberadaan produk tersebut. Dengan begitu, minuman khas daerah tidak hanya hadir dalam kegiatan tertentu, tetapi berpeluang menjadi bagian dari pengalaman wisatawan selama berada di Berau.
"Kita ingin produk seperti ini terus dikenalkan, sehingga nantinya bukan hanya masyarakat Berau yang mengenal, tetapi wisatawan yang datang juga bisa mendapatkan pengalaman kuliner yang menjadi bagian dari identitas daerah," terangnya.
Dalam tahap pengenalan, Hotel Mercure Berau menyediakan sekitar 200 porsi Batiwakkal Punch untuk dicicipi masyarakat pada Rabu (23/9/2026) di Lapangan Gor Pemuda Tanjung Redeb saat acara lomba Ancur Padas, Puncak Rasul serta Festival Kue Tradisional.
Terakhir, Yudha mengatakan bahwa pengenalan tersebut sekaligus menjadi langkah awal melihat potensi minuman sebagai bagian dari kuliner pariwisata Berau.
"Kita semua dapat menikmati dan merasakan sensasinya. Insya Allah akan menjadi salah satu ciri khas minuman di Kabupaten Berau yang dipersembahkan untuk para wisatawan, khususnya dari mancanegara maupun dari nusantara," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...

Diskominfo Kabupaten Berau

Batiwakkal Punch, sebuah kreasi minuman Mercure Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pengembangan kuliner sebagai bagian dari strategi memperkenalkan daerah kepada wisatawan. Salah satu yang mulai diperkenalkan adalah Batiwakkal Punch, minuman kreasi Hotel Mercure Berau yang diarahkan menjadi salah satu identitas kuliner daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, pengembangan minuman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata melalui produk kuliner.
"Di lomba Ancur Padas, Puncak Rasul serta Festival Kue Tradisional kita sudah tester minuman Batiwakkal Punch yang diinisiasi oleh Hotel Mercure Berau," ujar Yudha.
Batiwakkal Punch dibuat dengan memadukan jus nanas, jeruk, perasan jeruk nipis, soda, Earl Grey Tea dan sirup ceri. Kombinasi tersebut menghasilkan cita rasa segar dengan aroma khas serta tampilan yang menarik.
Ia mengatakan, kuliner dapat menjadi media untuk memperkenalkan karakter suatu daerah. Oleh karena itu, Batiwakkal Punch diharapkan tidak hanya menjadi produk minuman, tetapi juga membawa nama Berau ketika disajikan kepada wisatawan.
"Minuman ini untuk menunjang pariwisata di Kabupaten Berau, bahkan slogannya 'Satu Minuman Untuk Dunia'. Jadi setiap orang yang ke Berau, khususnya kunjungan pariwisata, minumnya dari bahan-bahan yang diolah dari Kabupaten Berau itu sendiri," katanya.
Menurutnya, pengembangan produk kuliner seperti Batiwakkal Punch juga perlu diikuti dengan pengenalan yang lebih luas, sehingga masyarakat dan pelaku usaha pariwisata dapat mengetahui keberadaan produk tersebut. Dengan begitu, minuman khas daerah tidak hanya hadir dalam kegiatan tertentu, tetapi berpeluang menjadi bagian dari pengalaman wisatawan selama berada di Berau.
"Kita ingin produk seperti ini terus dikenalkan, sehingga nantinya bukan hanya masyarakat Berau yang mengenal, tetapi wisatawan yang datang juga bisa mendapatkan pengalaman kuliner yang menjadi bagian dari identitas daerah," terangnya.
Dalam tahap pengenalan, Hotel Mercure Berau menyediakan sekitar 200 porsi Batiwakkal Punch untuk dicicipi masyarakat pada Rabu (23/9/2026) di Lapangan Gor Pemuda Tanjung Redeb saat acara lomba Ancur Padas, Puncak Rasul serta Festival Kue Tradisional.
Terakhir, Yudha mengatakan bahwa pengenalan tersebut sekaligus menjadi langkah awal melihat potensi minuman sebagai bagian dari kuliner pariwisata Berau.
"Kita semua dapat menikmati dan merasakan sensasinya. Insya Allah akan menjadi salah satu ciri khas minuman di Kabupaten Berau yang dipersembahkan untuk para wisatawan, khususnya dari mancanegara maupun dari nusantara," pungkasnya.
(Sf/Rs)