Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Aplikasi UMKM Berau Digagas, Data Usaha Bisa jadi Dasar Pengajuan Modal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Agustus 2026 pukul 13:30 WITA

    Produk UMK Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau menggagas aplikasi khusus UMKM yang nantinya dapat membantu pelaku usaha dalam mengelola bisnis sekaligus memperkuat akses pembiayaan.

    Kepala Diskoperindag Berau melalui Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindag Berau, Wahid Hasyim, mengatakan aplikasi tersebut akan mencatat aktivitas transaksi pelaku usaha secara digital. Data itu nantinya menjadi histori yang dapat menunjukkan perkembangan usaha ketika pelaku UMKM membutuhkan tambahan modal.

    "Ini akan terekam sebagai histori transaksi mereka, sehingga bisa dijadikan dasar kuat saat pengajuan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke perbankan. Bank bisa langsung melihat bahwa usaha ini sudah layak mendapatkan tambahan modal," ujar Wahid Hasyim.

    Ia menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang dengan konsep *one stop solution*. Pelaku UMKM nantinya dapat memanfaatkan satu platform untuk mengelola transaksi, menyusun rencana bisnis, mempromosikan produk hingga terhubung dengan konsumen.

    Selain itu, sistem tersebut juga diharapkan memudahkan pemerintah dalam memantau perkembangan UMKM melalui data yang lebih terintegrasi. Data yang terkumpul nantinya dapat memberikan gambaran mengenai jumlah pelaku usaha, jenis usaha hingga perkembangan omzet.

    "Ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menentukan program dan kebijakan apa yang benar-benar tepat dan dibutuhkan oleh UMKM kita ke depan," katanya.

    Menurutnya, keberadaan data yang lebih tertata juga diharapkan membuat pendampingan dan pemberdayaan UMKM dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Pemerintah dapat melihat kebutuhan pelaku usaha berdasarkan data yang tercatat dalam sistem.

    "Jadi kita tidak hanya tahu berapa jumlah UMKM yang ada, tetapi juga bisa melihat perkembangan usahanya. Dari situ kita bisa menentukan program apa yang memang dibutuhkan oleh mereka," terangnya.

    Wahid Hasyim berharap aplikasi tersebut mendapat dukungan anggaran sehingga nantinya dapat direalisasikan dan diberikan secara gratis kepada pelaku UMKM di Kabupaten Berau.

    "Dengan adanya aplikasi ini, kami harap digitalisasi UMKM di Berau tidak hanya berdampak pada pemasaran produk. Selain itu, transaksi harian yang tercatat dapat menjadi rekam jejak usaha yang membantu pelaku UMKM menunjukkan perkembangan bisnis sekaligus membuka peluang mendapatkan akses pembiayaan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Diskominfo Kabupaten Berau

    Aplikasi UMKM Berau Digagas, Data Usaha Bisa jadi Dasar Pengajuan Modal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    11 Agustus 2026 pukul 13:30 WITA

    Produk UMK Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau menggagas aplikasi khusus UMKM yang nantinya dapat membantu pelaku usaha dalam mengelola bisnis sekaligus memperkuat akses pembiayaan.

    Kepala Diskoperindag Berau melalui Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindag Berau, Wahid Hasyim, mengatakan aplikasi tersebut akan mencatat aktivitas transaksi pelaku usaha secara digital. Data itu nantinya menjadi histori yang dapat menunjukkan perkembangan usaha ketika pelaku UMKM membutuhkan tambahan modal.

    "Ini akan terekam sebagai histori transaksi mereka, sehingga bisa dijadikan dasar kuat saat pengajuan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke perbankan. Bank bisa langsung melihat bahwa usaha ini sudah layak mendapatkan tambahan modal," ujar Wahid Hasyim.

    Ia menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang dengan konsep *one stop solution*. Pelaku UMKM nantinya dapat memanfaatkan satu platform untuk mengelola transaksi, menyusun rencana bisnis, mempromosikan produk hingga terhubung dengan konsumen.

    Selain itu, sistem tersebut juga diharapkan memudahkan pemerintah dalam memantau perkembangan UMKM melalui data yang lebih terintegrasi. Data yang terkumpul nantinya dapat memberikan gambaran mengenai jumlah pelaku usaha, jenis usaha hingga perkembangan omzet.

    "Ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menentukan program dan kebijakan apa yang benar-benar tepat dan dibutuhkan oleh UMKM kita ke depan," katanya.

    Menurutnya, keberadaan data yang lebih tertata juga diharapkan membuat pendampingan dan pemberdayaan UMKM dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Pemerintah dapat melihat kebutuhan pelaku usaha berdasarkan data yang tercatat dalam sistem.

    "Jadi kita tidak hanya tahu berapa jumlah UMKM yang ada, tetapi juga bisa melihat perkembangan usahanya. Dari situ kita bisa menentukan program apa yang memang dibutuhkan oleh mereka," terangnya.

    Wahid Hasyim berharap aplikasi tersebut mendapat dukungan anggaran sehingga nantinya dapat direalisasikan dan diberikan secara gratis kepada pelaku UMKM di Kabupaten Berau.

    "Dengan adanya aplikasi ini, kami harap digitalisasi UMKM di Berau tidak hanya berdampak pada pemasaran produk. Selain itu, transaksi harian yang tercatat dapat menjadi rekam jejak usaha yang membantu pelaku UMKM menunjukkan perkembangan bisnis sekaligus membuka peluang mendapatkan akses pembiayaan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)